Selasa, 15 Desember 2015

MENUNJUKAN PENDERITAAN MANUSIA

1.FISIK

1) Siksaan Non Fisik akibat Ulah manusia sendiri
Segala puji bagi hanya bagi ALLOH, di dalam Al-Qur’an ALLOH telah memberikan uraian yang sangat jelas, tegas dan sangat menyentuh hati. Bagaimana Orang-orang dahulu yang pernah mendapat kitab ALLOH, yang kemudian mereka ingkar kepada ALLOH SWT, yaitu mereka mendapat kutukan. Sebagaimana firman-Nya

وَلَقَدْ عَلِمْتُمُ الَّذِينَ اعْتَدَواْ مِنكُمْ فِي السَّبْتِ فَقُلْنَا لَهُمْ كُونُواْ قِرَدَةً خَاسِئِينَ ﴿٦٥﴾

Dan sesungguhnya telah Kami ketahui orang-orang yang melanggar di antaramu pada hari Sabtu, lalu Kami berfirman kepada mereka:”Jadilah kamu kera yang hina”. (QS. 2:65)

قُلْ هَلْ أُنَبِّئُكُم بِشَرٍّ مِّن ذَلِكَ مَثُوبَةً عِندَ اللّهِ مَن لَّعَنَهُ اللّهُ وَغَضِبَ عَلَيْهِ وَجَعَلَ مِنْهُمُ الْقِرَدَةَ وَالْخَنَازِيرَ وَعَبَدَ الطَّاغُوتَ أُوْلَـئِكَ شَرٌّ مَّكَاناً وَأَضَلُّ عَن سَوَاء السَّبِيلِ ﴿٦٠﴾

Katakanlah:”Apakah akan aku beritakan kepadamu tentang orang-orang yang lebih buruk pembalasannya dari (orang-orang fasik ) itu disisi ALLOH, yaitu orang-orang yang dikutuki dan dimurkai ALLOH, diantara mereka (ada) yang dijadikan kera dan babi (dan orang yang) menyembah Taghut”. Mereka itu lebih buruk tempatnya dan lebih tersesat dari jalan yang lurus. (QS. 5:60)

فَلَمَّا عَتَوْاْ عَن مَّا نُهُواْ عَنْهُ قُلْنَا لَهُمْ كُونُواْ قِرَدَةً خَاسِئِينَ ﴿١٦٦﴾

Maka tatkala mereka bersikap sombong terhadap apa yang mereka dilarang mengerjakannya, Kami katakan kepadanya:”Jadilah kamu kera yang hina”. (QS. 7:166)

Umat beragama yang mengabaikan tuntunan agamanya dan mereka mengingkari ketaatan kepada ALLOH, dan mereka ingkar dengan keingkaran yang nyata, maka berlaku hukum sunatulloh, yaitu mereka akan mendapat kutukan ALLOH.
Sebagaian Ahli tafsir ada yang menyampaikan bahwa mereka benar-benar secara fisik berubah menjadi kera dan babi sungguhan, dan kemudian hidup sebentar dan kemudian mati. Namun ada pula yang menyampaikan bahwa mereka memiliki kejiwaan seperti kera dan seperti babi.
Segala puji Bagi ALLOH, orang-orang beriman, yang masih memiliki iman, maka segala hidupnya dituntun dengan keimanannya, baik saat  berpikir, berperasaan, melihat, mendengar maupun saat berkata-kata. Sehingga dapat kita lihat bahwa orang-orang beriman adalah orang yang tidak pernah berbuat merugikan dirinya, merugikan orang lain atau merusak lingkungannya. Karena setiap pelanggaran akan berbuah dosa, dan dosa akan berbuah siksa. Apakah siksa di dunia dan di akherat.
Sebaliknya orang yang telah melanggar larangan ALLOH, iman akan tercabut, dan secara sederhana orang yang telah kehilangan iman, seluruh aqal, hati dan indranya tidak lagi dituntun dengan iman. Maka ALLOH mengumpamakan mereka seperti kera yang hina atau seperti babi.
Diantara penjelasan orang berilmu sifat-sifat nyata binatang kera, adalah selalu tampil mencari  perhatian, dan suka jahil kepada kera yang lain. Demikian pula sifat babi adalah tidak punya malu dan memakan makanan yang kotor-kotor. Bila manusia sudah kehilangan iman, maka segala perbuatannya sudah keluar dari  jalan iman dan  amal sholih dan keikhlasan, yang ada adalah hati yang terkandung diantaranya sifat-sifat jahat antara lain  mudah geram, kejam, bengis, sombong, emosi tinggi, ingin menguasai, demdam, iri, gelora bertikai, gelora memuaskan nafsu syahwat dan nafsu syaiton, dan setumpuk sifat-sifat jahat yang semuanya sangat dimurkai ALLOH SWT.

2. Siksaan  Fisik Akibat Ulah Manusia sendiri
Bila manusia telah keluar dari jalan ibadah, jalan iman dan amal sholih, dan manusia telah memasuki jalan-jalan terkutuk, maka yang paling segera menjadi korban adalah diri-diri manusia itu sendiri. ALLOH menggambarkan dalam sebuah firman-Nya

قُلْ هُوَ الْقَادِرُ عَلَى أَن يَبْعَثَ عَلَيْكُمْ عَذَاباً مِّن فَوْقِكُمْ أَوْ مِن تَحْتِ أَرْجُلِكُمْ أَوْ يَلْبِسَكُمْ شِيَعاً وَيُذِيقَ بَعْضَكُم بَأْسَ بَعْضٍ انظُرْ كَيْفَ نُصَرِّفُ الآيَاتِ لَعَلَّهُمْ يَفْقَهُونَ ﴿٦٥﴾

Katakanlah:”Dia yang berkuasa untuk mengirimkan azab kepadamu, dari atas kamu atau dari bawah kakimu atau Dia mencampurkan kamu dalam golongan-golongan (yang saling bertentangan) dan merasakan kepada sebahagian) kamu kepada keganasan sebahagian yang lain. Perhatikanlah, betapa Kami mendatangkan tanda-tanda kebesaran Kami silih berganti agar mereka memahami(nya). (QS. 6:65)
Manusia-manusia yang keluar dari fitrahnya,  yang akan segera nampak adalah sifat rakus dan sikap melampaui batas. Keadaan ini baik secara fisik maupun non fisik penyebabnya adalah manusia itu sendiri

مَّا أَصَابَكَ مِنْ حَسَنَةٍ فَمِنَ اللّهِ وَمَا أَصَابَكَ مِن سَيِّئَةٍ فَمِن نَّفْسِكَ وَأَرْسَلْنَاكَ لِلنَّاسِ رَسُولاً وَكَفَى بِاللّهِ شَهِيداً ﴿٧٩﴾

Apa saja nikmat yang kamu peroleh adalah dari ALLOH, dan apa saja bencana yang menimpamu, maka dari (kesalahan) dirimu sendiri. Kami mengutusmu menjadi Rasul kepada segenap manusia. Dan cukuplah ALLOH menjadi saksi. (QS. 4:79)
Akibat manusia meninggalkan iman dan amal sholih, maka manusia menjadi rakus, pendendam dan suka bertikai. Demikian pula kejadian kejadian kerusakan iklim di saat ini juga akibat kesalahan manusia.
Manusia telah menggunduli hijaun bumi, dan manusia telah menggunakan energi yang menjadikan atsmosfer menjadi  lebih panas. Sehingga daya serap atsmosfer terhadap uap air laut menjadi semakin meninggi. Maka bila terjadi hujan walaupun sesaat namun memiliki debit yang sangat mengejutkan. Banjir-banjir bandang yang semakin menjadi-jadi juga akibat ulah manusia itu sendiri. Cuaca Ekstrim menunjukkan pola baru ketidak stabilan penyebaran panas yang berlebih di muka bumi.
Sudah bertumpuk-tumpuk kerugian-kerugian manusia, membangun fisik dan merapikan fisik bertahun-tahun, berantakan oleh bencana banjir dalam waktu beberapa hari saja. Berapa kerugian yang ditanggung oleh manusia oleh bencana tersebut adalah sangat besar. Belum lagi bila membangun itu adalah dengan jalan hutang. Sudah jatuh tertimpa tangga.
Dapat dianalisa bahwa Kesusahan, kesengsaraan dan kekacauan didalam kehidupan manusia, ternyata bila dicari sumbernya berawal dari diri manusia, dari jiwa manusia, dari hati manusia, dari jiwa-jiwa yang telah membuang iman dan jiwa-jiwa yang lebih menyenangi kenikmatan fisik.  Bahkan jiwa yang telah membuang iman dan menempuh jalan-jalan  kejahatan, maka dengan kejahatan itu maka berkenan ALLOH  menimpakan kesusahan kepada mereka. Sudah jatuh tertimpa tangga yang kedua.


2.MENTAL

Kekalutan mental adalah gangguan kejiwaan akibat ketidak mampuan seseorang menghadapi persoalan yang harus diatasi sehingga yang bersangkutan bertingkah kurang wajar.
Gejala-gejala permulaan seseorang mengalami kekalutan mental :
  1.  Nampak pada jasmani : merasakan pusing, sesak napas, demam, nyeri pada lambung.
  2.  Nampak pada kejiwaan : rasa cemas, ketakutan patah hati, apatis, cemburu, mudah marah.
Tahapan-tahapan gangguan kejiwaan adalah :
  • Gangguan kejiwaan nampak dalam gejala-gejala kehidupan Si Penderita baik jasmi maupun rohani,
  • Usaha mempertahankan diri dengan cara negative,
  • Kekalutan merupakan titik patah (mental breakdown).
Sebab-sebab timbulnya kekalutan mental :
  • Kepribadian yang lemah akibat kondisi jasmani atau mental yang kurang sempurna,
  • Terjadinya konflik sosial budaya akibat norma, berbeda antara yang bersangkutan dengan apa yang ada dalam masyarakat sehingga ia tidak dapat menyesuaikan diri lagi,
Cara pematangan batin yang salah dengan memberikan reaksi yang berlebihan terhadap kehidupan sosial.
Proses-proses kekalutan mental yang dialami seseorang mendorongnya ke arah :
  1. Positif : trauma (luka jiwa), survive dalam hidup,
  2. Negatif : trauma diperlarutkan atau diperturutkan akhirnya frustasi.
Bentuk-Bentuk Frustasi
  1. Agresi : kemarahan yang meluap-luap akibat emosi tidak terkendali,
  2. Regresi : kembali pada pola reaksi primitif atau kekanak-kanakan,
  3. Fiksasi : pembatasan pada satu pola yang sama,
  4. Proyeksi : memproyeksikan kelemahan dan sikap-sikap sendiri yang negatif pada orang lain,
  5. Identifikasi : menyamakan diri dengan seseorang yang sukses dalam imajinasinya,
  6. Narsisme : merasa dirinya lebih superior daripada orang lain,
  7. Autisme : gejala menutup diri secara total dari dunia riil, puas dengan fantasinya sendiri.
Penderita kekalutan mental banyak terdapat dalam lingkungan seperti :
  • Kota-kota besar,
  • Anak-anak muda usia,
  • Wanita,
  • Orang yang tidak beragama,
  • Orang-orang yang terlalu mengejar materi.
Pengaruh Penderita..
Sikap yang timbul pada orang yang mengalami penderitaan berupa sikap positif ataupun sikap negatif.Contoh sikap negatif yaitu penyesalan karena tidak bahagia, sikap kecewa, putus asa, ingin bunuh diri. Kelanjutan dari sikap negatif ini dapat timbul sikap anti, misalkan tidak mau kawin, tidak punya gairah hidup.
Apabila sikap negatif dan sikap positif ini dikomunikasikan oleh para seniman kepada para pembaca, penonton, maka para pembaca, para penonton akan memberikan penilaiannya

3.JIWA

Penderitaan jiwa, berat maupun ringan, sudah menjadi bagian dari kehidupan manusia di zaman modern ini. Sadar atau tak sadar, banyak orang merasakan penderitaan dan rintihan dalam batinnya. Terhibur dalam keramaian tapi gelisah dalam kesendirian, menjerit dalam kesunyian, menemukan orang yang tepat untuk curhat sulit, orang tua tidak mengerti.


Problem ini dirasakan termasuk oleh orang-orang yang taat menjalankan kehidupan ritual agamanya sehari-hari. Dalam keramaian seperti tak ada masalah, ceria, riang dan gembira, tapi dalam kesendirian dan kesunyian, batinnya menjerit karena masalah tak hilang-hilang, beban perasaan terasa berat, stres oleh pekerjaan yang menumpuk, jodoh tak kunjung datang, uang dan materi berlimpah tapi tak ada ketenangan hidup, makanan banyak tapi tak ada kenikmatan dst. Akhirnya, tak betah di rumah, asing dengan diri sendiri, hidup merasa tak bermakna. Kebahagiaan tidak tahu entah ada dimana.
Apa yang dilakukan untuk mengatasi masalah-masalah seperti ini? Umumnya kita melakukan tiga berikut ini: Pertama, refresing dalam berbagai bentuknya seperti rekreasi, hiburan, nonton, olah raga, jalan-jalan, kumpul-kumpul, nongkrong di café, belanja menghabiskan waktu dan uang. Kedua, menyibukkan diri dalam berbagai aktifitas yang diharapkannya bisa melupakan problem-problem hidupnya untuk sementara. Ketiga, menghukum dirinya dengan duduk berjam-jam depan komputer menghabiskan waktu dengan main game, chatting atau yang paling populer sekarang, fesbukan. Ditulislah status-status yang berisi kalimat-kalimat indah, puisi atau curhat yang mengkespresikan penderitaan jiwa yang sedang dialaminya: tentang kehampaan hidup, ketiadaan cinta, kesendirian, kekecewaan dan lain-lain. Dengan cara-cara itu ia berharap penderitaannya akan berkurang atau hilang. Tapi kenyataan tidak, masalah tetap saja muncul dan muncul lagi. Mengatasi penderitaan jiwa kepada aktivitas-aktivitas hiburan seperti itu karena kebingungannya harus bagaimana dan melakukan apa. Masalah tetap saja lestari. Akhirnya, tindakan menjadi salah kaprah. Yang menderita jiwa, yang diobatinya fisik. Sumber masalahnya dalam batin, tapi yang kita lakukan tindakan-tindakan lahir. Yang merasakannya hati tapi jawabannya adalah fikiran atau tindakan-tindakan rasional. Ibaratnya, motor rusak dibawa ke puskesmas, sakit gigi datang ke bengkel, demam pergi ke tukang jahit. Akhirnya, masalah tidak hilang-hilang!
Mengatasi penderitaan jiwa dengan bentuk-bentuk hiburan tidak akan menyelesaikan apa yang sedang kita rasakan. Yang kita dapatkan dari hiburan hanyalah kegembiraan atau kesenangan sesaat yang ketika pulang ke rumah atau kembali pada kesendirian, derita-derita itu datang lagi. Begitulah seterusnya. Karena sudah menjadi sistem kesadaran yang berlangsung lama, akhirnya penderitaan muncul terus-menerus. Di hadapan orang, mungkin penderitaan itu bisa kita sembunyikan, kita seolah biasa-biasa saja, tapi hati tidak bisa dipungkiri apalagi saat-saat menyendiri. Derita-derita itu sungguh sangat menyiksa.
Tidak Tepat Terapi
Salah terapi membuat masalah tidak sembuh-sembuh sehingga penderitaan datang terus-menerus. Setiap masalah yang dialami manusia ada sebab dan akar-akarnya sendiri. Karena itu, proses penyembuhannya pun berbeda satu sama lain. Penyembuhan dengan pendekatan agama secara umum, misalnya dengan memperbanyak dzikir, shalat sunat atau sabar dan tawakkal tidak akan menyelesaikan masalah karena itu semua tidak mengungkap akar-akar masalahya. Ibaratnya, harusnya datang ke dokter spesialis tapi kita datang ke dokter umum.
Mengatasi kesulitan hidup yang memproduksi keluhan-keluhan jiwa bukan dengan sabar dan tawakal yang sering diartikan menerima dengan pasif atau dengan wirid/dzikir sekian ribu kali, istikharah, puasa senin-kamis, tahajjud atau baca asma ul-husna dengan bilangan tertentu. Semua praktek itu untuk menenangkan jiwa bukan untuk menyelesaikan masalah. Banyak mengingat Allah dengan berdzikir itu untuk menenangkan hati: “Ala bidzikrillahi tathma’innul qulub” (Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah, hati menjadi tenang), bukan untuk membereskan masalah hingga selesai dan tidak muncul lagi. Buktinya, banyak orang rajin berdzikir tapi mental buruknya tetap saja tidak hilang, banyak orang shalatnya rajin tapi ketika mengejar keinginan tetap saja menghalalkan segala cara, banyak orang sabar dan tawakkal tetap saja jodohnya tidak datang, orang rajin puasa sunat tapi tetap saja kesadaran hidupnya rendah. Bukan ritual agamanya yang salah, tapi antara masalah dengan penyelesaian tidak nyambung, bukan ibadah yang salah, tapi pengobatan tidak tepat.
Shalat sunat, puasa sunat atau dzikir adalah ibadah tambahan untuk melengkapi atau menyempurnakan ibadah-ibadah wajib yang banyak kekurangannya atau yang kita kerjakan tidak maksimal. Ibadah-ibadah sunah itu kita laksanakan sebagai ketaatan pada nabi untuk mencontoh perilaku dan kebiasaan beliau sebagai teladan yang baik (uswatun hasanah). Kalau pun berdampak pada berkurangnya beban masalah atau kesembuhan penyakit, itu karena kasih sayang Allah saja, bukan oleh ibadah-ibadah itu, dan bukan untuk tujuan menyelesaikan masalah kita beridabah kepada Tuhan.
Bagaimana Mengatasi Masalah yang Tepat?
Ketika penderitaan-penderitaan jiwa menghimpit seseorang pengobatannya bukan dengan memperbanyak dzikir, wirid atau membaca asma ul-husna, apalagi refreshing ke tempat-tempat hiburan. Yang seharusnya dilakukan adalah merenung dan merenung, menghisab diri (introspeksi) atas semua kesalahan, dosa, pembangkangan dan pelanggaran-pelanggaran agama yang pernah dilakukan. Tapi, ini agak sulit. Tidak mudah orang menemukan dan menyadari kesalahan-kesalahannya sendiri. Maka, cara yang benar adalah carilah orang yang bisa memberikan nasehat!! Tanyakanlah mengapa masalah demi masalah datang tak habis-habisnya, kemudian duduk, diam dan dengarkan orang yang menasehati kita.
Orang yang diminta nasehat harus orang yang tepat: yang bersih hatinya, lurus hidupnya, jernih pandangannya, taat agamanya, satu kata antara hati dan perbuatannya, bisa menguasai hawa nafsunya dan tidak mencintai dunia. Dan yang penting dicatat, bukan orang (termasuk kiayi atau ahli hikmah) yang memberikan resep-resep instan agar masalah cepat selsesai, tapi yang bisa menguraikan kesalahan-kesalahan kita, membeberkan kelemahan dan kekurangan kita, yang menunjukkan keburukan-keburukan kita, yang semua menjadi penyebab yang tidak disadari (hijab ruhani) munculnya penyakit-penyakit dalam diri kita, lahir maupun batin.
Mencari orang seperti itu tidak susah bila ada kemauan. Malas atau membayangkan sulit mencarinya adalah penghalang pertama dari kesembuhan. Cara untuk menemukan orang seperti itu adalah dengan menghidupkan kepekaan hati atau qalbu kita: siapakah dalam lingkungan pergaulan kita, atau yang pernah kita kenal atau kita dengar memiliki atau paling dekat dengan sifat-sifat yang disebutkan di atas. Kuburkanlah status sosial kita saat mencari orang seperti itu, jauhkanlah kesombongan karena kebenaran tak ditemukan melalui gengsi dan keangkuhan. Semakin mampu kita menguburkan egosime dan kesombongan, semakin rendah memandang diri sendiri, semakin merasa diri penuh dengan kelemahan dan kekurangan bahkan kehinaan, Insya Allah, “antena” kita makin kuat untuk menangkap sinyal dimana orang yang layak memberikan nasehat itu berada. Dan itu tak selalu berhubungan dengan ketenaran, usia, sebutan kiayi, ustadz dan sebagainya.
Bila sudah menemukannya, datangi lalu pintalah nasehatnya. Tanyakanlah mengapa kita selalu banyak masalah. Tanyakanlah mengapa kita terpuruk, mengapa kita jatuh, mengapa kita stres, mengapa kita tidak dihormati orang, mengapa sulit mencari jodoh, mengapa anak-anak di rumah tidak hormat dan sulit diatur dst. Tanyakanlah kesalahan dan keburukan apa yang kita lakukan. Ketika nasehat diberikan, praktekkanlah rumus 3D: duduk, diam, dengarkan! Hanya itu yang patut kita lakukan saat mendengarkan nasehat. Janganlah pernah membantah nasehat dengan penjelasan dan kata-kata, dengan pikiran, dengan argumen, bela diri dan apologi. Bila itu ditunjukkan, itulah penghalang kedua dari kesembuhan.
Penyakit umum kita adalah membantah nasehat dan banyak menjelaskan. Buanglah jauh-jauh kedua sifat itu. Argumen dan penjelasan diperlukan dalam kegiatan diskusi bukan saat menerima nasehat. Salah satu problem akut manusia modern adalah sulitnya menundukkan hati untuk mendengarkan nasehat dengan rendah hati, tawadhu dan pengakuan kesalahan. Bila rumus 3D itu dijalankan, Insya Allah, jawaban dari persoalan-persoalan hidup yang kita rasakan akan berkurang kemudian hilang. Mengapa? Karena kita melakukan secara tepat tiga hal: benar memahami masalah diri, benar kemana kita harus datang, dan benar apa yang harus kita lakukan. Tepat identifikasi masalah, tepat cara/metoda dan tepat langkah, pasti akan mendatangkan tepat hasil.[] Wallahu’alam!

4.BATIN


Derita artinya menanggung atau merasakan susuatu yang tidak menyenangkan Penderitaan dapat dibagi menjadi dua kategori yakni, Derita lahir dan derita batin,jenis dari penderitaan ini ada yang berat maupun ringan, tapi jenis ini tergantung kepada individu masing masing bagaimana cara memangdangnnya karena belum tentu sesuatu yang dianggap penderitaan oleh seseorang dianggap penderitaan oleh orang lain.,Setiap individu pastilah pernah yang mengalami kebahagian dan penderitaan karena hidup ini seperti roda berputar yang kadangkala kita berada diatas dan kadang kita ada dibawah, Tuhan memberikan kebahagian dan penderitaan pasti memiliki maksud dan tujuan agar kita selalu ingat kepada-NYA . Tuhan memberikan penderitaan kepada seseorang itu karena Tuhan sayang kepada kita, sayang dalam artiaan Tuhan ingin menguji kita sebelum mengangkat kita ke derajat yang lebih tinggi, Tuhan memberikan penderitaan kepada seseorang pastilah dapat diatasi oleh orang tersebut Tuhan tidak pernah memberikan apa yang di luar kuasa umatnya ,setiap penderitaan yang diberikan Tuhan kepada kita pasti Tuhan telah menyediakan kebahagian di Akhirnya tentu saja itu bergantung pada apa yang kita lakukan untuk mencapai titik kebahagiaan itu .bagi seseorang yang kuat imannya tentu akan senantiasa mensyukuri apa yang telah Tuhan berikan baik kebahagiaan maupun penderitaan dalam surat al- insyirah : “Setelah ada kesulitan pasti ada kemudahan” di sini kita harus selalu percaya bahwa Setelah adanya penderitaan - penderitaan yang kita alami pasti ada kemudahan yang akan kita lalui karena Tuhan tidak pernah memberikan cobaan melebihi batas kemampuan umatnya. Bentuk penderitaan dapat bermacam macam yang perama dapat berupa siksaan, siksaan dapat berupa siksaan fisik maupun siksaan batin , telah banyak diberitakan di media massa saat ini mengenain penyiksaan fisik berupa perampokan , pemerkosaan adapun siksaan yang bersifat psikis seperti kebimbangan ketakutan dan kesepian hal seperti ini pastilah pernah kita hadapi dalam kehidupan kita , kebimbangan muncul ketika seseorang dihadapi dengan situasi ketika ia harus memutuskan sesuatu dan ia tidak dapat memutuskannya, kebimbangan yang terus-menerus akan menjadi penderitaan batin bagi seseorang , Kesepian dialami oleh seseorang merupakan rasa sepi dalam dirinya atau jiwanya, walaupun ia dalam lingkungan orang ramai untuk mengatasi rasa kesepian ini seseorang harus mencari seseorang untuk memecah rasa sepi dihatinya karena bagaimanapun manusia merupan makhluk sosial yang membutuhkan orang lain Penderitaan batin dalam ilmu psikologi dikenal sebagai kekalutan mental. Secara lebih sederhana kekalutan mental dapat dirumuskan sebagai gangguan kejiwaan akibat ketidak mampuan seseorang menghadapi persoalan yang harus diatasi sehingga yang bersangkutan bertingkah secara kurang wajar. Gejala – gejala permulaan bagi seseorang yang mengalami kekalutan mental adalah :Tampak pada jasmani yang sering merasakan pusing, sesak napas, demam, nyeri pada lambung. Tampak pada kejiwaannya dengan rasa cemas, ketakutan, patah hati, apatis, cemburu, mudah marah. Sebab – sebab timbulnya kekalutan mental, dapat banyak disebutkan antara lain sebagai berikut : Kepribadian yang lemah akibat kondisi jasmani atau mental yang kurang sempurna. Hal – hal tersebut sering menyebabkan yang bersangkutan merasa rendah diri yang secara berangsur – angsur akan menyudutkan kedudukannya dan menghancurkan mentalnya. Terjadinya konflik sosial budaya akibat norma berbeda antara yang bersangkutan denga apa yang ada dalam masyarakat.Cara pematangan batin yang salah dengan memberikan reaksi yang berlebihan terhadap kehidupan sosial, over acting sebagai over compensatie. Orang yang mengalami penderitaan mungkin akan memperoleh pengaruh bermacam-macam dan sikap dalam dirinya. Sikap dalam dirinya. Sikap yang timbul dapat berupa sikap positif ataupun sikap negatif. Sikap negatif misalnya penyesalan karena tidak bahagia, sikap kecewa, putus asa, ingin bunuh diri Sikap positif yaitu sikap optimis mengatasi penderitaan hidup, bahwa hidup bukan rangkaian penderitaan, melainkan perjuangan membebaskan diri dari penderitaan, dan penderitaan itu adalah hanya bagian dari kehidupan. Sikap positif biasanya kreatif, tidak mudah menyerah Manusia memang tidak seterusnya selalu mendapatkan kenikmatan dalam hidupnya. Terkadang kehidupan selalu diselingi dengan adanya penderitaan dan itu akan terjadi pada setiap makhluk hidup terutama manusia. Memang penderitaan itu akan berdampak buruk bagi kehidupan, namun sebagai manusia yaang dianugrahi akal pikiran. Sebaiknya harus siap-siap menghadapi hal tesebut. Karena kita tidak tahu akan terjadi kapan penderitaan yang akan dialami kita pada suatu saat nanti. Sebagai peduli terhadap penderitaan orang lain, biasanya ada suatu pihak yang memanfaatkan hal itu sebagai bahan pembuat barita atau sebagai karya seni yang beguna untuk media informasi. Jadi, dengan cara itu akan membuat seseorang yang melihat media informasi akan merasa priharin terhadap penderitaan seseorang dan akan menciptakan saling sikap peduli satu sama lain.

Selengkapnya : http://www.kompasiana.com/muhammad.iqbal.94/manusia-dan-penderitaan_55295074f17e61445e8b456d
Derita artinya menanggung atau merasakan susuatu yang tidak menyenangkan Penderitaan dapat dibagi menjadi dua kategori yakni, Derita lahir dan derita batin,jenis dari penderitaan ini ada yang berat maupun ringan, tapi jenis ini tergantung kepada individu masing masing bagaimana cara memangdangnnya karena belum tentu sesuatu yang dianggap penderitaan oleh seseorang dianggap penderitaan oleh orang lain.,Setiap individu pastilah pernah yang mengalami kebahagian dan penderitaan karena hidup ini seperti roda berputar yang kadangkala kita berada diatas dan kadang kita ada dibawah, Tuhan memberikan kebahagian dan penderitaan pasti memiliki maksud dan tujuan agar kita selalu ingat kepada-NYA . Tuhan memberikan penderitaan kepada seseorang itu karena Tuhan sayang kepada kita, sayang dalam artiaan Tuhan ingin menguji kita sebelum mengangkat kita ke derajat yang lebih tinggi, Tuhan memberikan penderitaan kepada seseorang pastilah dapat diatasi oleh orang tersebut Tuhan tidak pernah memberikan apa yang di luar kuasa umatnya ,setiap penderitaan yang diberikan Tuhan kepada kita pasti Tuhan telah menyediakan kebahagian di Akhirnya tentu saja itu bergantung pada apa yang kita lakukan untuk mencapai titik kebahagiaan itu .bagi seseorang yang kuat imannya tentu akan senantiasa mensyukuri apa yang telah Tuhan berikan baik kebahagiaan maupun penderitaan dalam surat al- insyirah : “Setelah ada kesulitan pasti ada kemudahan” di sini kita harus selalu percaya bahwa Setelah adanya penderitaan - penderitaan yang kita alami pasti ada kemudahan yang akan kita lalui karena Tuhan tidak pernah memberikan cobaan melebihi batas kemampuan umatnya. Bentuk penderitaan dapat bermacam macam yang perama dapat berupa siksaan, siksaan dapat berupa siksaan fisik maupun siksaan batin , telah banyak diberitakan di media massa saat ini mengenain penyiksaan fisik berupa perampokan , pemerkosaan adapun siksaan yang bersifat psikis seperti kebimbangan ketakutan dan kesepian hal seperti ini pastilah pernah kita hadapi dalam kehidupan kita , kebimbangan muncul ketika seseorang dihadapi dengan situasi ketika ia harus memutuskan sesuatu dan ia tidak dapat memutuskannya, kebimbangan yang terus-menerus akan menjadi penderitaan batin bagi seseorang , Kesepian dialami oleh seseorang merupakan rasa sepi dalam dirinya atau jiwanya, walaupun ia dalam lingkungan orang ramai untuk mengatasi rasa kesepian ini seseorang harus mencari seseorang untuk memecah rasa sepi dihatinya karena bagaimanapun manusia merupan makhluk sosial yang membutuhkan orang lain Penderitaan batin dalam ilmu psikologi dikenal sebagai kekalutan mental. Secara lebih sederhana kekalutan mental dapat dirumuskan sebagai gangguan kejiwaan akibat ketidak mampuan seseorang menghadapi persoalan yang harus diatasi sehingga yang bersangkutan bertingkah secara kurang wajar. Gejala – gejala permulaan bagi seseorang yang mengalami kekalutan mental adalah :Tampak pada jasmani yang sering merasakan pusing, sesak napas, demam, nyeri pada lambung. Tampak pada kejiwaannya dengan rasa cemas, ketakutan, patah hati, apatis, cemburu, mudah marah. Sebab – sebab timbulnya kekalutan mental, dapat banyak disebutkan antara lain sebagai berikut : Kepribadian yang lemah akibat kondisi jasmani atau mental yang kurang sempurna. Hal – hal tersebut sering menyebabkan yang bersangkutan merasa rendah diri yang secara berangsur – angsur akan menyudutkan kedudukannya dan menghancurkan mentalnya. Terjadinya konflik sosial budaya akibat norma berbeda antara yang bersangkutan denga apa yang ada dalam masyarakat.Cara pematangan batin yang salah dengan memberikan reaksi yang berlebihan terhadap kehidupan sosial, over acting sebagai over compensatie. Orang yang mengalami penderitaan mungkin akan memperoleh pengaruh bermacam-macam dan sikap dalam dirinya. Sikap dalam dirinya. Sikap yang timbul dapat berupa sikap positif ataupun sikap negatif. Sikap negatif misalnya penyesalan karena tidak bahagia, sikap kecewa, putus asa, ingin bunuh diri Sikap positif yaitu sikap optimis mengatasi penderitaan hidup, bahwa hidup bukan rangkaian penderitaan, melainkan perjuangan membebaskan diri dari penderitaan, dan penderitaan itu adalah hanya bagian dari kehidupan. Sikap positif biasanya kreatif, tidak mudah menyerah Manusia memang tidak seterusnya selalu mendapatkan kenikmatan dalam hidupnya. Terkadang kehidupan selalu diselingi dengan adanya penderitaan dan itu akan terjadi pada setiap makhluk hidup terutama manusia. Memang penderitaan itu akan berdampak buruk bagi kehidupan, namun sebagai manusia yaang dianugrahi akal pikiran. Sebaiknya harus siap-siap menghadapi hal tesebut. Karena kita tidak tahu akan terjadi kapan penderitaan yang akan dialami kita pada suatu saat nanti. Sebagai peduli terhadap penderitaan orang lain, biasanya ada suatu pihak yang memanfaatkan hal itu sebagai bahan pembuat barita atau sebagai karya seni yang beguna untuk media informasi. Jadi, dengan cara itu akan membuat seseorang yang melihat media informasi akan merasa priharin terhadap penderitaan seseorang dan akan menciptakan saling sikap peduli satu sama lain.

Selengkapnya : http://www.kompasiana.com/muhammad.iqbal.94/manusia-dan-penderitaan_55295074f17e61445e8b456d
Derita artinya menanggung atau merasakan susuatu yang tidak menyenangkan Penderitaan dapat dibagi menjadi dua kategori yakni, Derita lahir dan derita batin,jenis dari penderitaan ini ada yang berat maupun ringan, tapi jenis ini tergantung kepada individu masing masing bagaimana cara memangdangnnya karena belum tentu sesuatu yang dianggap penderitaan oleh seseorang dianggap penderitaan oleh orang lain.,Setiap individu pastilah pernah yang mengalami kebahagian dan penderitaan karena hidup ini seperti roda berputar yang kadangkala kita berada diatas dan kadang kita ada dibawah, Tuhan memberikan kebahagian dan penderitaan pasti memiliki maksud dan tujuan agar kita selalu ingat kepada-NYA . Tuhan memberikan penderitaan kepada seseorang itu karena Tuhan sayang kepada kita, sayang dalam artiaan Tuhan ingin menguji kita sebelum mengangkat kita ke derajat yang lebih tinggi, Tuhan memberikan penderitaan kepada seseorang pastilah dapat diatasi oleh orang tersebut Tuhan tidak pernah memberikan apa yang di luar kuasa umatnya ,setiap penderitaan yang diberikan Tuhan kepada kita pasti Tuhan telah menyediakan kebahagian di Akhirnya tentu saja itu bergantung pada apa yang kita lakukan untuk mencapai titik kebahagiaan itu .bagi seseorang yang kuat imannya tentu akan senantiasa mensyukuri apa yang telah Tuhan berikan baik kebahagiaan maupun penderitaan dalam surat al- insyirah : “Setelah ada kesulitan pasti ada kemudahan” di sini kita harus selalu percaya bahwa Setelah adanya penderitaan - penderitaan yang kita alami pasti ada kemudahan yang akan kita lalui karena Tuhan tidak pernah memberikan cobaan melebihi batas kemampuan umatnya. Bentuk penderitaan dapat bermacam macam yang perama dapat berupa siksaan, siksaan dapat berupa siksaan fisik maupun siksaan batin , telah banyak diberitakan di media massa saat ini mengenain penyiksaan fisik berupa perampokan , pemerkosaan adapun siksaan yang bersifat psikis seperti kebimbangan ketakutan dan kesepian hal seperti ini pastilah pernah kita hadapi dalam kehidupan kita , kebimbangan muncul ketika seseorang dihadapi dengan situasi ketika ia harus memutuskan sesuatu dan ia tidak dapat memutuskannya, kebimbangan yang terus-menerus akan menjadi penderitaan batin bagi seseorang , Kesepian dialami oleh seseorang merupakan rasa sepi dalam dirinya atau jiwanya, walaupun ia dalam lingkungan orang ramai untuk mengatasi rasa kesepian ini seseorang harus mencari seseorang untuk memecah rasa sepi dihatinya karena bagaimanapun manusia merupan makhluk sosial yang membutuhkan orang lain Penderitaan batin dalam ilmu psikologi dikenal sebagai kekalutan mental. Secara lebih sederhana kekalutan mental dapat dirumuskan sebagai gangguan kejiwaan akibat ketidak mampuan seseorang menghadapi persoalan yang harus diatasi sehingga yang bersangkutan bertingkah secara kurang wajar. Gejala – gejala permulaan bagi seseorang yang mengalami kekalutan mental adalah :Tampak pada jasmani yang sering merasakan pusing, sesak napas, demam, nyeri pada lambung. Tampak pada kejiwaannya dengan rasa cemas, ketakutan, patah hati, apatis, cemburu, mudah marah. Sebab – sebab timbulnya kekalutan mental, dapat banyak disebutkan antara lain sebagai berikut : Kepribadian yang lemah akibat kondisi jasmani atau mental yang kurang sempurna. Hal – hal tersebut sering menyebabkan yang bersangkutan merasa rendah diri yang secara berangsur – angsur akan menyudutkan kedudukannya dan menghancurkan mentalnya. Terjadinya konflik sosial budaya akibat norma berbeda antara yang bersangkutan denga apa yang ada dalam masyarakat.Cara pematangan batin yang salah dengan memberikan reaksi yang berlebihan terhadap kehidupan sosial, over acting sebagai over compensatie. Orang yang mengalami penderitaan mungkin akan memperoleh pengaruh bermacam-macam dan sikap dalam dirinya. Sikap dalam dirinya. Sikap yang timbul dapat berupa sikap positif ataupun sikap negatif. Sikap negatif misalnya penyesalan karena tidak bahagia, sikap kecewa, putus asa, ingin bunuh diri Sikap positif yaitu sikap optimis mengatasi penderitaan hidup, bahwa hidup bukan rangkaian penderitaan, melainkan perjuangan membebaskan diri dari penderitaan, dan penderitaan itu adalah hanya bagian dari kehidupan. Sikap positif biasanya kreatif, tidak mudah menyerah Manusia memang tidak seterusnya selalu mendapatkan kenikmatan dalam hidupnya. Terkadang kehidupan selalu diselingi dengan adanya penderitaan dan itu akan terjadi pada setiap makhluk hidup terutama manusia. Memang penderitaan itu akan berdampak buruk bagi kehidupan, namun sebagai manusia yaang dianugrahi akal pikiran. Sebaiknya harus siap-siap menghadapi hal tesebut. Karena kita tidak tahu akan terjadi kapan penderitaan yang akan dialami kita pada suatu saat nanti. Sebagai peduli terhadap penderitaan orang lain, biasanya ada suatu pihak yang memanfaatkan hal itu sebagai bahan pembuat barita atau sebagai karya seni yang beguna untuk media informasi. Jadi, dengan cara itu akan membuat seseorang yang melihat media informasi akan merasa priharin terhadap penderitaan seseorang dan akan menciptakan saling sikap peduli satu sama lain.

Selengkapnya : http://www.kompasiana.com/muhammad.iqbal.94/manusia-dan-penderitaan_55295074f17e61445e8b456dDerita artinya menanggung atau merasakan susuatu yang tidak menyenangkan Penderitaan dapat dibagi menjadi dua kategori yakni, Derita lahir dan derita batin,jenis dari penderitaan ini ada yang berat maupun ringan, tapi jenis ini tergantung kepada individu masing masing bagaimana cara memangdangnnya karena belum tentu sesuatu yang dianggap penderitaan oleh seseorang dianggap penderitaan oleh orang lain.,Setiap individu pastilah pernah yang mengalami kebahagian dan penderitaan karena hidup ini seperti roda berputar yang kadangkala kita berada diatas dan kadang kita ada dibawah, Tuhan memberikan kebahagian dan penderitaan pasti memiliki maksud dan tujuan agar kita selalu ingat kepada-NYA . Tuhan memberikan penderitaan kepada seseorang itu karena Tuhan sayang kepada kita, sayang dalam artiaan Tuhan ingin menguji kita sebelum mengangkat kita ke derajat yang lebih tinggi, Tuhan memberikan penderitaan kepada seseorang pastilah dapat diatasi oleh orang tersebut Tuhan tidak pernah memberikan apa yang di luar kuasa umatnya ,setiap penderitaan yang diberikan Tuhan kepada kita pasti Tuhan telah menyediakan kebahagian di Akhirnya tentu saja itu bergantung pada apa yang kita lakukan untuk mencapai titik kebahagiaan itu .bagi seseorang yang kuat imannya tentu akan senantiasa mensyukuri apa yang telah Tuhan berikan baik kebahagiaan maupun penderitaan dalam surat al- insyirah : “Setelah ada kesulitan pasti ada kemudahan” di sini kita harus selalu percaya bahwa Setelah adanya penderitaan - penderitaan yang kita alami pasti ada kemudahan yang akan kita lalui karena Tuhan tidak pernah memberikan cobaan melebihi batas kemampuan umatnya. Bentuk penderitaan dapat bermacam macam yang perama dapat berupa siksaan, siksaan dapat berupa siksaan fisik maupun siksaan batin , telah banyak diberitakan di media massa saat ini mengenain penyiksaan fisik berupa perampokan , pemerkosaan adapun siksaan yang bersifat psikis seperti kebimbangan ketakutan dan kesepian hal seperti ini pastilah pernah kita hadapi dalam kehidupan kita , kebimbangan muncul ketika seseorang dihadapi dengan situasi ketika ia harus memutuskan sesuatu dan ia tidak dapat memutuskannya, kebimbangan yang terus-menerus akan menjadi penderitaan batin bagi seseorang , Kesepian dialami oleh seseorang merupakan rasa sepi dalam dirinya atau jiwanya, walaupun ia dalam lingkungan orang ramai untuk mengatasi rasa kesepian ini seseorang harus mencari seseorang untuk memecah rasa sepi dihatinya karena bagaimanapun manusia merupan makhluk sosial yang membutuhkan orang lain Penderitaan batin dalam ilmu psikologi dikenal sebagai kekalutan mental. Secara lebih sederhana kekalutan mental dapat dirumuskan sebagai gangguan kejiwaan akibat ketidak mampuan seseorang menghadapi persoalan yang harus diatasi sehingga yang bersangkutan bertingkah secara kurang wajar. Gejala – gejala permulaan bagi seseorang yang mengalami kekalutan mental adalah :Tampak pada jasmani yang sering merasakan pusing, sesak napas, demam, nyeri pada lambung. Tampak pada kejiwaannya dengan rasa cemas, ketakutan, patah hati, apatis, cemburu, mudah marah. Sebab – sebab timbulnya kekalutan mental, dapat banyak disebutkan antara lain sebagai berikut : Kepribadian yang lemah akibat kondisi jasmani atau mental yang kurang sempurna. Hal – hal tersebut sering menyebabkan yang bersangkutan merasa rendah diri yang secara berangsur – angsur akan menyudutkan kedudukannya dan menghancurkan mentalnya. Terjadinya konflik sosial budaya akibat norma berbeda antara yang bersangkutan denga apa yang ada dalam masyarakat.Cara pematangan batin yang salah dengan memberikan reaksi yang berlebihan terhadap kehidupan sosial, over acting sebagai over compensatie. Orang yang mengalami penderitaan mungkin akan memperoleh pengaruh bermacam-macam dan sikap dalam dirinya. Sikap dalam dirinya. Sikap yang timbul dapat berupa sikap positif ataupun sikap negatif. Sikap negatif misalnya penyesalan karena tidak bahagia, sikap kecewa, putus asa, ingin bunuh diri Sikap positif yaitu sikap optimis mengatasi penderitaan hidup, bahwa hidup bukan rangkaian penderitaan, melainkan perjuangan membebaskan diri dari penderitaan, dan penderitaan itu adalah hanya bagian dari kehidupan. Sikap positif biasanya kreatif, tidak mudah menyerah Manusia memang tidak seterusnya selalu mendapatkan kenikmatan dalam hidupnya. Terkadang kehidupan selalu diselingi dengan adanya penderitaan dan itu akan terjadi pada setiap makhluk hidup terutama manusia. Memang penderitaan itu akan berdampak buruk bagi kehidupan, namun sebagai manusia yaang dianugrahi akal pikiran. Sebaiknya harus siap-siap menghadapi hal tesebut. Karena kita tidak tahu akan terjadi kapan penderitaan yang akan dialami kita pada suatu saat nanti. Sebagai peduli terhadap penderitaan orang lain, biasanya ada suatu pihak yang memanfaatkan hal itu sebagai bahan pembuat barita atau sebagai karya seni yang beguna untuk media informasi. Jadi, dengan cara itu akan membuat seseorang yang melihat media informasi akan merasa priharin terhadap penderitaan seseorang dan akan menciptakan saling sikap peduli satu sama lain.

Selengkapnya : http://www.kompasiana.com/muhammad.iqbal.94/manusia-dan-penderitaan_55295074f17e61445e8b456dDerita artinya menanggung atau merasakan susuatu yang tidak menyenangkan Penderitaan dapat dibagi menjadi dua kategori yakni, Derita lahir dan derita batin,jenis dari penderitaan ini ada yang berat maupun ringan, tapi jenis ini tergantung kepada individu masing masing bagaimana cara memangdangnnya karena belum tentu sesuatu yang dianggap penderitaan oleh seseorang dianggap penderitaan oleh orang lain.,Setiap individu pastilah pernah yang mengalami kebahagian dan penderitaan karena hidup ini seperti roda berputar yang kadangkala kita berada diatas dan kadang kita ada dibawah, Tuhan memberikan kebahagian dan penderitaan pasti memiliki maksud dan tujuan agar kita selalu ingat kepada-NYA . Tuhan memberikan penderitaan kepada seseorang itu karena Tuhan sayang kepada kita, sayang dalam artiaan Tuhan ingin menguji kita sebelum mengangkat kita ke derajat yang lebih tinggi, Tuhan memberikan penderitaan kepada seseorang pastilah dapat diatasi oleh orang tersebut Tuhan tidak pernah memberikan apa yang di luar kuasa umatnya ,setiap penderitaan yang diberikan Tuhan kepada kita pasti Tuhan telah menyediakan kebahagian di Akhirnya tentu saja itu bergantung pada apa yang kita lakukan untuk mencapai titik kebahagiaan itu .bagi seseorang yang kuat imannya tentu akan senantiasa mensyukuri apa yang telah Tuhan berikan baik kebahagiaan maupun penderitaan dalam surat al- insyirah : “Setelah ada kesulitan pasti ada kemudahan” di sini kita harus selalu percaya bahwa Setelah adanya penderitaan - penderitaan yang kita alami pasti ada kemudahan yang akan kita lalui karena Tuhan tidak pernah memberikan cobaan melebihi batas kemampuan umatnya. Bentuk penderitaan dapat bermacam macam yang perama dapat berupa siksaan, siksaan dapat berupa siksaan fisik maupun siksaan batin , telah banyak diberitakan di media massa saat ini mengenain penyiksaan fisik berupa perampokan , pemerkosaan adapun siksaan yang bersifat psikis seperti kebimbangan ketakutan dan kesepian hal seperti ini pastilah pernah kita hadapi dalam kehidupan kita , kebimbangan muncul ketika seseorang dihadapi dengan situasi ketika ia harus memutuskan sesuatu dan ia tidak dapat memutuskannya, kebimbangan yang terus-menerus akan menjadi penderitaan batin bagi seseorang , Kesepian dialami oleh seseorang merupakan rasa sepi dalam dirinya atau jiwanya, walaupun ia dalam lingkungan orang ramai untuk mengatasi rasa kesepian ini seseorang harus mencari seseorang untuk memecah rasa sepi dihatinya karena bagaimanapun manusia merupan makhluk sosial yang membutuhkan orang lain Penderitaan batin dalam ilmu psikologi dikenal sebagai kekalutan mental. Secara lebih sederhana kekalutan mental dapat dirumuskan sebagai gangguan kejiwaan akibat ketidak mampuan seseorang menghadapi persoalan yang harus diatasi sehingga yang bersangkutan bertingkah secara kurang wajar. Gejala – gejala permulaan bagi seseorang yang mengalami kekalutan mental adalah :Tampak pada jasmani yang sering merasakan pusing, sesak napas, demam, nyeri pada lambung. Tampak pada kejiwaannya dengan rasa cemas, ketakutan, patah hati, apatis, cemburu, mudah marah. Sebab – sebab timbulnya kekalutan mental, dapat banyak disebutkan antara lain sebagai berikut : Kepribadian yang lemah akibat kondisi jasmani atau mental yang kurang sempurna. Hal – hal tersebut sering menyebabkan yang bersangkutan merasa rendah diri yang secara berangsur – angsur akan menyudutkan kedudukannya dan menghancurkan mentalnya. Terjadinya konflik sosial budaya akibat norma berbeda antara yang bersangkutan denga apa yang ada dalam masyarakat.Cara pematangan batin yang salah dengan memberikan reaksi yang berlebihan terhadap kehidupan sosial, over acting sebagai over compensatie. Orang yang mengalami penderitaan mungkin akan memperoleh pengaruh bermacam-macam dan sikap dalam dirinya. Sikap dalam dirinya. Sikap yang timbul dapat berupa sikap positif ataupun sikap negatif. Sikap negatif misalnya penyesalan karena tidak bahagia, sikap kecewa, putus asa, ingin bunuh diri Sikap positif yaitu sikap optimis mengatasi penderitaan hidup, bahwa hidup bukan rangkaian penderitaan, melainkan perjuangan membebaskan diri dari penderitaan, dan penderitaan itu adalah hanya bagian dari kehidupan. Sikap positif biasanya kreatif, tidak mudah menyerah Manusia memang tidak seterusnya selalu mendapatkan kenikmatan dalam hidupnya. Terkadang kehidupan selalu diselingi dengan adanya penderitaan dan itu akan terjadi pada setiap makhluk hidup terutama manusia. Memang penderitaan itu akan berdampak buruk bagi kehidupan, namun sebagai manusia yaang dianugrahi akal pikiran. Sebaiknya harus siap-siap menghadapi hal tesebut. Karena kita tidak tahu akan terjadi kapan penderitaan yang akan dialami kita pada suatu saat nanti. Sebagai peduli terhadap penderitaan orang lain, biasanya ada suatu pihak yang memanfaatkan hal itu sebagai bahan pembuat barita atau sebagai karya seni yang beguna untuk media informasi. Jadi, dengan cara itu akan membuat seseorang yang melihat media informasi akan merasa priharin terhadap penderitaan seseorang dan akan menciptakan saling sikap peduli satu sama lain.

Selengkapnya : http://www.kompasiana.com/muhammad.iqbal.94/manusia-dan-penderitaan_55295074f17e61445e8b456d
 Penderitaan Batin Manusia ( Manusia dan Penderitaan 
Penderitaan adalah suatu kondisi yang bersifat menyakitkan baik secara rohani maupun jasmani, Penderitaan termasuk realitas dunia dan manusia. Intensitas penderitaan bertingkat-tingkat, ada yang berat ada juga yang ringan. Namun peranan individu Juga menentukan berat tidaknya intensitas penderitaan. Suatu peristiwa yang dianggap penderitaan oleh seseorang belurn tentu merupakan penderitaan bagi orang lain. Dapat pula suatu penderitaan merupakan energi untuk bangkit bagi seseorang, atau sebagai langkah awal untuk mencapai kenikmatan dan kebahagiaan. Penderitaan tidak hanya bersifat fisik saja, tetapi juga dapat bersifat dari dalam atau dari hati contohnya penderitaan batin.
Penderitaan batin biasanya terjadi karena tekanan di dalam hati yang dikarenakan hal yang menyinggung. sedangkan penderitaan fisik terjadi diakibatkan hal yang nyata (ada tanda – tanda), contoh : terluka, sakit dan lain lain. Penderitaan terkadang bisa muncul dari sesuatu yang tidak diduga, contohnya penderitaan batin seorang anak yang merasa tidak mendapat waktu lebih dari seorang ayahnya dikarenakan kesibukan ayahnya. Mungkin memang terdengar sepele, tapi kenyataannya secara tidak langsung anak tersebut juga merasa menderita,.menderita karena ia tidak bisa merasakan kasih sayang yang lebih dari ayahnya seperti anak lain pada umumnya. Itu adalah contoh kecil dari penderitaan yang dialami manusia yang lebih tepatnya penderitaan batin. Dari sini terlihat bahwa terkadang masalah yang bersifat sepele pun tanpa disadari juga bisa menimbulkan penderitaan.
Penderitaan baik yang bersifat fisik maupun dari dalam tidak selamanya merugikan, kadangkala dari penderitaan manusia bisa belajar agar bisa menjalani hidup lebih baik lagi. Kesimpulannya, penderitaan tercipta agar kita lebih giat dan berusaha lagi untuk tidak berada kembali pada posisi itu. Dan yang harus kita lakukan saat penderitaan itu datang adalah, dengan berdoa,usaha,ikhtiar dan tawakal.
Derita artinya menanggung atau merasakan susuatu yang tidak menyenangkan Penderitaan dapat dibagi menjadi dua kategori yakni, Derita lahir dan derita batin,jenis dari penderitaan ini ada yang berat maupun ringan, tapi jenis ini tergantung kepada individu masing masing bagaimana cara memangdangnnya karena belum tentu sesuatu yang dianggap penderitaan oleh seseorang dianggap penderitaan oleh orang lain.,Setiap individu pastilah pernah yang mengalami kebahagian dan penderitaan karena hidup ini seperti roda berputar yang kadangkala kita berada diatas dan kadang kita ada dibawah, Tuhan memberikan kebahagian dan penderitaan pasti memiliki maksud dan tujuan agar kita selalu ingat kepada-NYA . Tuhan memberikan penderitaan kepada seseorang itu karena Tuhan sayang kepada kita, sayang dalam artiaan Tuhan ingin menguji kita sebelum mengangkat kita ke derajat yang lebih tinggi, Tuhan memberikan penderitaan kepada seseorang pastilah dapat diatasi oleh orang tersebut Tuhan tidak pernah memberikan apa yang di luar kuasa umatnya ,setiap penderitaan yang diberikan Tuhan kepada kita pasti Tuhan telah menyediakan kebahagian di Akhirnya tentu saja itu bergantung pada apa yang kita lakukan untuk mencapai titik kebahagiaan itu .bagi seseorang yang kuat imannya tentu akan senantiasa mensyukuri apa yang telah Tuhan berikan baik kebahagiaan maupun penderitaan dalam surat al- insyirah : “Setelah ada kesulitan pasti ada kemudahan” di sini kita harus selalu percaya bahwa Setelah adanya penderitaan - penderitaan yang kita alami pasti ada kemudahan yang akan kita lalui karena Tuhan tidak pernah memberikan cobaan melebihi batas kemampuan umatnya. Bentuk penderitaan dapat bermacam macam yang perama dapat berupa siksaan, siksaan dapat berupa siksaan fisik maupun siksaan batin , telah banyak diberitakan di media massa saat ini mengenain penyiksaan fisik berupa perampokan , pemerkosaan adapun siksaan yang bersifat psikis seperti kebimbangan ketakutan dan kesepian hal seperti ini pastilah pernah kita hadapi dalam kehidupan kita , kebimbangan muncul ketika seseorang dihadapi dengan situasi ketika ia harus memutuskan sesuatu dan ia tidak dapat memutuskannya, kebimbangan yang terus-menerus akan menjadi penderitaan batin bagi seseorang , Kesepian dialami oleh seseorang merupakan rasa sepi dalam dirinya atau jiwanya, walaupun ia dalam lingkungan orang ramai untuk mengatasi rasa kesepian ini seseorang harus mencari seseorang untuk memecah rasa sepi dihatinya karena bagaimanapun manusia merupan makhluk sosial yang membutuhkan orang lain Penderitaan batin dalam ilmu psikologi dikenal sebagai kekalutan mental. Secara lebih sederhana kekalutan mental dapat dirumuskan sebagai gangguan kejiwaan akibat ketidak mampuan seseorang menghadapi persoalan yang harus diatasi sehingga yang bersangkutan bertingkah secara kurang wajar. Gejala – gejala permulaan bagi seseorang yang mengalami kekalutan mental adalah :Tampak pada jasmani yang sering merasakan pusing, sesak napas, demam, nyeri pada lambung. Tampak pada kejiwaannya dengan rasa cemas, ketakutan, patah hati, apatis, cemburu, mudah marah. Sebab – sebab timbulnya kekalutan mental, dapat banyak disebutkan antara lain sebagai berikut : Kepribadian yang lemah akibat kondisi jasmani atau mental yang kurang sempurna. Hal – hal tersebut sering menyebabkan yang bersangkutan merasa rendah diri yang secara berangsur – angsur akan menyudutkan kedudukannya dan menghancurkan mentalnya. Terjadinya konflik sosial budaya akibat norma berbeda antara yang bersangkutan denga apa yang ada dalam masyarakat.Cara pematangan batin yang salah dengan memberikan reaksi yang berlebihan terhadap kehidupan sosial, over acting sebagai over compensatie. Orang yang mengalami penderitaan mungkin akan memperoleh pengaruh bermacam-macam dan sikap dalam dirinya. Sikap dalam dirinya. Sikap yang timbul dapat berupa sikap positif ataupun sikap negatif. Sikap negatif misalnya penyesalan karena tidak bahagia, sikap kecewa, putus asa, ingin bunuh diri Sikap positif yaitu sikap optimis mengatasi penderitaan hidup, bahwa hidup bukan rangkaian penderitaan, melainkan perjuangan membebaskan diri dari penderitaan, dan penderitaan itu adalah hanya bagian dari kehidupan. Sikap positif biasanya kreatif, tidak mudah menyerah Manusia memang tidak seterusnya selalu mendapatkan kenikmatan dalam hidupnya. Terkadang kehidupan selalu diselingi dengan adanya penderitaan dan itu akan terjadi pada setiap makhluk hidup terutama manusia. Memang penderitaan itu akan berdampak buruk bagi kehidupan, namun sebagai manusia yaang dianugrahi akal pikiran. Sebaiknya harus siap-siap menghadapi hal tesebut. Karena kita tidak tahu akan terjadi kapan penderitaan yang akan dialami kita pada suatu saat nanti. Sebagai peduli terhadap penderitaan orang lain, biasanya ada suatu pihak yang memanfaatkan hal itu sebagai bahan pembuat barita atau sebagai karya seni yang beguna untuk media informasi. Jadi, dengan cara itu akan membuat seseorang yang melihat media informasi akan merasa priharin terhadap penderitaan seseorang dan akan menciptakan saling sikap peduli satu sama lain.

Selengkapnya : http://www.kompasiana.com/muhammad.iqbal.94/manusia-dan-penderitaan_55295074f17e61445e8b456d
Derita artinya menanggung atau merasakan susuatu yang tidak menyenangkan Penderitaan dapat dibagi menjadi dua kategori yakni, Derita lahir dan derita batin,jenis dari penderitaan ini ada yang berat maupun ringan, tapi jenis ini tergantung kepada individu masing masing bagaimana cara memangdangnnya karena belum tentu sesuatu yang dianggap penderitaan oleh seseorang dianggap penderitaan oleh orang lain.,Setiap individu pastilah pernah yang mengalami kebahagian dan penderitaan karena hidup ini seperti roda berputar yang kadangkala kita berada diatas dan kadang kita ada dibawah, Tuhan memberikan kebahagian dan penderitaan pasti memiliki maksud dan tujuan agar kita selalu ingat kepada-NYA . Tuhan memberikan penderitaan kepada seseorang itu karena Tuhan sayang kepada kita, sayang dalam artiaan Tuhan ingin menguji kita sebelum mengangkat kita ke derajat yang lebih tinggi, Tuhan memberikan penderitaan kepada seseorang pastilah dapat diatasi oleh orang tersebut Tuhan tidak pernah memberikan apa yang di luar kuasa umatnya ,setiap penderitaan yang diberikan Tuhan kepada kita pasti Tuhan telah menyediakan kebahagian di Akhirnya tentu saja itu bergantung pada apa yang kita lakukan untuk mencapai titik kebahagiaan itu .bagi seseorang yang kuat imannya tentu akan senantiasa mensyukuri apa yang telah Tuhan berikan baik kebahagiaan maupun penderitaan dalam surat al- insyirah : “Setelah ada kesulitan pasti ada kemudahan” di sini kita harus selalu percaya bahwa Setelah adanya penderitaan - penderitaan yang kita alami pasti ada kemudahan yang akan kita lalui karena Tuhan tidak pernah memberikan cobaan melebihi batas kemampuan umatnya. Bentuk penderitaan dapat bermacam macam yang perama dapat berupa siksaan, siksaan dapat berupa siksaan fisik maupun siksaan batin , telah banyak diberitakan di media massa saat ini mengenain penyiksaan fisik berupa perampokan , pemerkosaan adapun siksaan yang bersifat psikis seperti kebimbangan ketakutan dan kesepian hal seperti ini pastilah pernah kita hadapi dalam kehidupan kita , kebimbangan muncul ketika seseorang dihadapi dengan situasi ketika ia harus memutuskan sesuatu dan ia tidak dapat memutuskannya, kebimbangan yang terus-menerus akan menjadi penderitaan batin bagi seseorang , Kesepian dialami oleh seseorang merupakan rasa sepi dalam dirinya atau jiwanya, walaupun ia dalam lingkungan orang ramai untuk mengatasi rasa kesepian ini seseorang harus mencari seseorang untuk memecah rasa sepi dihatinya karena bagaimanapun manusia merupan makhluk sosial yang membutuhkan orang lain Penderitaan batin dalam ilmu psikologi dikenal sebagai kekalutan mental. Secara lebih sederhana kekalutan mental dapat dirumuskan sebagai gangguan kejiwaan akibat ketidak mampuan seseorang menghadapi persoalan yang harus diatasi sehingga yang bersangkutan bertingkah secara kurang wajar. Gejala – gejala permulaan bagi seseorang yang mengalami kekalutan mental adalah :Tampak pada jasmani yang sering merasakan pusing, sesak napas, demam, nyeri pada lambung. Tampak pada kejiwaannya dengan rasa cemas, ketakutan, patah hati, apatis, cemburu, mudah marah. Sebab – sebab timbulnya kekalutan mental, dapat banyak disebutkan antara lain sebagai berikut : Kepribadian yang lemah akibat kondisi jasmani atau mental yang kurang sempurna. Hal – hal tersebut sering menyebabkan yang bersangkutan merasa rendah diri yang secara berangsur – angsur akan menyudutkan kedudukannya dan menghancurkan mentalnya. Terjadinya konflik sosial budaya akibat norma berbeda antara yang bersangkutan denga apa yang ada dalam masyarakat.Cara pematangan batin yang salah dengan memberikan reaksi yang berlebihan terhadap kehidupan sosial, over acting sebagai over compensatie. Orang yang mengalami penderitaan mungkin akan memperoleh pengaruh bermacam-macam dan sikap dalam dirinya. Sikap dalam dirinya. Sikap yang timbul dapat berupa sikap positif ataupun sikap negatif. Sikap negatif misalnya penyesalan karena tidak bahagia, sikap kecewa, putus asa, ingin bunuh diri Sikap positif yaitu sikap optimis mengatasi penderitaan hidup, bahwa hidup bukan rangkaian penderitaan, melainkan perjuangan membebaskan diri dari penderitaan, dan penderitaan itu adalah hanya bagian dari kehidupan. Sikap positif biasanya kreatif, tidak mudah menyerah Manusia memang tidak seterusnya selalu mendapatkan kenikmatan dalam hidupnya. Terkadang kehidupan selalu diselingi dengan adanya penderitaan dan itu akan terjadi pada setiap makhluk hidup terutama manusia. Memang penderitaan itu akan berdampak buruk bagi kehidupan, namun sebagai manusia yaang dianugrahi akal pikiran. Sebaiknya harus siap-siap menghadapi hal tesebut. Karena kita tidak tahu akan terjadi kapan penderitaan yang akan dialami kita pada suatu saat nanti. Sebagai peduli terhadap penderitaan orang lain, biasanya ada suatu pihak yang memanfaatkan hal itu sebagai bahan pembuat barita atau sebagai karya seni yang beguna untuk media informasi. Jadi, dengan cara itu akan membuat seseorang yang melihat media informasi akan merasa priharin terhadap penderitaan seseorang dan akan menciptakan saling sikap peduli satu sama lain.

Selengkapnya : http://www.kompasiana.com/muhammad.iqbal.94/manusia-dan-penderitaan_55295074f17e61445e8b456dDerita artinya menanggung atau merasakan susuatu yang tidak menyenangkan Penderitaan dapat dibagi menjadi dua kategori yakni, Derita lahir dan derita batin,jenis dari penderitaan ini ada yang berat maupun ringan, tapi jenis ini tergantung kepada individu masing masing bagaimana cara memangdangnnya karena belum tentu sesuatu yang dianggap penderitaan oleh seseorang dianggap penderitaan oleh orang lain.,Setiap individu pastilah pernah yang mengalami kebahagian dan penderitaan karena hidup ini seperti roda berputar yang kadangkala kita berada diatas dan kadang kita ada dibawah, Tuhan memberikan kebahagian dan penderitaan pasti memiliki maksud dan tujuan agar kita selalu ingat kepada-NYA . Tuhan memberikan penderitaan kepada seseorang itu karena Tuhan sayang kepada kita, sayang dalam artiaan Tuhan ingin menguji kita sebelum mengangkat kita ke derajat yang lebih tinggi, Tuhan memberikan penderitaan kepada seseorang pastilah dapat diatasi oleh orang tersebut Tuhan tidak pernah memberikan apa yang di luar kuasa umatnya ,setiap penderitaan yang diberikan Tuhan kepada kita pasti Tuhan telah menyediakan kebahagian di Akhirnya tentu saja itu bergantung pada apa yang kita lakukan untuk mencapai titik kebahagiaan itu .bagi seseorang yang kuat imannya tentu akan senantiasa mensyukuri apa yang telah Tuhan berikan baik kebahagiaan maupun penderitaan dalam surat al- insyirah : “Setelah ada kesulitan pasti ada kemudahan” di sini kita harus selalu percaya bahwa Setelah adanya penderitaan - penderitaan yang kita alami pasti ada kemudahan yang akan kita lalui karena Tuhan tidak pernah memberikan cobaan melebihi batas kemampuan umatnya. Bentuk penderitaan dapat bermacam macam yang perama dapat berupa siksaan, siksaan dapat berupa siksaan fisik maupun siksaan batin , telah banyak diberitakan di media massa saat ini mengenain penyiksaan fisik berupa perampokan , pemerkosaan adapun siksaan yang bersifat psikis seperti kebimbangan ketakutan dan kesepian hal seperti ini pastilah pernah kita hadapi dalam kehidupan kita , kebimbangan muncul ketika seseorang dihadapi dengan situasi ketika ia harus memutuskan sesuatu dan ia tidak dapat memutuskannya, kebimbangan yang terus-menerus akan menjadi penderitaan batin bagi seseorang , Kesepian dialami oleh seseorang merupakan rasa sepi dalam dirinya atau jiwanya, walaupun ia dalam lingkungan orang ramai untuk mengatasi rasa kesepian ini seseorang harus mencari seseorang untuk memecah rasa sepi dihatinya karena bagaimanapun manusia merupan makhluk sosial yang membutuhkan orang lain Penderitaan batin dalam ilmu psikologi dikenal sebagai kekalutan mental. Secara lebih sederhana kekalutan mental dapat dirumuskan sebagai gangguan kejiwaan akibat ketidak mampuan seseorang menghadapi persoalan yang harus diatasi sehingga yang bersangkutan bertingkah secara kurang wajar. Gejala – gejala permulaan bagi seseorang yang mengalami kekalutan mental adalah :Tampak pada jasmani yang sering merasakan pusing, sesak napas, demam, nyeri pada lambung. Tampak pada kejiwaannya dengan rasa cemas, ketakutan, patah hati, apatis, cemburu, mudah marah. Sebab – sebab timbulnya kekalutan mental, dapat banyak disebutkan antara lain sebagai berikut : Kepribadian yang lemah akibat kondisi jasmani atau mental yang kurang sempurna. Hal – hal tersebut sering menyebabkan yang bersangkutan merasa rendah diri yang secara berangsur – angsur akan menyudutkan kedudukannya dan menghancurkan mentalnya. Terjadinya konflik sosial budaya akibat norma berbeda antara yang bersangkutan denga apa yang ada dalam masyarakat.Cara pematangan batin yang salah dengan memberikan reaksi yang berlebihan terhadap kehidupan sosial, over acting sebagai over compensatie. Orang yang mengalami penderitaan mungkin akan memperoleh pengaruh bermacam-macam dan sikap dalam dirinya. Sikap dalam dirinya. Sikap yang timbul dapat berupa sikap positif ataupun sikap negatif. Sikap negatif misalnya penyesalan karena tidak bahagia, sikap kecewa, putus asa, ingin bunuh diri Sikap positif yaitu sikap optimis mengatasi penderitaan hidup, bahwa hidup bukan rangkaian penderitaan, melainkan perjuangan membebaskan diri dari penderitaan, dan penderitaan itu adalah hanya bagian dari kehidupan. Sikap positif biasanya kreatif, tidak mudah menyerah Manusia memang tidak seterusnya selalu mendapatkan kenikmatan dalam hidupnya. Terkadang kehidupan selalu diselingi dengan adanya penderitaan dan itu akan terjadi pada setiap makhluk hidup terutama manusia. Memang penderitaan itu akan berdampak buruk bagi kehidupan, namun sebagai manusia yaang dianugrahi akal pikiran. Sebaiknya harus siap-siap menghadapi hal tesebut. Karena kita tidak tahu akan terjadi kapan penderitaan yang akan dialami kita pada suatu saat nanti. Sebagai peduli terhadap penderitaan orang lain, biasanya ada suatu pihak yang memanfaatkan hal itu sebagai bahan pembuat barita atau sebagai karya seni yang beguna untuk media informasi. Jadi, dengan cara itu akan membuat seseorang yang melihat media informasi akan merasa priharin terhadap penderitaan seseorang dan akan menciptakan saling sikap peduli satu sama lain.

Selengkapnya : http://www.kompasiana.com/muhammad.iqbal.94/manusia-dan-penderitaan_55295074f17e61445e8b456d
Derita artinya menanggung atau merasakan susuatu yang tidak menyenangkan Penderitaan dapat dibagi menjadi dua kategori yakni, Derita lahir dan derita batin,jenis dari penderitaan ini ada yang berat maupun ringan, tapi jenis ini tergantung kepada individu masing masing bagaimana cara memangdangnnya karena belum tentu sesuatu yang dianggap penderitaan oleh seseorang dianggap penderitaan oleh orang lain.,Setiap individu pastilah pernah yang mengalami kebahagian dan penderitaan karena hidup ini seperti roda berputar yang kadangkala kita berada diatas dan kadang kita ada dibawah, Tuhan memberikan kebahagian dan penderitaan pasti memiliki maksud dan tujuan agar kita selalu ingat kepada-NYA . Tuhan memberikan penderitaan kepada seseorang itu karena Tuhan sayang kepada kita, sayang dalam artiaan Tuhan ingin menguji kita sebelum mengangkat kita ke derajat yang lebih tinggi, Tuhan memberikan penderitaan kepada seseorang pastilah dapat diatasi oleh orang tersebut Tuhan tidak pernah memberikan apa yang di luar kuasa umatnya ,setiap penderitaan yang diberikan Tuhan kepada kita pasti Tuhan telah menyediakan kebahagian di Akhirnya tentu saja itu bergantung pada apa yang kita lakukan untuk mencapai titik kebahagiaan itu .bagi seseorang yang kuat imannya tentu akan senantiasa mensyukuri apa yang telah Tuhan berikan baik kebahagiaan maupun penderitaan dalam surat al- insyirah : “Setelah ada kesulitan pasti ada kemudahan” di sini kita harus selalu percaya bahwa Setelah adanya penderitaan - penderitaan yang kita alami pasti ada kemudahan yang akan kita lalui karena Tuhan tidak pernah memberikan cobaan melebihi batas kemampuan umatnya. Bentuk penderitaan dapat bermacam macam yang perama dapat berupa siksaan, siksaan dapat berupa siksaan fisik maupun siksaan batin , telah banyak diberitakan di media massa saat ini mengenain penyiksaan fisik berupa perampokan , pemerkosaan adapun siksaan yang bersifat psikis seperti kebimbangan ketakutan dan kesepian hal seperti ini pastilah pernah kita hadapi dalam kehidupan kita , kebimbangan muncul ketika seseorang dihadapi dengan situasi ketika ia harus memutuskan sesuatu dan ia tidak dapat memutuskannya, kebimbangan yang terus-menerus akan menjadi penderitaan batin bagi seseorang , Kesepian dialami oleh seseorang merupakan rasa sepi dalam dirinya atau jiwanya, walaupun ia dalam lingkungan orang ramai untuk mengatasi rasa kesepian ini seseorang harus mencari seseorang untuk memecah rasa sepi dihatinya karena bagaimanapun manusia merupan makhluk sosial yang membutuhkan orang lain Penderitaan batin dalam ilmu psikologi dikenal sebagai kekalutan mental. Secara lebih sederhana kekalutan mental dapat dirumuskan sebagai gangguan kejiwaan akibat ketidak mampuan seseorang menghadapi persoalan yang harus diatasi sehingga yang bersangkutan bertingkah secara kurang wajar. Gejala – gejala permulaan bagi seseorang yang mengalami kekalutan mental adalah :Tampak pada jasmani yang sering merasakan pusing, sesak napas, demam, nyeri pada lambung. Tampak pada kejiwaannya dengan rasa cemas, ketakutan, patah hati, apatis, cemburu, mudah marah. Sebab – sebab timbulnya kekalutan mental, dapat banyak disebutkan antara lain sebagai berikut : Kepribadian yang lemah akibat kondisi jasmani atau mental yang kurang sempurna. Hal – hal tersebut sering menyebabkan yang bersangkutan merasa rendah diri yang secara berangsur – angsur akan menyudutkan kedudukannya dan menghancurkan mentalnya. Terjadinya konflik sosial budaya akibat norma berbeda antara yang bersangkutan denga apa yang ada dalam masyarakat.Cara pematangan batin yang salah dengan memberikan reaksi yang berlebihan terhadap kehidupan sosial, over acting sebagai over compensatie. Orang yang mengalami penderitaan mungkin akan memperoleh pengaruh bermacam-macam dan sikap dalam dirinya. Sikap dalam dirinya. Sikap yang timbul dapat berupa sikap positif ataupun sikap negatif. Sikap negatif misalnya penyesalan karena tidak bahagia, sikap kecewa, putus asa, ingin bunuh diri Sikap positif yaitu sikap optimis mengatasi penderitaan hidup, bahwa hidup bukan rangkaian penderitaan, melainkan perjuangan membebaskan diri dari penderitaan, dan penderitaan itu adalah hanya bagian dari kehidupan. Sikap positif biasanya kreatif, tidak mudah menyerah Manusia memang tidak seterusnya selalu mendapatkan kenikmatan dalam hidupnya. Terkadang kehidupan selalu diselingi dengan adanya penderitaan dan itu akan terjadi pada setiap makhluk hidup terutama manusia. Memang penderitaan itu akan berdampak buruk bagi kehidupan, namun sebagai manusia yaang dianugrahi akal pikiran. Sebaiknya harus siap-siap menghadapi hal tesebut. Karena kita tidak tahu akan terjadi kapan penderitaan yang akan dialami kita pada suatu saat nanti. Sebagai peduli terhadap penderitaan orang lain, biasanya ada suatu pihak yang memanfaatkan hal itu sebagai bahan pembuat barita atau sebagai karya seni yang beguna untuk media informasi. Jadi, dengan cara itu akan membuat seseorang yang melihat media informasi akan merasa priharin terhadap penderitaan seseorang dan akan menciptakan saling sikap peduli satu sama lain.

Selengkapnya : http://www.kompasiana.com/muhammad.iqbal.94/manusia-dan-penderitaan_55295074f17e61445e8b456

Derita artinya menanggung atau merasakan susuatu yang tidak menyenangkan Penderitaan dapat dibagi menjadi dua kategori yakni, Derita lahir dan derita batin,jenis dari penderitaan ini ada yang berat maupun ringan, tapi jenis ini tergantung kepada individu masing masing bagaimana cara memangdangnnya karena belum tentu sesuatu yang dianggap penderitaan oleh seseorang dianggap penderitaan oleh orang lain.,Setiap individu pastilah pernah yang mengalami kebahagian dan penderitaan karena hidup ini seperti roda berputar yang kadangkala kita berada diatas dan kadang kita ada dibawah, Tuhan memberikan kebahagian dan penderitaan pasti memiliki maksud dan tujuan agar kita selalu ingat kepada-NYA . Tuhan memberikan penderitaan kepada seseorang itu karena Tuhan sayang kepada kita, sayang dalam artiaan Tuhan ingin menguji kita sebelum mengangkat kita ke derajat yang lebih tinggi, Tuhan memberikan penderitaan kepada seseorang pastilah dapat diatasi oleh orang tersebut Tuhan tidak pernah memberikan apa yang di luar kuasa umatnya ,setiap penderitaan yang diberikan Tuhan kepada kita pasti Tuhan telah menyediakan kebahagian di Akhirnya tentu saja itu bergantung pada apa yang kita lakukan untuk mencapai titik kebahagiaan itu .bagi seseorang yang kuat imannya tentu akan senantiasa mensyukuri apa yang telah Tuhan berikan baik kebahagiaan maupun penderitaan dalam surat al- insyirah : “Setelah ada kesulitan pasti ada kemudahan” di sini kita harus selalu percaya bahwa Setelah adanya penderitaan - penderitaan yang kita alami pasti ada kemudahan yang akan kita lalui karena Tuhan tidak pernah memberikan cobaan melebihi batas kemampuan umatnya. Bentuk penderitaan dapat bermacam macam yang perama dapat berupa siksaan, siksaan dapat berupa siksaan fisik maupun siksaan batin , telah banyak diberitakan di media massa saat ini mengenain penyiksaan fisik berupa perampokan , pemerkosaan adapun siksaan yang bersifat psikis seperti kebimbangan ketakutan dan kesepian hal seperti ini pastilah pernah kita hadapi dalam kehidupan kita , kebimbangan muncul ketika seseorang dihadapi dengan situasi ketika ia harus memutuskan sesuatu dan ia tidak dapat memutuskannya, kebimbangan yang terus-menerus akan menjadi penderitaan batin bagi seseorang , Kesepian dialami oleh seseorang merupakan rasa sepi dalam dirinya atau jiwanya, walaupun ia dalam lingkungan orang ramai untuk mengatasi rasa kesepian ini seseorang harus mencari seseorang untuk memecah rasa sepi dihatinya karena bagaimanapun manusia merupan makhluk sosial yang membutuhkan orang lain Penderitaan batin dalam ilmu psikologi dikenal sebagai kekalutan mental. Secara lebih sederhana kekalutan mental dapat dirumuskan sebagai gangguan kejiwaan akibat ketidak mampuan seseorang menghadapi persoalan yang harus diatasi sehingga yang bersangkutan bertingkah secara kurang wajar. Gejala – gejala permulaan bagi seseorang yang mengalami kekalutan mental adalah :Tampak pada jasmani yang sering merasakan pusing, sesak napas, demam, nyeri pada lambung. Tampak pada kejiwaannya dengan rasa cemas, ketakutan, patah hati, apatis, cemburu, mudah marah. Sebab – sebab timbulnya kekalutan mental, dapat banyak disebutkan antara lain sebagai berikut : Kepribadian yang lemah akibat kondisi jasmani atau mental yang kurang sempurna. Hal – hal tersebut sering menyebabkan yang bersangkutan merasa rendah diri yang secara berangsur – angsur akan menyudutkan kedudukannya dan menghancurkan mentalnya. Terjadinya konflik sosial budaya akibat norma berbeda antara yang bersangkutan denga apa yang ada dalam masyarakat.Cara pematangan batin yang salah dengan memberikan reaksi yang berlebihan terhadap kehidupan sosial, over acting sebagai over compensatie. Orang yang mengalami penderitaan mungkin akan memperoleh pengaruh bermacam-macam dan sikap dalam dirinya. Sikap dalam dirinya. Sikap yang timbul dapat berupa sikap positif ataupun sikap negatif. Sikap negatif misalnya penyesalan karena tidak bahagia, sikap kecewa, putus asa, ingin bunuh diri Sikap positif yaitu sikap optimis mengatasi penderitaan hidup, bahwa hidup bukan rangkaian penderitaan, melainkan perjuangan membebaskan diri dari penderitaan, dan penderitaan itu adalah hanya bagian dari kehidupan. Sikap positif biasanya kreatif, tidak mudah menyerah Manusia memang tidak seterusnya selalu mendapatkan kenikmatan dalam hidupnya. Terkadang kehidupan selalu diselingi dengan adanya penderitaan dan itu akan terjadi pada setiap makhluk hidup terutama manusia. Memang penderitaan itu akan berdampak buruk bagi kehidupan, namun sebagai manusia yaang dianugrahi akal pikiran. Sebaiknya harus siap-siap menghadapi hal tesebut. Karena kita tidak tahu akan terjadi kapan penderitaan yang akan dialami kita pada suatu saat nanti. Sebagai peduli terhadap penderitaan orang lain, biasanya ada suatu pihak yang memanfaatkan hal itu sebagai bahan pembuat barita atau sebagai karya seni yang beguna untuk media informasi. Jadi, dengan cara itu akan membuat seseorang yang melihat media informasi akan merasa priharin terhadap penderitaan seseorang dan akan menciptakan saling sikap peduli satu sama lain.

Selengkapnya : http://www.kompasiana.com/muhammad.iqbal.94/manusia-dan-penderitaan_55295074f17e61445e8b456d
Derita artinya menanggung atau merasakan susuatu yang tidak menyenangkan Penderitaan dapat dibagi menjadi dua kategori yakni, Derita lahir dan derita batin,jenis dari penderitaan ini ada yang berat maupun ringan, tapi jenis ini tergantung kepada individu masing masing bagaimana cara memangdangnnya karena belum tentu sesuatu yang dianggap penderitaan oleh seseorang dianggap penderitaan oleh orang lain.,Setiap individu pastilah pernah yang mengalami kebahagian dan penderitaan karena hidup ini seperti roda berputar yang kadangkala kita berada diatas dan kadang kita ada dibawah, Tuhan memberikan kebahagian dan penderitaan pasti memiliki maksud dan tujuan agar kita selalu ingat kepada-NYA . Tuhan memberikan penderitaan kepada seseorang itu karena Tuhan sayang kepada kita, sayang dalam artiaan Tuhan ingin menguji kita sebelum mengangkat kita ke derajat yang lebih tinggi, Tuhan memberikan penderitaan kepada seseorang pastilah dapat diatasi oleh orang tersebut Tuhan tidak pernah memberikan apa yang di luar kuasa umatnya ,setiap penderitaan yang diberikan Tuhan kepada kita pasti Tuhan telah menyediakan kebahagian di Akhirnya tentu saja itu bergantung pada apa yang kita lakukan untuk mencapai titik kebahagiaan itu .bagi seseorang yang kuat imannya tentu akan senantiasa mensyukuri apa yang telah Tuhan berikan baik kebahagiaan maupun penderitaan dalam surat al- insyirah : “Setelah ada kesulitan pasti ada kemudahan” di sini kita harus selalu percaya bahwa Setelah adanya penderitaan - penderitaan yang kita alami pasti ada kemudahan yang akan kita lalui karena Tuhan tidak pernah memberikan cobaan melebihi batas kemampuan umatnya. Bentuk penderitaan dapat bermacam macam yang perama dapat berupa siksaan, siksaan dapat berupa siksaan fisik maupun siksaan batin , telah banyak diberitakan di media massa saat ini mengenain penyiksaan fisik berupa perampokan , pemerkosaan adapun siksaan yang bersifat psikis seperti kebimbangan ketakutan dan kesepian hal seperti ini pastilah pernah kita hadapi dalam kehidupan kita , kebimbangan muncul ketika seseorang dihadapi dengan situasi ketika ia harus memutuskan sesuatu dan ia tidak dapat memutuskannya, kebimbangan yang terus-menerus akan menjadi penderitaan batin bagi seseorang , Kesepian dialami oleh seseorang merupakan rasa sepi dalam dirinya atau jiwanya, walaupun ia dalam lingkungan orang ramai untuk mengatasi rasa kesepian ini seseorang harus mencari seseorang untuk memecah rasa sepi dihatinya karena bagaimanapun manusia merupan makhluk sosial yang membutuhkan orang lain Penderitaan batin dalam ilmu psikologi dikenal sebagai kekalutan mental. Secara lebih sederhana kekalutan mental dapat dirumuskan sebagai gangguan kejiwaan akibat ketidak mampuan seseorang menghadapi persoalan yang harus diatasi sehingga yang bersangkutan bertingkah secara kurang wajar. Gejala – gejala permulaan bagi seseorang yang mengalami kekalutan mental adalah :Tampak pada jasmani yang sering merasakan pusing, sesak napas, demam, nyeri pada lambung. Tampak pada kejiwaannya dengan rasa cemas, ketakutan, patah hati, apatis, cemburu, mudah marah. Sebab – sebab timbulnya kekalutan mental, dapat banyak disebutkan antara lain sebagai berikut : Kepribadian yang lemah akibat kondisi jasmani atau mental yang kurang sempurna. Hal – hal tersebut sering menyebabkan yang bersangkutan merasa rendah diri yang secara berangsur – angsur akan menyudutkan kedudukannya dan menghancurkan mentalnya. Terjadinya konflik sosial budaya akibat norma berbeda antara yang bersangkutan denga apa yang ada dalam masyarakat.Cara pematangan batin yang salah dengan memberikan reaksi yang berlebihan terhadap kehidupan sosial, over acting sebagai over compensatie. Orang yang mengalami penderitaan mungkin akan memperoleh pengaruh bermacam-macam dan sikap dalam dirinya. Sikap dalam dirinya. Sikap yang timbul dapat berupa sikap positif ataupun sikap negatif. Sikap negatif misalnya penyesalan karena tidak bahagia, sikap kecewa, putus asa, ingin bunuh diri Sikap positif yaitu sikap optimis mengatasi penderitaan hidup, bahwa hidup bukan rangkaian penderitaan, melainkan perjuangan membebaskan diri dari penderitaan, dan penderitaan itu adalah hanya bagian dari kehidupan. Sikap positif biasanya kreatif, tidak mudah menyerah Manusia memang tidak seterusnya selalu mendapatkan kenikmatan dalam hidupnya. Terkadang kehidupan selalu diselingi dengan adanya penderitaan dan itu akan terjadi pada setiap makhluk hidup terutama manusia. Memang penderitaan itu akan berdampak buruk bagi kehidupan, namun sebagai manusia yaang dianugrahi akal pikiran. Sebaiknya harus siap-siap menghadapi hal tesebut. Karena kita tidak tahu akan terjadi kapan penderitaan yang akan dialami kita pada suatu saat nanti. Sebagai peduli terhadap penderitaan orang lain, biasanya ada suatu pihak yang memanfaatkan hal itu sebagai bahan pembuat barita atau sebagai karya seni yang beguna untuk media informasi. Jadi, dengan cara itu akan membuat seseorang yang melihat media informasi akan merasa priharin terhadap penderitaan seseorang dan akan menciptakan saling sikap peduli satu sama lain.

Selengkapnya : http://www.kompasiana.com/muhammad.iqbal.94/manusia-dan-penderitaan_55295074f17e61445e8b456d
Derita artinya menanggung atau merasakan susuatu yang tidak menyenangkan Penderitaan dapat dibagi menjadi dua kategori yakni, Derita lahir dan derita batin,jenis dari penderitaan ini ada yang berat maupun ringan, tapi jenis ini tergantung kepada individu masing masing bagaimana cara memangdangnnya karena belum tentu sesuatu yang dianggap penderitaan oleh seseorang dianggap penderitaan oleh orang lain.,Setiap individu pastilah pernah yang mengalami kebahagian dan penderitaan karena hidup ini seperti roda berputar yang kadangkala kita berada diatas dan kadang kita ada dibawah, Tuhan memberikan kebahagian dan penderitaan pasti memiliki maksud dan tujuan agar kita selalu ingat kepada-NYA . Tuhan memberikan penderitaan kepada seseorang itu karena Tuhan sayang kepada kita, sayang dalam artiaan Tuhan ingin menguji kita sebelum mengangkat kita ke derajat yang lebih tinggi, Tuhan memberikan penderitaan kepada seseorang pastilah dapat diatasi oleh orang tersebut Tuhan tidak pernah memberikan apa yang di luar kuasa umatnya ,setiap penderitaan yang diberikan Tuhan kepada kita pasti Tuhan telah menyediakan kebahagian di Akhirnya tentu saja itu bergantung pada apa yang kita lakukan untuk mencapai titik kebahagiaan itu .bagi seseorang yang kuat imannya tentu akan senantiasa mensyukuri apa yang telah Tuhan berikan baik kebahagiaan maupun penderitaan dalam surat al- insyirah : “Setelah ada kesulitan pasti ada kemudahan” di sini kita harus selalu percaya bahwa Setelah adanya penderitaan - penderitaan yang kita alami pasti ada kemudahan yang akan kita lalui karena Tuhan tidak pernah memberikan cobaan melebihi batas kemampuan umatnya. Bentuk penderitaan dapat bermacam macam yang perama dapat berupa siksaan, siksaan dapat berupa siksaan fisik maupun siksaan batin , telah banyak diberitakan di media massa saat ini mengenain penyiksaan fisik berupa perampokan , pemerkosaan adapun siksaan yang bersifat psikis seperti kebimbangan ketakutan dan kesepian hal seperti ini pastilah pernah kita hadapi dalam kehidupan kita , kebimbangan muncul ketika seseorang dihadapi dengan situasi ketika ia harus memutuskan sesuatu dan ia tidak dapat memutuskannya, kebimbangan yang terus-menerus akan menjadi penderitaan batin bagi seseorang , Kesepian dialami oleh seseorang merupakan rasa sepi dalam dirinya atau jiwanya, walaupun ia dalam lingkungan orang ramai untuk mengatasi rasa kesepian ini seseorang harus mencari seseorang untuk memecah rasa sepi dihatinya karena bagaimanapun manusia merupan makhluk sosial yang membutuhkan orang lain Penderitaan batin dalam ilmu psikologi dikenal sebagai kekalutan mental. Secara lebih sederhana kekalutan mental dapat dirumuskan sebagai gangguan kejiwaan akibat ketidak mampuan seseorang menghadapi persoalan yang harus diatasi sehingga yang bersangkutan bertingkah secara kurang wajar. Gejala – gejala permulaan bagi seseorang yang mengalami kekalutan mental adalah :Tampak pada jasmani yang sering merasakan pusing, sesak napas, demam, nyeri pada lambung. Tampak pada kejiwaannya dengan rasa cemas, ketakutan, patah hati, apatis, cemburu, mudah marah. Sebab – sebab timbulnya kekalutan mental, dapat banyak disebutkan antara lain sebagai berikut : Kepribadian yang lemah akibat kondisi jasmani atau mental yang kurang sempurna. Hal – hal tersebut sering menyebabkan yang bersangkutan merasa rendah diri yang secara berangsur – angsur akan menyudutkan kedudukannya dan menghancurkan mentalnya. Terjadinya konflik sosial budaya akibat norma berbeda antara yang bersangkutan denga apa yang ada dalam masyarakat.Cara pematangan batin yang salah dengan memberikan reaksi yang berlebihan terhadap kehidupan sosial, over acting sebagai over compensatie. Orang yang mengalami penderitaan mungkin akan memperoleh pengaruh bermacam-macam dan sikap dalam dirinya. Sikap dalam dirinya. Sikap yang timbul dapat berupa sikap positif ataupun sikap negatif. Sikap negatif misalnya penyesalan karena tidak bahagia, sikap kecewa, putus asa, ingin bunuh diri Sikap positif yaitu sikap optimis mengatasi penderitaan hidup, bahwa hidup bukan rangkaian penderitaan, melainkan perjuangan membebaskan diri dari penderitaan, dan penderitaan itu adalah hanya bagian dari kehidupan. Sikap positif biasanya kreatif, tidak mudah menyerah Manusia memang tidak seterusnya selalu mendapatkan kenikmatan dalam hidupnya. Terkadang kehidupan selalu diselingi dengan adanya penderitaan dan itu akan terjadi pada setiap makhluk hidup terutama manusia. Memang penderitaan itu akan berdampak buruk bagi kehidupan, namun sebagai manusia yaang dianugrahi akal pikiran. Sebaiknya harus siap-siap menghadapi hal tesebut. Karena kita tidak tahu akan terjadi kapan penderitaan yang akan dialami kita pada suatu saat nanti. Sebagai peduli terhadap penderitaan orang lain, biasanya ada suatu pihak yang memanfaatkan hal itu sebagai bahan pembuat barita atau sebagai karya seni yang beguna untuk media informasi. Jadi, dengan cara itu akan membuat seseorang yang melihat media informasi akan merasa priharin terhadap penderitaan seseorang dan akan menciptakan saling sikap peduli satu sama lain.

Selengkapnya : http://www.kompasiana.com/muhammad.iqbal.94/manusia-dan-penderitaan_55295074f17e61445e8b456d
Derita artinya menanggung atau merasakan susuatu yang tidak menyenangkan Penderitaan dapat dibagi menjadi dua kategori yakni, Derita lahir dan derita batin,jenis dari penderitaan ini ada yang berat maupun ringan, tapi jenis ini tergantung kepada individu masing masing bagaimana cara memangdangnnya karena belum tentu sesuatu yang dianggap penderitaan oleh seseorang dianggap penderitaan oleh orang lain.,Setiap individu pastilah pernah yang mengalami kebahagian dan penderitaan karena hidup ini seperti roda berputar yang kadangkala kita berada diatas dan kadang kita ada dibawah, Tuhan memberikan kebahagian dan penderitaan pasti memiliki maksud dan tujuan agar kita selalu ingat kepada-NYA . Tuhan memberikan penderitaan kepada seseorang itu karena Tuhan sayang kepada kita, sayang dalam artiaan Tuhan ingin menguji kita sebelum mengangkat kita ke derajat yang lebih tinggi, Tuhan memberikan penderitaan kepada seseorang pastilah dapat diatasi oleh orang tersebut Tuhan tidak pernah memberikan apa yang di luar kuasa umatnya ,setiap penderitaan yang diberikan Tuhan kepada kita pasti Tuhan telah menyediakan kebahagian di Akhirnya tentu saja itu bergantung pada apa yang kita lakukan untuk mencapai titik kebahagiaan itu .bagi seseorang yang kuat imannya tentu akan senantiasa mensyukuri apa yang telah Tuhan berikan baik kebahagiaan maupun penderitaan dalam surat al- insyirah : “Setelah ada kesulitan pasti ada kemudahan” di sini kita harus selalu percaya bahwa Setelah adanya penderitaan - penderitaan yang kita alami pasti ada kemudahan yang akan kita lalui karena Tuhan tidak pernah memberikan cobaan melebihi batas kemampuan umatnya. Bentuk penderitaan dapat bermacam macam yang perama dapat berupa siksaan, siksaan dapat berupa siksaan fisik maupun siksaan batin , telah banyak diberitakan di media massa saat ini mengenain penyiksaan fisik berupa perampokan , pemerkosaan adapun siksaan yang bersifat psikis seperti kebimbangan ketakutan dan kesepian hal seperti ini pastilah pernah kita hadapi dalam kehidupan kita , kebimbangan muncul ketika seseorang dihadapi dengan situasi ketika ia harus memutuskan sesuatu dan ia tidak dapat memutuskannya, kebimbangan yang terus-menerus akan menjadi penderitaan batin bagi seseorang , Kesepian dialami oleh seseorang merupakan rasa sepi dalam dirinya atau jiwanya, walaupun ia dalam lingkungan orang ramai untuk mengatasi rasa kesepian ini seseorang harus mencari seseorang untuk memecah rasa sepi dihatinya karena bagaimanapun manusia merupan makhluk sosial yang membutuhkan orang lain Penderitaan batin dalam ilmu psikologi dikenal sebagai kekalutan mental. Secara lebih sederhana kekalutan mental dapat dirumuskan sebagai gangguan kejiwaan akibat ketidak mampuan seseorang menghadapi persoalan yang harus diatasi sehingga yang bersangkutan bertingkah secara kurang wajar. Gejala – gejala permulaan bagi seseorang yang mengalami kekalutan mental adalah :Tampak pada jasmani yang sering merasakan pusing, sesak napas, demam, nyeri pada lambung. Tampak pada kejiwaannya dengan rasa cemas, ketakutan, patah hati, apatis, cemburu, mudah marah. Sebab – sebab timbulnya kekalutan mental, dapat banyak disebutkan antara lain sebagai berikut : Kepribadian yang lemah akibat kondisi jasmani atau mental yang kurang sempurna. Hal – hal tersebut sering menyebabkan yang bersangkutan merasa rendah diri yang secara berangsur – angsur akan menyudutkan kedudukannya dan menghancurkan mentalnya. Terjadinya konflik sosial budaya akibat norma berbeda antara yang bersangkutan denga apa yang ada dalam masyarakat.Cara pematangan batin yang salah dengan memberikan reaksi yang berlebihan terhadap kehidupan sosial, over acting sebagai over compensatie. Orang yang mengalami penderitaan mungkin akan memperoleh pengaruh bermacam-macam dan sikap dalam dirinya. Sikap dalam dirinya. Sikap yang timbul dapat berupa sikap positif ataupun sikap negatif. Sikap negatif misalnya penyesalan karena tidak bahagia, sikap kecewa, putus asa, ingin bunuh diri Sikap positif yaitu sikap optimis mengatasi penderitaan hidup, bahwa hidup bukan rangkaian penderitaan, melainkan perjuangan membebaskan diri dari penderitaan, dan penderitaan itu adalah hanya bagian dari kehidupan. Sikap positif biasanya kreatif, tidak mudah menyerah Manusia memang tidak seterusnya selalu mendapatkan kenikmatan dalam hidupnya. Terkadang kehidupan selalu diselingi dengan adanya penderitaan dan itu akan terjadi pada setiap makhluk hidup terutama manusia. Memang penderitaan itu akan berdampak buruk bagi kehidupan, namun sebagai manusia yaang dianugrahi akal pikiran. Sebaiknya harus siap-siap menghadapi hal tesebut. Karena kita tidak tahu akan terjadi kapan penderitaan yang akan dialami kita pada suatu saat nanti. Sebagai peduli terhadap penderitaan orang lain, biasanya ada suatu pihak yang memanfaatkan hal itu sebagai bahan pembuat barita atau sebagai karya seni yang beguna untuk media informasi. Jadi, dengan cara itu akan membuat seseorang yang melihat media informasi akan merasa priharin terhadap penderitaan seseorang dan akan menciptakan saling sikap peduli satu sama lain.

Selengkapnya : http://www.kompasiana.com/muhammad.iqbal.94/manusia-dan-penderitaan_55295074f17e61445e8b456d




Tidak ada komentar:

Posting Komentar