1.FISIK
Segala puji bagi hanya bagi ALLOH, di dalam Al-Qur’an ALLOH telah memberikan uraian yang sangat jelas, tegas dan sangat menyentuh hati. Bagaimana Orang-orang dahulu yang pernah mendapat kitab ALLOH, yang kemudian mereka ingkar kepada ALLOH SWT, yaitu mereka mendapat kutukan. Sebagaimana firman-Nya
وَلَقَدْ عَلِمْتُمُ الَّذِينَ اعْتَدَواْ مِنكُمْ فِي السَّبْتِ فَقُلْنَا لَهُمْ كُونُواْ قِرَدَةً خَاسِئِينَ ﴿٦٥﴾
Dan sesungguhnya telah Kami ketahui orang-orang yang melanggar di antaramu pada hari Sabtu, lalu Kami berfirman kepada mereka:”Jadilah kamu kera yang hina”. (QS. 2:65)قُلْ هَلْ أُنَبِّئُكُم بِشَرٍّ مِّن ذَلِكَ مَثُوبَةً عِندَ اللّهِ مَن لَّعَنَهُ اللّهُ وَغَضِبَ عَلَيْهِ وَجَعَلَ مِنْهُمُ الْقِرَدَةَ وَالْخَنَازِيرَ وَعَبَدَ الطَّاغُوتَ أُوْلَـئِكَ شَرٌّ مَّكَاناً وَأَضَلُّ عَن سَوَاء السَّبِيلِ ﴿٦٠﴾
Katakanlah:”Apakah akan aku beritakan kepadamu tentang orang-orang yang lebih buruk pembalasannya dari (orang-orang fasik ) itu disisi ALLOH, yaitu orang-orang yang dikutuki dan dimurkai ALLOH, diantara mereka (ada) yang dijadikan kera dan babi (dan orang yang) menyembah Taghut”. Mereka itu lebih buruk tempatnya dan lebih tersesat dari jalan yang lurus. (QS. 5:60)فَلَمَّا عَتَوْاْ عَن مَّا نُهُواْ عَنْهُ قُلْنَا لَهُمْ كُونُواْ قِرَدَةً خَاسِئِينَ ﴿١٦٦﴾
Maka tatkala mereka bersikap sombong terhadap apa yang mereka dilarang mengerjakannya, Kami katakan kepadanya:”Jadilah kamu kera yang hina”. (QS. 7:166)Umat beragama yang mengabaikan tuntunan agamanya dan mereka mengingkari ketaatan kepada ALLOH, dan mereka ingkar dengan keingkaran yang nyata, maka berlaku hukum sunatulloh, yaitu mereka akan mendapat kutukan ALLOH.
Sebagaian Ahli tafsir ada yang menyampaikan bahwa mereka benar-benar secara fisik berubah menjadi kera dan babi sungguhan, dan kemudian hidup sebentar dan kemudian mati. Namun ada pula yang menyampaikan bahwa mereka memiliki kejiwaan seperti kera dan seperti babi.
Segala puji Bagi ALLOH, orang-orang beriman, yang masih memiliki iman, maka segala hidupnya dituntun dengan keimanannya, baik saat berpikir, berperasaan, melihat, mendengar maupun saat berkata-kata. Sehingga dapat kita lihat bahwa orang-orang beriman adalah orang yang tidak pernah berbuat merugikan dirinya, merugikan orang lain atau merusak lingkungannya. Karena setiap pelanggaran akan berbuah dosa, dan dosa akan berbuah siksa. Apakah siksa di dunia dan di akherat.
Sebaliknya orang yang telah melanggar larangan ALLOH, iman akan tercabut, dan secara sederhana orang yang telah kehilangan iman, seluruh aqal, hati dan indranya tidak lagi dituntun dengan iman. Maka ALLOH mengumpamakan mereka seperti kera yang hina atau seperti babi.
Diantara penjelasan orang berilmu sifat-sifat nyata binatang kera, adalah selalu tampil mencari perhatian, dan suka jahil kepada kera yang lain. Demikian pula sifat babi adalah tidak punya malu dan memakan makanan yang kotor-kotor. Bila manusia sudah kehilangan iman, maka segala perbuatannya sudah keluar dari jalan iman dan amal sholih dan keikhlasan, yang ada adalah hati yang terkandung diantaranya sifat-sifat jahat antara lain mudah geram, kejam, bengis, sombong, emosi tinggi, ingin menguasai, demdam, iri, gelora bertikai, gelora memuaskan nafsu syahwat dan nafsu syaiton, dan setumpuk sifat-sifat jahat yang semuanya sangat dimurkai ALLOH SWT.
2. Siksaan Fisik Akibat Ulah Manusia sendiri
Bila manusia telah keluar dari jalan ibadah, jalan iman dan amal sholih, dan manusia telah memasuki jalan-jalan terkutuk, maka yang paling segera menjadi korban adalah diri-diri manusia itu sendiri. ALLOH menggambarkan dalam sebuah firman-Nya
قُلْ هُوَ الْقَادِرُ عَلَى أَن يَبْعَثَ عَلَيْكُمْ عَذَاباً مِّن فَوْقِكُمْ أَوْ مِن تَحْتِ أَرْجُلِكُمْ أَوْ يَلْبِسَكُمْ شِيَعاً وَيُذِيقَ بَعْضَكُم بَأْسَ بَعْضٍ انظُرْ كَيْفَ نُصَرِّفُ الآيَاتِ لَعَلَّهُمْ يَفْقَهُونَ ﴿٦٥﴾
Katakanlah:”Dia yang berkuasa untuk mengirimkan azab kepadamu, dari atas kamu atau dari bawah kakimu atau Dia mencampurkan kamu dalam golongan-golongan (yang saling bertentangan) dan merasakan kepada sebahagian) kamu kepada keganasan sebahagian yang lain. Perhatikanlah, betapa Kami mendatangkan tanda-tanda kebesaran Kami silih berganti agar mereka memahami(nya). (QS. 6:65)Manusia-manusia yang keluar dari fitrahnya, yang akan segera nampak adalah sifat rakus dan sikap melampaui batas. Keadaan ini baik secara fisik maupun non fisik penyebabnya adalah manusia itu sendiri
مَّا أَصَابَكَ مِنْ حَسَنَةٍ فَمِنَ اللّهِ وَمَا أَصَابَكَ مِن سَيِّئَةٍ فَمِن نَّفْسِكَ وَأَرْسَلْنَاكَ لِلنَّاسِ رَسُولاً وَكَفَى بِاللّهِ شَهِيداً ﴿٧٩﴾
Apa saja nikmat yang kamu peroleh adalah dari ALLOH, dan apa saja bencana yang menimpamu, maka dari (kesalahan) dirimu sendiri. Kami mengutusmu menjadi Rasul kepada segenap manusia. Dan cukuplah ALLOH menjadi saksi. (QS. 4:79)Akibat manusia meninggalkan iman dan amal sholih, maka manusia menjadi rakus, pendendam dan suka bertikai. Demikian pula kejadian kejadian kerusakan iklim di saat ini juga akibat kesalahan manusia.
Manusia telah menggunduli hijaun bumi, dan manusia telah menggunakan energi yang menjadikan atsmosfer menjadi lebih panas. Sehingga daya serap atsmosfer terhadap uap air laut menjadi semakin meninggi. Maka bila terjadi hujan walaupun sesaat namun memiliki debit yang sangat mengejutkan. Banjir-banjir bandang yang semakin menjadi-jadi juga akibat ulah manusia itu sendiri. Cuaca Ekstrim menunjukkan pola baru ketidak stabilan penyebaran panas yang berlebih di muka bumi.
Sudah bertumpuk-tumpuk kerugian-kerugian manusia, membangun fisik dan merapikan fisik bertahun-tahun, berantakan oleh bencana banjir dalam waktu beberapa hari saja. Berapa kerugian yang ditanggung oleh manusia oleh bencana tersebut adalah sangat besar. Belum lagi bila membangun itu adalah dengan jalan hutang. Sudah jatuh tertimpa tangga.
Dapat dianalisa bahwa Kesusahan, kesengsaraan dan kekacauan didalam kehidupan manusia, ternyata bila dicari sumbernya berawal dari diri manusia, dari jiwa manusia, dari hati manusia, dari jiwa-jiwa yang telah membuang iman dan jiwa-jiwa yang lebih menyenangi kenikmatan fisik. Bahkan jiwa yang telah membuang iman dan menempuh jalan-jalan kejahatan, maka dengan kejahatan itu maka berkenan ALLOH menimpakan kesusahan kepada mereka. Sudah jatuh tertimpa tangga yang kedua.
2.MENTAL
Kekalutan mental adalah gangguan kejiwaan akibat ketidak mampuan seseorang menghadapi persoalan yang harus diatasi sehingga yang bersangkutan bertingkah kurang wajar.
Gejala-gejala permulaan
seseorang mengalami kekalutan mental :
- Nampak pada jasmani : merasakan pusing, sesak napas, demam, nyeri pada lambung.
- Nampak pada kejiwaan : rasa cemas, ketakutan patah hati, apatis, cemburu, mudah marah.
Tahapan-tahapan
gangguan kejiwaan adalah :
- Gangguan kejiwaan nampak dalam gejala-gejala kehidupan Si Penderita baik jasmi maupun rohani,
- Usaha mempertahankan diri dengan cara negative,
- Kekalutan merupakan titik patah (mental breakdown).
Sebab-sebab timbulnya
kekalutan mental :
- Kepribadian yang lemah akibat kondisi jasmani atau mental yang kurang sempurna,
- Terjadinya konflik sosial budaya akibat norma, berbeda antara yang bersangkutan dengan apa yang ada dalam masyarakat sehingga ia tidak dapat menyesuaikan diri lagi,
Cara pematangan batin
yang salah dengan memberikan reaksi yang berlebihan terhadap kehidupan sosial.
Proses-proses kekalutan
mental yang dialami seseorang mendorongnya ke arah :
- Positif : trauma (luka jiwa), survive dalam hidup,
- Negatif : trauma diperlarutkan atau diperturutkan akhirnya frustasi.
Bentuk-Bentuk Frustasi
- Agresi : kemarahan yang meluap-luap akibat emosi tidak terkendali,
- Regresi : kembali pada pola reaksi primitif atau kekanak-kanakan,
- Fiksasi : pembatasan pada satu pola yang sama,
- Proyeksi : memproyeksikan kelemahan dan sikap-sikap sendiri yang negatif pada orang lain,
- Identifikasi : menyamakan diri dengan seseorang yang sukses dalam imajinasinya,
- Narsisme : merasa dirinya lebih superior daripada orang lain,
- Autisme : gejala menutup diri secara total dari dunia riil, puas dengan fantasinya sendiri.
Penderita kekalutan
mental banyak terdapat dalam lingkungan seperti :
- Kota-kota besar,
- Anak-anak muda usia,
- Wanita,
- Orang yang tidak beragama,
- Orang-orang yang terlalu mengejar materi.
Pengaruh
Penderita..
Sikap yang
timbul pada orang yang mengalami penderitaan berupa sikap positif ataupun sikap
negatif.Contoh sikap negatif yaitu penyesalan karena tidak bahagia, sikap
kecewa, putus asa, ingin bunuh diri. Kelanjutan dari sikap negatif ini dapat
timbul sikap anti, misalkan tidak mau kawin, tidak punya gairah hidup.
Apabila
sikap negatif dan sikap positif ini dikomunikasikan oleh para seniman kepada
para pembaca, penonton, maka para pembaca, para penonton akan memberikan
penilaiannya
3.JIWA
Penderitaan jiwa, berat maupun ringan, sudah menjadi bagian dari
kehidupan manusia di zaman modern ini. Sadar atau tak sadar, banyak
orang merasakan penderitaan dan rintihan dalam batinnya. Terhibur dalam
keramaian tapi gelisah dalam kesendirian, menjerit dalam kesunyian,
menemukan orang yang tepat untuk curhat sulit, orang tua tidak mengerti.
Problem ini dirasakan termasuk oleh orang-orang yang taat menjalankan
kehidupan ritual agamanya sehari-hari. Dalam keramaian seperti tak ada
masalah, ceria, riang dan gembira, tapi dalam kesendirian dan kesunyian,
batinnya menjerit karena masalah tak hilang-hilang, beban perasaan
terasa berat, stres oleh pekerjaan yang menumpuk, jodoh tak kunjung
datang, uang dan materi berlimpah tapi tak ada ketenangan hidup, makanan
banyak tapi tak ada kenikmatan dst. Akhirnya, tak betah di rumah, asing
dengan diri sendiri, hidup merasa tak bermakna. Kebahagiaan tidak tahu
entah ada dimana.
Apa yang dilakukan untuk mengatasi masalah-masalah seperti ini?
Umumnya kita melakukan tiga berikut ini: Pertama, refresing dalam
berbagai bentuknya seperti rekreasi, hiburan, nonton, olah raga,
jalan-jalan, kumpul-kumpul, nongkrong di café, belanja menghabiskan
waktu dan uang. Kedua, menyibukkan diri dalam berbagai aktifitas yang
diharapkannya bisa melupakan problem-problem hidupnya untuk sementara.
Ketiga, menghukum dirinya dengan duduk berjam-jam depan komputer
menghabiskan waktu dengan main game, chatting atau yang paling populer
sekarang, fesbukan. Ditulislah status-status yang berisi kalimat-kalimat
indah, puisi atau curhat yang mengkespresikan penderitaan jiwa yang
sedang dialaminya: tentang kehampaan hidup, ketiadaan cinta,
kesendirian, kekecewaan dan lain-lain. Dengan cara-cara itu ia berharap
penderitaannya akan berkurang atau hilang. Tapi kenyataan tidak, masalah
tetap saja muncul dan muncul lagi. Mengatasi penderitaan jiwa kepada
aktivitas-aktivitas hiburan seperti itu karena kebingungannya harus
bagaimana dan melakukan apa. Masalah tetap saja lestari. Akhirnya,
tindakan menjadi salah kaprah. Yang menderita jiwa, yang diobatinya
fisik. Sumber masalahnya dalam batin, tapi yang kita lakukan
tindakan-tindakan lahir. Yang merasakannya hati tapi jawabannya adalah
fikiran atau tindakan-tindakan rasional. Ibaratnya, motor rusak dibawa
ke puskesmas, sakit gigi datang ke bengkel, demam pergi ke tukang jahit.
Akhirnya, masalah tidak hilang-hilang!
Mengatasi penderitaan jiwa dengan bentuk-bentuk hiburan tidak akan
menyelesaikan apa yang sedang kita rasakan. Yang kita dapatkan dari
hiburan hanyalah kegembiraan atau kesenangan sesaat yang ketika pulang
ke rumah atau kembali pada kesendirian, derita-derita itu datang lagi.
Begitulah seterusnya. Karena sudah menjadi sistem kesadaran yang
berlangsung lama, akhirnya penderitaan muncul terus-menerus. Di hadapan
orang, mungkin penderitaan itu bisa kita sembunyikan, kita seolah
biasa-biasa saja, tapi hati tidak bisa dipungkiri apalagi saat-saat
menyendiri. Derita-derita itu sungguh sangat menyiksa.
Tidak Tepat Terapi
Salah terapi membuat masalah tidak sembuh-sembuh sehingga penderitaan
datang terus-menerus. Setiap masalah yang dialami manusia ada sebab dan
akar-akarnya sendiri. Karena itu, proses penyembuhannya pun berbeda
satu sama lain. Penyembuhan dengan pendekatan agama secara umum,
misalnya dengan memperbanyak dzikir, shalat sunat atau sabar dan
tawakkal tidak akan menyelesaikan masalah karena itu semua tidak
mengungkap akar-akar masalahya. Ibaratnya, harusnya datang ke dokter
spesialis tapi kita datang ke dokter umum.
Mengatasi kesulitan hidup yang memproduksi keluhan-keluhan jiwa bukan
dengan sabar dan tawakal yang sering diartikan menerima dengan pasif
atau dengan wirid/dzikir sekian ribu kali, istikharah, puasa
senin-kamis, tahajjud atau baca asma ul-husna dengan bilangan tertentu.
Semua praktek itu untuk menenangkan jiwa bukan untuk menyelesaikan
masalah. Banyak mengingat Allah dengan berdzikir itu untuk menenangkan
hati: “Ala bidzikrillahi tathma’innul qulub” (Ingatlah, hanya dengan
mengingat Allah, hati menjadi tenang), bukan untuk membereskan masalah
hingga selesai dan tidak muncul lagi. Buktinya, banyak orang rajin
berdzikir tapi mental buruknya tetap saja tidak hilang, banyak orang
shalatnya rajin tapi ketika mengejar keinginan tetap saja menghalalkan
segala cara, banyak orang sabar dan tawakkal tetap saja jodohnya tidak
datang, orang rajin puasa sunat tapi tetap saja kesadaran hidupnya
rendah. Bukan ritual agamanya yang salah, tapi antara masalah dengan
penyelesaian tidak nyambung, bukan ibadah yang salah, tapi pengobatan
tidak tepat.
Shalat sunat, puasa sunat atau dzikir adalah ibadah tambahan untuk
melengkapi atau menyempurnakan ibadah-ibadah wajib yang banyak
kekurangannya atau yang kita kerjakan tidak maksimal. Ibadah-ibadah
sunah itu kita laksanakan sebagai ketaatan pada nabi untuk mencontoh
perilaku dan kebiasaan beliau sebagai teladan yang baik (uswatun
hasanah). Kalau pun berdampak pada berkurangnya beban masalah atau
kesembuhan penyakit, itu karena kasih sayang Allah saja, bukan oleh
ibadah-ibadah itu, dan bukan untuk tujuan menyelesaikan masalah kita
beridabah kepada Tuhan.
Bagaimana Mengatasi Masalah yang Tepat?
Ketika penderitaan-penderitaan jiwa menghimpit seseorang
pengobatannya bukan dengan memperbanyak dzikir, wirid atau membaca asma
ul-husna, apalagi refreshing ke tempat-tempat hiburan. Yang seharusnya
dilakukan adalah merenung dan merenung, menghisab diri (introspeksi)
atas semua kesalahan, dosa, pembangkangan dan pelanggaran-pelanggaran
agama yang pernah dilakukan. Tapi, ini agak sulit. Tidak mudah orang
menemukan dan menyadari kesalahan-kesalahannya sendiri. Maka, cara yang
benar adalah carilah orang yang bisa memberikan nasehat!! Tanyakanlah
mengapa masalah demi masalah datang tak habis-habisnya, kemudian duduk,
diam dan dengarkan orang yang menasehati kita.
Orang yang diminta nasehat harus orang yang tepat: yang bersih
hatinya, lurus hidupnya, jernih pandangannya, taat agamanya, satu kata
antara hati dan perbuatannya, bisa menguasai hawa nafsunya dan tidak
mencintai dunia. Dan yang penting dicatat, bukan orang (termasuk kiayi
atau ahli hikmah) yang memberikan resep-resep instan agar masalah cepat
selsesai, tapi yang bisa menguraikan kesalahan-kesalahan kita,
membeberkan kelemahan dan kekurangan kita, yang menunjukkan
keburukan-keburukan kita, yang semua menjadi penyebab yang tidak
disadari (hijab ruhani) munculnya penyakit-penyakit dalam diri kita,
lahir maupun batin.
Mencari orang seperti itu tidak susah bila ada kemauan. Malas atau
membayangkan sulit mencarinya adalah penghalang pertama dari kesembuhan.
Cara untuk menemukan orang seperti itu adalah dengan menghidupkan
kepekaan hati atau qalbu kita: siapakah dalam lingkungan pergaulan kita,
atau yang pernah kita kenal atau kita dengar memiliki atau paling dekat
dengan sifat-sifat yang disebutkan di atas. Kuburkanlah status sosial
kita saat mencari orang seperti itu, jauhkanlah kesombongan karena
kebenaran tak ditemukan melalui gengsi dan keangkuhan. Semakin mampu
kita menguburkan egosime dan kesombongan, semakin rendah memandang diri
sendiri, semakin merasa diri penuh dengan kelemahan dan kekurangan
bahkan kehinaan, Insya Allah, “antena” kita makin kuat untuk menangkap
sinyal dimana orang yang layak memberikan nasehat itu berada. Dan itu
tak selalu berhubungan dengan ketenaran, usia, sebutan kiayi, ustadz dan
sebagainya.
Bila sudah menemukannya, datangi lalu pintalah nasehatnya.
Tanyakanlah mengapa kita selalu banyak masalah. Tanyakanlah mengapa kita
terpuruk, mengapa kita jatuh, mengapa kita stres, mengapa kita tidak
dihormati orang, mengapa sulit mencari jodoh, mengapa anak-anak di rumah
tidak hormat dan sulit diatur dst. Tanyakanlah kesalahan dan keburukan
apa yang kita lakukan. Ketika nasehat diberikan, praktekkanlah rumus 3D:
duduk, diam, dengarkan! Hanya itu yang patut kita lakukan saat
mendengarkan nasehat. Janganlah pernah membantah nasehat dengan
penjelasan dan kata-kata, dengan pikiran, dengan argumen, bela diri dan
apologi. Bila itu ditunjukkan, itulah penghalang kedua dari kesembuhan.
Penyakit umum kita adalah membantah nasehat dan banyak menjelaskan.
Buanglah jauh-jauh kedua sifat itu. Argumen dan penjelasan diperlukan
dalam kegiatan diskusi bukan saat menerima nasehat. Salah satu problem
akut manusia modern adalah sulitnya menundukkan hati untuk mendengarkan
nasehat dengan rendah hati, tawadhu dan pengakuan kesalahan. Bila rumus
3D itu dijalankan, Insya Allah, jawaban dari persoalan-persoalan hidup
yang kita rasakan akan berkurang kemudian hilang. Mengapa? Karena kita
melakukan secara tepat tiga hal: benar memahami masalah diri, benar
kemana kita harus datang, dan benar apa yang harus kita lakukan. Tepat
identifikasi masalah, tepat cara/metoda dan tepat langkah, pasti akan
mendatangkan tepat hasil.[] Wallahu’alam!
4.BATIN
Derita artinya
menanggung atau merasakan susuatu yang tidak menyenangkan Penderitaan
dapat dibagi menjadi dua kategori yakni, Derita lahir dan derita
batin,jenis dari penderitaan ini ada yang berat maupun ringan, tapi
jenis ini tergantung kepada individu masing masing bagaimana cara
memangdangnnya karena belum tentu sesuatu yang dianggap penderitaan oleh
seseorang dianggap penderitaan oleh orang lain.,Setiap individu
pastilah pernah yang mengalami kebahagian dan penderitaan karena hidup
ini seperti roda berputar yang kadangkala kita berada diatas dan kadang
kita ada dibawah, Tuhan memberikan kebahagian dan penderitaan pasti
memiliki maksud dan tujuan agar kita selalu ingat kepada-NYA .
Tuhan memberikan penderitaan kepada seseorang itu karena Tuhan sayang
kepada kita, sayang dalam artiaan Tuhan ingin menguji kita sebelum
mengangkat kita ke derajat yang lebih tinggi, Tuhan memberikan
penderitaan kepada seseorang pastilah dapat diatasi oleh orang tersebut
Tuhan tidak pernah memberikan apa yang di luar kuasa umatnya ,setiap
penderitaan yang diberikan Tuhan kepada kita pasti Tuhan telah
menyediakan kebahagian di Akhirnya tentu saja itu bergantung pada apa
yang kita lakukan untuk mencapai titik kebahagiaan itu .bagi seseorang
yang kuat imannya tentu akan senantiasa mensyukuri apa yang telah Tuhan
berikan baik kebahagiaan maupun penderitaan dalam surat al- insyirah :
“Setelah ada kesulitan pasti ada kemudahan” di sini kita harus selalu
percaya bahwa Setelah adanya penderitaan - penderitaan yang kita alami
pasti ada kemudahan yang akan kita lalui karena Tuhan tidak pernah
memberikan cobaan melebihi batas kemampuan umatnya.
Bentuk penderitaan dapat bermacam macam yang perama dapat berupa
siksaan, siksaan dapat berupa siksaan fisik maupun siksaan batin , telah
banyak diberitakan di media massa saat ini mengenain penyiksaan fisik
berupa perampokan , pemerkosaan adapun siksaan yang bersifat psikis
seperti kebimbangan ketakutan dan kesepian hal seperti ini pastilah
pernah kita hadapi dalam kehidupan kita , kebimbangan muncul ketika
seseorang dihadapi dengan situasi ketika ia harus memutuskan sesuatu dan
ia tidak dapat memutuskannya, kebimbangan yang terus-menerus akan
menjadi penderitaan batin bagi seseorang , Kesepian dialami oleh
seseorang merupakan rasa sepi dalam dirinya atau jiwanya, walaupun ia
dalam lingkungan orang ramai untuk mengatasi rasa kesepian ini seseorang
harus mencari seseorang untuk memecah rasa sepi dihatinya karena
bagaimanapun manusia merupan makhluk sosial yang membutuhkan orang lain
Penderitaan batin dalam ilmu psikologi dikenal sebagai kekalutan mental.
Secara lebih sederhana kekalutan mental dapat dirumuskan sebagai
gangguan kejiwaan akibat ketidak mampuan seseorang menghadapi persoalan
yang harus diatasi sehingga yang bersangkutan bertingkah secara kurang
wajar.
Gejala – gejala permulaan bagi seseorang yang mengalami kekalutan mental
adalah :Tampak pada jasmani yang sering merasakan pusing, sesak napas,
demam, nyeri pada lambung. Tampak pada kejiwaannya dengan rasa cemas,
ketakutan, patah hati, apatis, cemburu, mudah marah. Sebab – sebab
timbulnya kekalutan mental, dapat banyak disebutkan antara lain sebagai
berikut :
Kepribadian yang lemah akibat kondisi jasmani atau mental yang kurang
sempurna. Hal – hal tersebut sering menyebabkan yang bersangkutan merasa
rendah diri yang secara berangsur – angsur akan menyudutkan
kedudukannya dan menghancurkan mentalnya.
Terjadinya konflik sosial budaya akibat norma berbeda antara yang
bersangkutan denga apa yang ada dalam masyarakat.Cara pematangan batin
yang salah dengan memberikan reaksi yang berlebihan terhadap kehidupan
sosial, over acting sebagai over compensatie.
Orang yang mengalami penderitaan mungkin akan memperoleh pengaruh
bermacam-macam dan sikap dalam dirinya. Sikap dalam dirinya. Sikap yang
timbul dapat berupa sikap positif ataupun sikap negatif. Sikap negatif
misalnya penyesalan karena tidak bahagia, sikap kecewa, putus asa, ingin
bunuh diri
Sikap positif yaitu sikap optimis mengatasi penderitaan hidup, bahwa
hidup bukan rangkaian penderitaan, melainkan perjuangan membebaskan diri
dari penderitaan, dan penderitaan itu adalah hanya bagian dari
kehidupan. Sikap positif biasanya kreatif, tidak mudah menyerah
Manusia memang tidak seterusnya selalu mendapatkan kenikmatan dalam
hidupnya. Terkadang kehidupan selalu diselingi dengan adanya penderitaan
dan itu akan terjadi pada setiap makhluk hidup terutama manusia. Memang
penderitaan itu akan berdampak buruk bagi kehidupan, namun sebagai
manusia yaang dianugrahi akal pikiran. Sebaiknya harus siap-siap
menghadapi hal tesebut. Karena kita tidak tahu akan terjadi kapan
penderitaan yang akan dialami kita pada suatu saat nanti.
Sebagai peduli terhadap penderitaan orang lain, biasanya ada suatu pihak
yang memanfaatkan hal itu sebagai bahan pembuat barita atau sebagai
karya seni yang beguna untuk media informasi. Jadi, dengan cara itu akan
membuat seseorang yang melihat media informasi akan merasa priharin
terhadap penderitaan seseorang dan akan menciptakan saling sikap peduli
satu sama lain.
Selengkapnya : http://www.kompasiana.com/muhammad.iqbal.94/manusia-dan-penderitaan_55295074f17e61445e8b456d
Selengkapnya : http://www.kompasiana.com/muhammad.iqbal.94/manusia-dan-penderitaan_55295074f17e61445e8b456d
Derita artinya
menanggung atau merasakan susuatu yang tidak menyenangkan Penderitaan
dapat dibagi menjadi dua kategori yakni, Derita lahir dan derita
batin,jenis dari penderitaan ini ada yang berat maupun ringan, tapi
jenis ini tergantung kepada individu masing masing bagaimana cara
memangdangnnya karena belum tentu sesuatu yang dianggap penderitaan oleh
seseorang dianggap penderitaan oleh orang lain.,Setiap individu
pastilah pernah yang mengalami kebahagian dan penderitaan karena hidup
ini seperti roda berputar yang kadangkala kita berada diatas dan kadang
kita ada dibawah, Tuhan memberikan kebahagian dan penderitaan pasti
memiliki maksud dan tujuan agar kita selalu ingat kepada-NYA .
Tuhan memberikan penderitaan kepada seseorang itu karena Tuhan sayang
kepada kita, sayang dalam artiaan Tuhan ingin menguji kita sebelum
mengangkat kita ke derajat yang lebih tinggi, Tuhan memberikan
penderitaan kepada seseorang pastilah dapat diatasi oleh orang tersebut
Tuhan tidak pernah memberikan apa yang di luar kuasa umatnya ,setiap
penderitaan yang diberikan Tuhan kepada kita pasti Tuhan telah
menyediakan kebahagian di Akhirnya tentu saja itu bergantung pada apa
yang kita lakukan untuk mencapai titik kebahagiaan itu .bagi seseorang
yang kuat imannya tentu akan senantiasa mensyukuri apa yang telah Tuhan
berikan baik kebahagiaan maupun penderitaan dalam surat al- insyirah :
“Setelah ada kesulitan pasti ada kemudahan” di sini kita harus selalu
percaya bahwa Setelah adanya penderitaan - penderitaan yang kita alami
pasti ada kemudahan yang akan kita lalui karena Tuhan tidak pernah
memberikan cobaan melebihi batas kemampuan umatnya.
Bentuk penderitaan dapat bermacam macam yang perama dapat berupa
siksaan, siksaan dapat berupa siksaan fisik maupun siksaan batin , telah
banyak diberitakan di media massa saat ini mengenain penyiksaan fisik
berupa perampokan , pemerkosaan adapun siksaan yang bersifat psikis
seperti kebimbangan ketakutan dan kesepian hal seperti ini pastilah
pernah kita hadapi dalam kehidupan kita , kebimbangan muncul ketika
seseorang dihadapi dengan situasi ketika ia harus memutuskan sesuatu dan
ia tidak dapat memutuskannya, kebimbangan yang terus-menerus akan
menjadi penderitaan batin bagi seseorang , Kesepian dialami oleh
seseorang merupakan rasa sepi dalam dirinya atau jiwanya, walaupun ia
dalam lingkungan orang ramai untuk mengatasi rasa kesepian ini seseorang
harus mencari seseorang untuk memecah rasa sepi dihatinya karena
bagaimanapun manusia merupan makhluk sosial yang membutuhkan orang lain
Penderitaan batin dalam ilmu psikologi dikenal sebagai kekalutan mental.
Secara lebih sederhana kekalutan mental dapat dirumuskan sebagai
gangguan kejiwaan akibat ketidak mampuan seseorang menghadapi persoalan
yang harus diatasi sehingga yang bersangkutan bertingkah secara kurang
wajar.
Gejala – gejala permulaan bagi seseorang yang mengalami kekalutan mental
adalah :Tampak pada jasmani yang sering merasakan pusing, sesak napas,
demam, nyeri pada lambung. Tampak pada kejiwaannya dengan rasa cemas,
ketakutan, patah hati, apatis, cemburu, mudah marah. Sebab – sebab
timbulnya kekalutan mental, dapat banyak disebutkan antara lain sebagai
berikut :
Kepribadian yang lemah akibat kondisi jasmani atau mental yang kurang
sempurna. Hal – hal tersebut sering menyebabkan yang bersangkutan merasa
rendah diri yang secara berangsur – angsur akan menyudutkan
kedudukannya dan menghancurkan mentalnya.
Terjadinya konflik sosial budaya akibat norma berbeda antara yang
bersangkutan denga apa yang ada dalam masyarakat.Cara pematangan batin
yang salah dengan memberikan reaksi yang berlebihan terhadap kehidupan
sosial, over acting sebagai over compensatie.
Orang yang mengalami penderitaan mungkin akan memperoleh pengaruh
bermacam-macam dan sikap dalam dirinya. Sikap dalam dirinya. Sikap yang
timbul dapat berupa sikap positif ataupun sikap negatif. Sikap negatif
misalnya penyesalan karena tidak bahagia, sikap kecewa, putus asa, ingin
bunuh diri
Sikap positif yaitu sikap optimis mengatasi penderitaan hidup, bahwa
hidup bukan rangkaian penderitaan, melainkan perjuangan membebaskan diri
dari penderitaan, dan penderitaan itu adalah hanya bagian dari
kehidupan. Sikap positif biasanya kreatif, tidak mudah menyerah
Manusia memang tidak seterusnya selalu mendapatkan kenikmatan dalam
hidupnya. Terkadang kehidupan selalu diselingi dengan adanya penderitaan
dan itu akan terjadi pada setiap makhluk hidup terutama manusia. Memang
penderitaan itu akan berdampak buruk bagi kehidupan, namun sebagai
manusia yaang dianugrahi akal pikiran. Sebaiknya harus siap-siap
menghadapi hal tesebut. Karena kita tidak tahu akan terjadi kapan
penderitaan yang akan dialami kita pada suatu saat nanti.
Sebagai peduli terhadap penderitaan orang lain, biasanya ada suatu pihak
yang memanfaatkan hal itu sebagai bahan pembuat barita atau sebagai
karya seni yang beguna untuk media informasi. Jadi, dengan cara itu akan
membuat seseorang yang melihat media informasi akan merasa priharin
terhadap penderitaan seseorang dan akan menciptakan saling sikap peduli
satu sama lain.
Selengkapnya : http://www.kompasiana.com/muhammad.iqbal.94/manusia-dan-penderitaan_55295074f17e61445e8b456d
Selengkapnya : http://www.kompasiana.com/muhammad.iqbal.94/manusia-dan-penderitaan_55295074f17e61445e8b456d
Derita artinya
menanggung atau merasakan susuatu yang tidak menyenangkan Penderitaan
dapat dibagi menjadi dua kategori yakni, Derita lahir dan derita
batin,jenis dari penderitaan ini ada yang berat maupun ringan, tapi
jenis ini tergantung kepada individu masing masing bagaimana cara
memangdangnnya karena belum tentu sesuatu yang dianggap penderitaan oleh
seseorang dianggap penderitaan oleh orang lain.,Setiap individu
pastilah pernah yang mengalami kebahagian dan penderitaan karena hidup
ini seperti roda berputar yang kadangkala kita berada diatas dan kadang
kita ada dibawah, Tuhan memberikan kebahagian dan penderitaan pasti
memiliki maksud dan tujuan agar kita selalu ingat kepada-NYA .
Tuhan memberikan penderitaan kepada seseorang itu karena Tuhan sayang
kepada kita, sayang dalam artiaan Tuhan ingin menguji kita sebelum
mengangkat kita ke derajat yang lebih tinggi, Tuhan memberikan
penderitaan kepada seseorang pastilah dapat diatasi oleh orang tersebut
Tuhan tidak pernah memberikan apa yang di luar kuasa umatnya ,setiap
penderitaan yang diberikan Tuhan kepada kita pasti Tuhan telah
menyediakan kebahagian di Akhirnya tentu saja itu bergantung pada apa
yang kita lakukan untuk mencapai titik kebahagiaan itu .bagi seseorang
yang kuat imannya tentu akan senantiasa mensyukuri apa yang telah Tuhan
berikan baik kebahagiaan maupun penderitaan dalam surat al- insyirah :
“Setelah ada kesulitan pasti ada kemudahan” di sini kita harus selalu
percaya bahwa Setelah adanya penderitaan - penderitaan yang kita alami
pasti ada kemudahan yang akan kita lalui karena Tuhan tidak pernah
memberikan cobaan melebihi batas kemampuan umatnya.
Bentuk penderitaan dapat bermacam macam yang perama dapat berupa
siksaan, siksaan dapat berupa siksaan fisik maupun siksaan batin , telah
banyak diberitakan di media massa saat ini mengenain penyiksaan fisik
berupa perampokan , pemerkosaan adapun siksaan yang bersifat psikis
seperti kebimbangan ketakutan dan kesepian hal seperti ini pastilah
pernah kita hadapi dalam kehidupan kita , kebimbangan muncul ketika
seseorang dihadapi dengan situasi ketika ia harus memutuskan sesuatu dan
ia tidak dapat memutuskannya, kebimbangan yang terus-menerus akan
menjadi penderitaan batin bagi seseorang , Kesepian dialami oleh
seseorang merupakan rasa sepi dalam dirinya atau jiwanya, walaupun ia
dalam lingkungan orang ramai untuk mengatasi rasa kesepian ini seseorang
harus mencari seseorang untuk memecah rasa sepi dihatinya karena
bagaimanapun manusia merupan makhluk sosial yang membutuhkan orang lain
Penderitaan batin dalam ilmu psikologi dikenal sebagai kekalutan mental.
Secara lebih sederhana kekalutan mental dapat dirumuskan sebagai
gangguan kejiwaan akibat ketidak mampuan seseorang menghadapi persoalan
yang harus diatasi sehingga yang bersangkutan bertingkah secara kurang
wajar.
Gejala – gejala permulaan bagi seseorang yang mengalami kekalutan mental
adalah :Tampak pada jasmani yang sering merasakan pusing, sesak napas,
demam, nyeri pada lambung. Tampak pada kejiwaannya dengan rasa cemas,
ketakutan, patah hati, apatis, cemburu, mudah marah. Sebab – sebab
timbulnya kekalutan mental, dapat banyak disebutkan antara lain sebagai
berikut :
Kepribadian yang lemah akibat kondisi jasmani atau mental yang kurang
sempurna. Hal – hal tersebut sering menyebabkan yang bersangkutan merasa
rendah diri yang secara berangsur – angsur akan menyudutkan
kedudukannya dan menghancurkan mentalnya.
Terjadinya konflik sosial budaya akibat norma berbeda antara yang
bersangkutan denga apa yang ada dalam masyarakat.Cara pematangan batin
yang salah dengan memberikan reaksi yang berlebihan terhadap kehidupan
sosial, over acting sebagai over compensatie.
Orang yang mengalami penderitaan mungkin akan memperoleh pengaruh
bermacam-macam dan sikap dalam dirinya. Sikap dalam dirinya. Sikap yang
timbul dapat berupa sikap positif ataupun sikap negatif. Sikap negatif
misalnya penyesalan karena tidak bahagia, sikap kecewa, putus asa, ingin
bunuh diri
Sikap positif yaitu sikap optimis mengatasi penderitaan hidup, bahwa
hidup bukan rangkaian penderitaan, melainkan perjuangan membebaskan diri
dari penderitaan, dan penderitaan itu adalah hanya bagian dari
kehidupan. Sikap positif biasanya kreatif, tidak mudah menyerah
Manusia memang tidak seterusnya selalu mendapatkan kenikmatan dalam
hidupnya. Terkadang kehidupan selalu diselingi dengan adanya penderitaan
dan itu akan terjadi pada setiap makhluk hidup terutama manusia. Memang
penderitaan itu akan berdampak buruk bagi kehidupan, namun sebagai
manusia yaang dianugrahi akal pikiran. Sebaiknya harus siap-siap
menghadapi hal tesebut. Karena kita tidak tahu akan terjadi kapan
penderitaan yang akan dialami kita pada suatu saat nanti.
Sebagai peduli terhadap penderitaan orang lain, biasanya ada suatu pihak
yang memanfaatkan hal itu sebagai bahan pembuat barita atau sebagai
karya seni yang beguna untuk media informasi. Jadi, dengan cara itu akan
membuat seseorang yang melihat media informasi akan merasa priharin
terhadap penderitaan seseorang dan akan menciptakan saling sikap peduli
satu sama lain.
Selengkapnya : http://www.kompasiana.com/muhammad.iqbal.94/manusia-dan-penderitaan_55295074f17e61445e8b456dDerita artinya menanggung atau merasakan susuatu yang tidak menyenangkan Penderitaan dapat dibagi menjadi dua kategori yakni, Derita lahir dan derita batin,jenis dari penderitaan ini ada yang berat maupun ringan, tapi jenis ini tergantung kepada individu masing masing bagaimana cara memangdangnnya karena belum tentu sesuatu yang dianggap penderitaan oleh seseorang dianggap penderitaan oleh orang lain.,Setiap individu pastilah pernah yang mengalami kebahagian dan penderitaan karena hidup ini seperti roda berputar yang kadangkala kita berada diatas dan kadang kita ada dibawah, Tuhan memberikan kebahagian dan penderitaan pasti memiliki maksud dan tujuan agar kita selalu ingat kepada-NYA . Tuhan memberikan penderitaan kepada seseorang itu karena Tuhan sayang kepada kita, sayang dalam artiaan Tuhan ingin menguji kita sebelum mengangkat kita ke derajat yang lebih tinggi, Tuhan memberikan penderitaan kepada seseorang pastilah dapat diatasi oleh orang tersebut Tuhan tidak pernah memberikan apa yang di luar kuasa umatnya ,setiap penderitaan yang diberikan Tuhan kepada kita pasti Tuhan telah menyediakan kebahagian di Akhirnya tentu saja itu bergantung pada apa yang kita lakukan untuk mencapai titik kebahagiaan itu .bagi seseorang yang kuat imannya tentu akan senantiasa mensyukuri apa yang telah Tuhan berikan baik kebahagiaan maupun penderitaan dalam surat al- insyirah : “Setelah ada kesulitan pasti ada kemudahan” di sini kita harus selalu percaya bahwa Setelah adanya penderitaan - penderitaan yang kita alami pasti ada kemudahan yang akan kita lalui karena Tuhan tidak pernah memberikan cobaan melebihi batas kemampuan umatnya. Bentuk penderitaan dapat bermacam macam yang perama dapat berupa siksaan, siksaan dapat berupa siksaan fisik maupun siksaan batin , telah banyak diberitakan di media massa saat ini mengenain penyiksaan fisik berupa perampokan , pemerkosaan adapun siksaan yang bersifat psikis seperti kebimbangan ketakutan dan kesepian hal seperti ini pastilah pernah kita hadapi dalam kehidupan kita , kebimbangan muncul ketika seseorang dihadapi dengan situasi ketika ia harus memutuskan sesuatu dan ia tidak dapat memutuskannya, kebimbangan yang terus-menerus akan menjadi penderitaan batin bagi seseorang , Kesepian dialami oleh seseorang merupakan rasa sepi dalam dirinya atau jiwanya, walaupun ia dalam lingkungan orang ramai untuk mengatasi rasa kesepian ini seseorang harus mencari seseorang untuk memecah rasa sepi dihatinya karena bagaimanapun manusia merupan makhluk sosial yang membutuhkan orang lain Penderitaan batin dalam ilmu psikologi dikenal sebagai kekalutan mental. Secara lebih sederhana kekalutan mental dapat dirumuskan sebagai gangguan kejiwaan akibat ketidak mampuan seseorang menghadapi persoalan yang harus diatasi sehingga yang bersangkutan bertingkah secara kurang wajar. Gejala – gejala permulaan bagi seseorang yang mengalami kekalutan mental adalah :Tampak pada jasmani yang sering merasakan pusing, sesak napas, demam, nyeri pada lambung. Tampak pada kejiwaannya dengan rasa cemas, ketakutan, patah hati, apatis, cemburu, mudah marah. Sebab – sebab timbulnya kekalutan mental, dapat banyak disebutkan antara lain sebagai berikut : Kepribadian yang lemah akibat kondisi jasmani atau mental yang kurang sempurna. Hal – hal tersebut sering menyebabkan yang bersangkutan merasa rendah diri yang secara berangsur – angsur akan menyudutkan kedudukannya dan menghancurkan mentalnya. Terjadinya konflik sosial budaya akibat norma berbeda antara yang bersangkutan denga apa yang ada dalam masyarakat.Cara pematangan batin yang salah dengan memberikan reaksi yang berlebihan terhadap kehidupan sosial, over acting sebagai over compensatie. Orang yang mengalami penderitaan mungkin akan memperoleh pengaruh bermacam-macam dan sikap dalam dirinya. Sikap dalam dirinya. Sikap yang timbul dapat berupa sikap positif ataupun sikap negatif. Sikap negatif misalnya penyesalan karena tidak bahagia, sikap kecewa, putus asa, ingin bunuh diri Sikap positif yaitu sikap optimis mengatasi penderitaan hidup, bahwa hidup bukan rangkaian penderitaan, melainkan perjuangan membebaskan diri dari penderitaan, dan penderitaan itu adalah hanya bagian dari kehidupan. Sikap positif biasanya kreatif, tidak mudah menyerah Manusia memang tidak seterusnya selalu mendapatkan kenikmatan dalam hidupnya. Terkadang kehidupan selalu diselingi dengan adanya penderitaan dan itu akan terjadi pada setiap makhluk hidup terutama manusia. Memang penderitaan itu akan berdampak buruk bagi kehidupan, namun sebagai manusia yaang dianugrahi akal pikiran. Sebaiknya harus siap-siap menghadapi hal tesebut. Karena kita tidak tahu akan terjadi kapan penderitaan yang akan dialami kita pada suatu saat nanti. Sebagai peduli terhadap penderitaan orang lain, biasanya ada suatu pihak yang memanfaatkan hal itu sebagai bahan pembuat barita atau sebagai karya seni yang beguna untuk media informasi. Jadi, dengan cara itu akan membuat seseorang yang melihat media informasi akan merasa priharin terhadap penderitaan seseorang dan akan menciptakan saling sikap peduli satu sama lain.
Selengkapnya : http://www.kompasiana.com/muhammad.iqbal.94/manusia-dan-penderitaan_55295074f17e61445e8b456dDerita artinya menanggung atau merasakan susuatu yang tidak menyenangkan Penderitaan dapat dibagi menjadi dua kategori yakni, Derita lahir dan derita batin,jenis dari penderitaan ini ada yang berat maupun ringan, tapi jenis ini tergantung kepada individu masing masing bagaimana cara memangdangnnya karena belum tentu sesuatu yang dianggap penderitaan oleh seseorang dianggap penderitaan oleh orang lain.,Setiap individu pastilah pernah yang mengalami kebahagian dan penderitaan karena hidup ini seperti roda berputar yang kadangkala kita berada diatas dan kadang kita ada dibawah, Tuhan memberikan kebahagian dan penderitaan pasti memiliki maksud dan tujuan agar kita selalu ingat kepada-NYA . Tuhan memberikan penderitaan kepada seseorang itu karena Tuhan sayang kepada kita, sayang dalam artiaan Tuhan ingin menguji kita sebelum mengangkat kita ke derajat yang lebih tinggi, Tuhan memberikan penderitaan kepada seseorang pastilah dapat diatasi oleh orang tersebut Tuhan tidak pernah memberikan apa yang di luar kuasa umatnya ,setiap penderitaan yang diberikan Tuhan kepada kita pasti Tuhan telah menyediakan kebahagian di Akhirnya tentu saja itu bergantung pada apa yang kita lakukan untuk mencapai titik kebahagiaan itu .bagi seseorang yang kuat imannya tentu akan senantiasa mensyukuri apa yang telah Tuhan berikan baik kebahagiaan maupun penderitaan dalam surat al- insyirah : “Setelah ada kesulitan pasti ada kemudahan” di sini kita harus selalu percaya bahwa Setelah adanya penderitaan - penderitaan yang kita alami pasti ada kemudahan yang akan kita lalui karena Tuhan tidak pernah memberikan cobaan melebihi batas kemampuan umatnya. Bentuk penderitaan dapat bermacam macam yang perama dapat berupa siksaan, siksaan dapat berupa siksaan fisik maupun siksaan batin , telah banyak diberitakan di media massa saat ini mengenain penyiksaan fisik berupa perampokan , pemerkosaan adapun siksaan yang bersifat psikis seperti kebimbangan ketakutan dan kesepian hal seperti ini pastilah pernah kita hadapi dalam kehidupan kita , kebimbangan muncul ketika seseorang dihadapi dengan situasi ketika ia harus memutuskan sesuatu dan ia tidak dapat memutuskannya, kebimbangan yang terus-menerus akan menjadi penderitaan batin bagi seseorang , Kesepian dialami oleh seseorang merupakan rasa sepi dalam dirinya atau jiwanya, walaupun ia dalam lingkungan orang ramai untuk mengatasi rasa kesepian ini seseorang harus mencari seseorang untuk memecah rasa sepi dihatinya karena bagaimanapun manusia merupan makhluk sosial yang membutuhkan orang lain Penderitaan batin dalam ilmu psikologi dikenal sebagai kekalutan mental. Secara lebih sederhana kekalutan mental dapat dirumuskan sebagai gangguan kejiwaan akibat ketidak mampuan seseorang menghadapi persoalan yang harus diatasi sehingga yang bersangkutan bertingkah secara kurang wajar. Gejala – gejala permulaan bagi seseorang yang mengalami kekalutan mental adalah :Tampak pada jasmani yang sering merasakan pusing, sesak napas, demam, nyeri pada lambung. Tampak pada kejiwaannya dengan rasa cemas, ketakutan, patah hati, apatis, cemburu, mudah marah. Sebab – sebab timbulnya kekalutan mental, dapat banyak disebutkan antara lain sebagai berikut : Kepribadian yang lemah akibat kondisi jasmani atau mental yang kurang sempurna. Hal – hal tersebut sering menyebabkan yang bersangkutan merasa rendah diri yang secara berangsur – angsur akan menyudutkan kedudukannya dan menghancurkan mentalnya. Terjadinya konflik sosial budaya akibat norma berbeda antara yang bersangkutan denga apa yang ada dalam masyarakat.Cara pematangan batin yang salah dengan memberikan reaksi yang berlebihan terhadap kehidupan sosial, over acting sebagai over compensatie. Orang yang mengalami penderitaan mungkin akan memperoleh pengaruh bermacam-macam dan sikap dalam dirinya. Sikap dalam dirinya. Sikap yang timbul dapat berupa sikap positif ataupun sikap negatif. Sikap negatif misalnya penyesalan karena tidak bahagia, sikap kecewa, putus asa, ingin bunuh diri Sikap positif yaitu sikap optimis mengatasi penderitaan hidup, bahwa hidup bukan rangkaian penderitaan, melainkan perjuangan membebaskan diri dari penderitaan, dan penderitaan itu adalah hanya bagian dari kehidupan. Sikap positif biasanya kreatif, tidak mudah menyerah Manusia memang tidak seterusnya selalu mendapatkan kenikmatan dalam hidupnya. Terkadang kehidupan selalu diselingi dengan adanya penderitaan dan itu akan terjadi pada setiap makhluk hidup terutama manusia. Memang penderitaan itu akan berdampak buruk bagi kehidupan, namun sebagai manusia yaang dianugrahi akal pikiran. Sebaiknya harus siap-siap menghadapi hal tesebut. Karena kita tidak tahu akan terjadi kapan penderitaan yang akan dialami kita pada suatu saat nanti. Sebagai peduli terhadap penderitaan orang lain, biasanya ada suatu pihak yang memanfaatkan hal itu sebagai bahan pembuat barita atau sebagai karya seni yang beguna untuk media informasi. Jadi, dengan cara itu akan membuat seseorang yang melihat media informasi akan merasa priharin terhadap penderitaan seseorang dan akan menciptakan saling sikap peduli satu sama lain.
Selengkapnya : http://www.kompasiana.com/muhammad.iqbal.94/manusia-dan-penderitaan_55295074f17e61445e8b456dDerita artinya menanggung atau merasakan susuatu yang tidak menyenangkan Penderitaan dapat dibagi menjadi dua kategori yakni, Derita lahir dan derita batin,jenis dari penderitaan ini ada yang berat maupun ringan, tapi jenis ini tergantung kepada individu masing masing bagaimana cara memangdangnnya karena belum tentu sesuatu yang dianggap penderitaan oleh seseorang dianggap penderitaan oleh orang lain.,Setiap individu pastilah pernah yang mengalami kebahagian dan penderitaan karena hidup ini seperti roda berputar yang kadangkala kita berada diatas dan kadang kita ada dibawah, Tuhan memberikan kebahagian dan penderitaan pasti memiliki maksud dan tujuan agar kita selalu ingat kepada-NYA . Tuhan memberikan penderitaan kepada seseorang itu karena Tuhan sayang kepada kita, sayang dalam artiaan Tuhan ingin menguji kita sebelum mengangkat kita ke derajat yang lebih tinggi, Tuhan memberikan penderitaan kepada seseorang pastilah dapat diatasi oleh orang tersebut Tuhan tidak pernah memberikan apa yang di luar kuasa umatnya ,setiap penderitaan yang diberikan Tuhan kepada kita pasti Tuhan telah menyediakan kebahagian di Akhirnya tentu saja itu bergantung pada apa yang kita lakukan untuk mencapai titik kebahagiaan itu .bagi seseorang yang kuat imannya tentu akan senantiasa mensyukuri apa yang telah Tuhan berikan baik kebahagiaan maupun penderitaan dalam surat al- insyirah : “Setelah ada kesulitan pasti ada kemudahan” di sini kita harus selalu percaya bahwa Setelah adanya penderitaan - penderitaan yang kita alami pasti ada kemudahan yang akan kita lalui karena Tuhan tidak pernah memberikan cobaan melebihi batas kemampuan umatnya. Bentuk penderitaan dapat bermacam macam yang perama dapat berupa siksaan, siksaan dapat berupa siksaan fisik maupun siksaan batin , telah banyak diberitakan di media massa saat ini mengenain penyiksaan fisik berupa perampokan , pemerkosaan adapun siksaan yang bersifat psikis seperti kebimbangan ketakutan dan kesepian hal seperti ini pastilah pernah kita hadapi dalam kehidupan kita , kebimbangan muncul ketika seseorang dihadapi dengan situasi ketika ia harus memutuskan sesuatu dan ia tidak dapat memutuskannya, kebimbangan yang terus-menerus akan menjadi penderitaan batin bagi seseorang , Kesepian dialami oleh seseorang merupakan rasa sepi dalam dirinya atau jiwanya, walaupun ia dalam lingkungan orang ramai untuk mengatasi rasa kesepian ini seseorang harus mencari seseorang untuk memecah rasa sepi dihatinya karena bagaimanapun manusia merupan makhluk sosial yang membutuhkan orang lain Penderitaan batin dalam ilmu psikologi dikenal sebagai kekalutan mental. Secara lebih sederhana kekalutan mental dapat dirumuskan sebagai gangguan kejiwaan akibat ketidak mampuan seseorang menghadapi persoalan yang harus diatasi sehingga yang bersangkutan bertingkah secara kurang wajar. Gejala – gejala permulaan bagi seseorang yang mengalami kekalutan mental adalah :Tampak pada jasmani yang sering merasakan pusing, sesak napas, demam, nyeri pada lambung. Tampak pada kejiwaannya dengan rasa cemas, ketakutan, patah hati, apatis, cemburu, mudah marah. Sebab – sebab timbulnya kekalutan mental, dapat banyak disebutkan antara lain sebagai berikut : Kepribadian yang lemah akibat kondisi jasmani atau mental yang kurang sempurna. Hal – hal tersebut sering menyebabkan yang bersangkutan merasa rendah diri yang secara berangsur – angsur akan menyudutkan kedudukannya dan menghancurkan mentalnya. Terjadinya konflik sosial budaya akibat norma berbeda antara yang bersangkutan denga apa yang ada dalam masyarakat.Cara pematangan batin yang salah dengan memberikan reaksi yang berlebihan terhadap kehidupan sosial, over acting sebagai over compensatie. Orang yang mengalami penderitaan mungkin akan memperoleh pengaruh bermacam-macam dan sikap dalam dirinya. Sikap dalam dirinya. Sikap yang timbul dapat berupa sikap positif ataupun sikap negatif. Sikap negatif misalnya penyesalan karena tidak bahagia, sikap kecewa, putus asa, ingin bunuh diri Sikap positif yaitu sikap optimis mengatasi penderitaan hidup, bahwa hidup bukan rangkaian penderitaan, melainkan perjuangan membebaskan diri dari penderitaan, dan penderitaan itu adalah hanya bagian dari kehidupan. Sikap positif biasanya kreatif, tidak mudah menyerah Manusia memang tidak seterusnya selalu mendapatkan kenikmatan dalam hidupnya. Terkadang kehidupan selalu diselingi dengan adanya penderitaan dan itu akan terjadi pada setiap makhluk hidup terutama manusia. Memang penderitaan itu akan berdampak buruk bagi kehidupan, namun sebagai manusia yaang dianugrahi akal pikiran. Sebaiknya harus siap-siap menghadapi hal tesebut. Karena kita tidak tahu akan terjadi kapan penderitaan yang akan dialami kita pada suatu saat nanti. Sebagai peduli terhadap penderitaan orang lain, biasanya ada suatu pihak yang memanfaatkan hal itu sebagai bahan pembuat barita atau sebagai karya seni yang beguna untuk media informasi. Jadi, dengan cara itu akan membuat seseorang yang melihat media informasi akan merasa priharin terhadap penderitaan seseorang dan akan menciptakan saling sikap peduli satu sama lain.
Selengkapnya : http://www.kompasiana.com/muhammad.iqbal.94/manusia-dan-penderitaan_55295074f17e61445e8b456d
Penderitaan Batin Manusia ( Manusia dan Penderitaan
Penderitaan
adalah suatu kondisi yang bersifat menyakitkan baik secara rohani
maupun jasmani, Penderitaan termasuk realitas dunia dan manusia.
Intensitas penderitaan bertingkat-tingkat, ada yang berat ada juga yang
ringan. Namun peranan individu Juga menentukan berat tidaknya intensitas
penderitaan. Suatu peristiwa yang dianggap penderitaan oleh seseorang
belurn tentu merupakan penderitaan bagi orang lain. Dapat pula suatu
penderitaan merupakan energi untuk bangkit bagi seseorang, atau sebagai
langkah awal untuk mencapai kenikmatan dan kebahagiaan. Penderitaan
tidak hanya bersifat fisik saja, tetapi juga dapat bersifat dari dalam
atau dari hati contohnya penderitaan batin.
Penderitaan
batin biasanya terjadi karena tekanan di dalam hati yang dikarenakan
hal yang menyinggung. sedangkan penderitaan fisik terjadi diakibatkan
hal yang nyata (ada tanda – tanda), contoh : terluka, sakit dan lain
lain. Penderitaan terkadang bisa muncul dari sesuatu yang tidak diduga,
contohnya penderitaan batin seorang anak yang
merasa tidak mendapat waktu lebih dari seorang ayahnya dikarenakan
kesibukan ayahnya. Mungkin memang terdengar sepele, tapi kenyataannya
secara tidak langsung anak tersebut juga merasa menderita,.menderita
karena ia tidak bisa merasakan kasih sayang yang lebih dari ayahnya
seperti anak lain pada umumnya. Itu adalah contoh
kecil dari penderitaan yang dialami manusia yang lebih tepatnya
penderitaan batin. Dari sini terlihat bahwa terkadang masalah yang
bersifat sepele pun tanpa disadari juga bisa menimbulkan penderitaan.
Penderitaan
baik yang bersifat fisik maupun dari dalam tidak selamanya merugikan,
kadangkala dari penderitaan manusia bisa belajar agar bisa menjalani
hidup lebih baik lagi. Kesimpulannya, penderitaan tercipta agar kita
lebih giat dan berusaha lagi untuk tidak berada kembali pada posisi itu.
Dan yang harus kita lakukan saat penderitaan itu datang adalah, dengan
berdoa,usaha,ikhtiar dan tawakal.
Derita artinya
menanggung atau merasakan susuatu yang tidak menyenangkan Penderitaan
dapat dibagi menjadi dua kategori yakni, Derita lahir dan derita
batin,jenis dari penderitaan ini ada yang berat maupun ringan, tapi
jenis ini tergantung kepada individu masing masing bagaimana cara
memangdangnnya karena belum tentu sesuatu yang dianggap penderitaan oleh
seseorang dianggap penderitaan oleh orang lain.,Setiap individu
pastilah pernah yang mengalami kebahagian dan penderitaan karena hidup
ini seperti roda berputar yang kadangkala kita berada diatas dan kadang
kita ada dibawah, Tuhan memberikan kebahagian dan penderitaan pasti
memiliki maksud dan tujuan agar kita selalu ingat kepada-NYA .
Tuhan memberikan penderitaan kepada seseorang itu karena Tuhan sayang
kepada kita, sayang dalam artiaan Tuhan ingin menguji kita sebelum
mengangkat kita ke derajat yang lebih tinggi, Tuhan memberikan
penderitaan kepada seseorang pastilah dapat diatasi oleh orang tersebut
Tuhan tidak pernah memberikan apa yang di luar kuasa umatnya ,setiap
penderitaan yang diberikan Tuhan kepada kita pasti Tuhan telah
menyediakan kebahagian di Akhirnya tentu saja itu bergantung pada apa
yang kita lakukan untuk mencapai titik kebahagiaan itu .bagi seseorang
yang kuat imannya tentu akan senantiasa mensyukuri apa yang telah Tuhan
berikan baik kebahagiaan maupun penderitaan dalam surat al- insyirah :
“Setelah ada kesulitan pasti ada kemudahan” di sini kita harus selalu
percaya bahwa Setelah adanya penderitaan - penderitaan yang kita alami
pasti ada kemudahan yang akan kita lalui karena Tuhan tidak pernah
memberikan cobaan melebihi batas kemampuan umatnya.
Bentuk penderitaan dapat bermacam macam yang perama dapat berupa
siksaan, siksaan dapat berupa siksaan fisik maupun siksaan batin , telah
banyak diberitakan di media massa saat ini mengenain penyiksaan fisik
berupa perampokan , pemerkosaan adapun siksaan yang bersifat psikis
seperti kebimbangan ketakutan dan kesepian hal seperti ini pastilah
pernah kita hadapi dalam kehidupan kita , kebimbangan muncul ketika
seseorang dihadapi dengan situasi ketika ia harus memutuskan sesuatu dan
ia tidak dapat memutuskannya, kebimbangan yang terus-menerus akan
menjadi penderitaan batin bagi seseorang , Kesepian dialami oleh
seseorang merupakan rasa sepi dalam dirinya atau jiwanya, walaupun ia
dalam lingkungan orang ramai untuk mengatasi rasa kesepian ini seseorang
harus mencari seseorang untuk memecah rasa sepi dihatinya karena
bagaimanapun manusia merupan makhluk sosial yang membutuhkan orang lain
Penderitaan batin dalam ilmu psikologi dikenal sebagai kekalutan mental.
Secara lebih sederhana kekalutan mental dapat dirumuskan sebagai
gangguan kejiwaan akibat ketidak mampuan seseorang menghadapi persoalan
yang harus diatasi sehingga yang bersangkutan bertingkah secara kurang
wajar.
Gejala – gejala permulaan bagi seseorang yang mengalami kekalutan mental
adalah :Tampak pada jasmani yang sering merasakan pusing, sesak napas,
demam, nyeri pada lambung. Tampak pada kejiwaannya dengan rasa cemas,
ketakutan, patah hati, apatis, cemburu, mudah marah. Sebab – sebab
timbulnya kekalutan mental, dapat banyak disebutkan antara lain sebagai
berikut :
Kepribadian yang lemah akibat kondisi jasmani atau mental yang kurang
sempurna. Hal – hal tersebut sering menyebabkan yang bersangkutan merasa
rendah diri yang secara berangsur – angsur akan menyudutkan
kedudukannya dan menghancurkan mentalnya.
Terjadinya konflik sosial budaya akibat norma berbeda antara yang
bersangkutan denga apa yang ada dalam masyarakat.Cara pematangan batin
yang salah dengan memberikan reaksi yang berlebihan terhadap kehidupan
sosial, over acting sebagai over compensatie.
Orang yang mengalami penderitaan mungkin akan memperoleh pengaruh
bermacam-macam dan sikap dalam dirinya. Sikap dalam dirinya. Sikap yang
timbul dapat berupa sikap positif ataupun sikap negatif. Sikap negatif
misalnya penyesalan karena tidak bahagia, sikap kecewa, putus asa, ingin
bunuh diri
Sikap positif yaitu sikap optimis mengatasi penderitaan hidup, bahwa
hidup bukan rangkaian penderitaan, melainkan perjuangan membebaskan diri
dari penderitaan, dan penderitaan itu adalah hanya bagian dari
kehidupan. Sikap positif biasanya kreatif, tidak mudah menyerah
Manusia memang tidak seterusnya selalu mendapatkan kenikmatan dalam
hidupnya. Terkadang kehidupan selalu diselingi dengan adanya penderitaan
dan itu akan terjadi pada setiap makhluk hidup terutama manusia. Memang
penderitaan itu akan berdampak buruk bagi kehidupan, namun sebagai
manusia yaang dianugrahi akal pikiran. Sebaiknya harus siap-siap
menghadapi hal tesebut. Karena kita tidak tahu akan terjadi kapan
penderitaan yang akan dialami kita pada suatu saat nanti.
Sebagai peduli terhadap penderitaan orang lain, biasanya ada suatu pihak
yang memanfaatkan hal itu sebagai bahan pembuat barita atau sebagai
karya seni yang beguna untuk media informasi. Jadi, dengan cara itu akan
membuat seseorang yang melihat media informasi akan merasa priharin
terhadap penderitaan seseorang dan akan menciptakan saling sikap peduli
satu sama lain.
Selengkapnya : http://www.kompasiana.com/muhammad.iqbal.94/manusia-dan-penderitaan_55295074f17e61445e8b456d
Selengkapnya : http://www.kompasiana.com/muhammad.iqbal.94/manusia-dan-penderitaan_55295074f17e61445e8b456d
Derita artinya
menanggung atau merasakan susuatu yang tidak menyenangkan Penderitaan
dapat dibagi menjadi dua kategori yakni, Derita lahir dan derita
batin,jenis dari penderitaan ini ada yang berat maupun ringan, tapi
jenis ini tergantung kepada individu masing masing bagaimana cara
memangdangnnya karena belum tentu sesuatu yang dianggap penderitaan oleh
seseorang dianggap penderitaan oleh orang lain.,Setiap individu
pastilah pernah yang mengalami kebahagian dan penderitaan karena hidup
ini seperti roda berputar yang kadangkala kita berada diatas dan kadang
kita ada dibawah, Tuhan memberikan kebahagian dan penderitaan pasti
memiliki maksud dan tujuan agar kita selalu ingat kepada-NYA .
Tuhan memberikan penderitaan kepada seseorang itu karena Tuhan sayang
kepada kita, sayang dalam artiaan Tuhan ingin menguji kita sebelum
mengangkat kita ke derajat yang lebih tinggi, Tuhan memberikan
penderitaan kepada seseorang pastilah dapat diatasi oleh orang tersebut
Tuhan tidak pernah memberikan apa yang di luar kuasa umatnya ,setiap
penderitaan yang diberikan Tuhan kepada kita pasti Tuhan telah
menyediakan kebahagian di Akhirnya tentu saja itu bergantung pada apa
yang kita lakukan untuk mencapai titik kebahagiaan itu .bagi seseorang
yang kuat imannya tentu akan senantiasa mensyukuri apa yang telah Tuhan
berikan baik kebahagiaan maupun penderitaan dalam surat al- insyirah :
“Setelah ada kesulitan pasti ada kemudahan” di sini kita harus selalu
percaya bahwa Setelah adanya penderitaan - penderitaan yang kita alami
pasti ada kemudahan yang akan kita lalui karena Tuhan tidak pernah
memberikan cobaan melebihi batas kemampuan umatnya.
Bentuk penderitaan dapat bermacam macam yang perama dapat berupa
siksaan, siksaan dapat berupa siksaan fisik maupun siksaan batin , telah
banyak diberitakan di media massa saat ini mengenain penyiksaan fisik
berupa perampokan , pemerkosaan adapun siksaan yang bersifat psikis
seperti kebimbangan ketakutan dan kesepian hal seperti ini pastilah
pernah kita hadapi dalam kehidupan kita , kebimbangan muncul ketika
seseorang dihadapi dengan situasi ketika ia harus memutuskan sesuatu dan
ia tidak dapat memutuskannya, kebimbangan yang terus-menerus akan
menjadi penderitaan batin bagi seseorang , Kesepian dialami oleh
seseorang merupakan rasa sepi dalam dirinya atau jiwanya, walaupun ia
dalam lingkungan orang ramai untuk mengatasi rasa kesepian ini seseorang
harus mencari seseorang untuk memecah rasa sepi dihatinya karena
bagaimanapun manusia merupan makhluk sosial yang membutuhkan orang lain
Penderitaan batin dalam ilmu psikologi dikenal sebagai kekalutan mental.
Secara lebih sederhana kekalutan mental dapat dirumuskan sebagai
gangguan kejiwaan akibat ketidak mampuan seseorang menghadapi persoalan
yang harus diatasi sehingga yang bersangkutan bertingkah secara kurang
wajar.
Gejala – gejala permulaan bagi seseorang yang mengalami kekalutan mental
adalah :Tampak pada jasmani yang sering merasakan pusing, sesak napas,
demam, nyeri pada lambung. Tampak pada kejiwaannya dengan rasa cemas,
ketakutan, patah hati, apatis, cemburu, mudah marah. Sebab – sebab
timbulnya kekalutan mental, dapat banyak disebutkan antara lain sebagai
berikut :
Kepribadian yang lemah akibat kondisi jasmani atau mental yang kurang
sempurna. Hal – hal tersebut sering menyebabkan yang bersangkutan merasa
rendah diri yang secara berangsur – angsur akan menyudutkan
kedudukannya dan menghancurkan mentalnya.
Terjadinya konflik sosial budaya akibat norma berbeda antara yang
bersangkutan denga apa yang ada dalam masyarakat.Cara pematangan batin
yang salah dengan memberikan reaksi yang berlebihan terhadap kehidupan
sosial, over acting sebagai over compensatie.
Orang yang mengalami penderitaan mungkin akan memperoleh pengaruh
bermacam-macam dan sikap dalam dirinya. Sikap dalam dirinya. Sikap yang
timbul dapat berupa sikap positif ataupun sikap negatif. Sikap negatif
misalnya penyesalan karena tidak bahagia, sikap kecewa, putus asa, ingin
bunuh diri
Sikap positif yaitu sikap optimis mengatasi penderitaan hidup, bahwa
hidup bukan rangkaian penderitaan, melainkan perjuangan membebaskan diri
dari penderitaan, dan penderitaan itu adalah hanya bagian dari
kehidupan. Sikap positif biasanya kreatif, tidak mudah menyerah
Manusia memang tidak seterusnya selalu mendapatkan kenikmatan dalam
hidupnya. Terkadang kehidupan selalu diselingi dengan adanya penderitaan
dan itu akan terjadi pada setiap makhluk hidup terutama manusia. Memang
penderitaan itu akan berdampak buruk bagi kehidupan, namun sebagai
manusia yaang dianugrahi akal pikiran. Sebaiknya harus siap-siap
menghadapi hal tesebut. Karena kita tidak tahu akan terjadi kapan
penderitaan yang akan dialami kita pada suatu saat nanti.
Sebagai peduli terhadap penderitaan orang lain, biasanya ada suatu pihak
yang memanfaatkan hal itu sebagai bahan pembuat barita atau sebagai
karya seni yang beguna untuk media informasi. Jadi, dengan cara itu akan
membuat seseorang yang melihat media informasi akan merasa priharin
terhadap penderitaan seseorang dan akan menciptakan saling sikap peduli
satu sama lain.
Selengkapnya : http://www.kompasiana.com/muhammad.iqbal.94/manusia-dan-penderitaan_55295074f17e61445e8b456dDerita artinya menanggung atau merasakan susuatu yang tidak menyenangkan Penderitaan dapat dibagi menjadi dua kategori yakni, Derita lahir dan derita batin,jenis dari penderitaan ini ada yang berat maupun ringan, tapi jenis ini tergantung kepada individu masing masing bagaimana cara memangdangnnya karena belum tentu sesuatu yang dianggap penderitaan oleh seseorang dianggap penderitaan oleh orang lain.,Setiap individu pastilah pernah yang mengalami kebahagian dan penderitaan karena hidup ini seperti roda berputar yang kadangkala kita berada diatas dan kadang kita ada dibawah, Tuhan memberikan kebahagian dan penderitaan pasti memiliki maksud dan tujuan agar kita selalu ingat kepada-NYA . Tuhan memberikan penderitaan kepada seseorang itu karena Tuhan sayang kepada kita, sayang dalam artiaan Tuhan ingin menguji kita sebelum mengangkat kita ke derajat yang lebih tinggi, Tuhan memberikan penderitaan kepada seseorang pastilah dapat diatasi oleh orang tersebut Tuhan tidak pernah memberikan apa yang di luar kuasa umatnya ,setiap penderitaan yang diberikan Tuhan kepada kita pasti Tuhan telah menyediakan kebahagian di Akhirnya tentu saja itu bergantung pada apa yang kita lakukan untuk mencapai titik kebahagiaan itu .bagi seseorang yang kuat imannya tentu akan senantiasa mensyukuri apa yang telah Tuhan berikan baik kebahagiaan maupun penderitaan dalam surat al- insyirah : “Setelah ada kesulitan pasti ada kemudahan” di sini kita harus selalu percaya bahwa Setelah adanya penderitaan - penderitaan yang kita alami pasti ada kemudahan yang akan kita lalui karena Tuhan tidak pernah memberikan cobaan melebihi batas kemampuan umatnya. Bentuk penderitaan dapat bermacam macam yang perama dapat berupa siksaan, siksaan dapat berupa siksaan fisik maupun siksaan batin , telah banyak diberitakan di media massa saat ini mengenain penyiksaan fisik berupa perampokan , pemerkosaan adapun siksaan yang bersifat psikis seperti kebimbangan ketakutan dan kesepian hal seperti ini pastilah pernah kita hadapi dalam kehidupan kita , kebimbangan muncul ketika seseorang dihadapi dengan situasi ketika ia harus memutuskan sesuatu dan ia tidak dapat memutuskannya, kebimbangan yang terus-menerus akan menjadi penderitaan batin bagi seseorang , Kesepian dialami oleh seseorang merupakan rasa sepi dalam dirinya atau jiwanya, walaupun ia dalam lingkungan orang ramai untuk mengatasi rasa kesepian ini seseorang harus mencari seseorang untuk memecah rasa sepi dihatinya karena bagaimanapun manusia merupan makhluk sosial yang membutuhkan orang lain Penderitaan batin dalam ilmu psikologi dikenal sebagai kekalutan mental. Secara lebih sederhana kekalutan mental dapat dirumuskan sebagai gangguan kejiwaan akibat ketidak mampuan seseorang menghadapi persoalan yang harus diatasi sehingga yang bersangkutan bertingkah secara kurang wajar. Gejala – gejala permulaan bagi seseorang yang mengalami kekalutan mental adalah :Tampak pada jasmani yang sering merasakan pusing, sesak napas, demam, nyeri pada lambung. Tampak pada kejiwaannya dengan rasa cemas, ketakutan, patah hati, apatis, cemburu, mudah marah. Sebab – sebab timbulnya kekalutan mental, dapat banyak disebutkan antara lain sebagai berikut : Kepribadian yang lemah akibat kondisi jasmani atau mental yang kurang sempurna. Hal – hal tersebut sering menyebabkan yang bersangkutan merasa rendah diri yang secara berangsur – angsur akan menyudutkan kedudukannya dan menghancurkan mentalnya. Terjadinya konflik sosial budaya akibat norma berbeda antara yang bersangkutan denga apa yang ada dalam masyarakat.Cara pematangan batin yang salah dengan memberikan reaksi yang berlebihan terhadap kehidupan sosial, over acting sebagai over compensatie. Orang yang mengalami penderitaan mungkin akan memperoleh pengaruh bermacam-macam dan sikap dalam dirinya. Sikap dalam dirinya. Sikap yang timbul dapat berupa sikap positif ataupun sikap negatif. Sikap negatif misalnya penyesalan karena tidak bahagia, sikap kecewa, putus asa, ingin bunuh diri Sikap positif yaitu sikap optimis mengatasi penderitaan hidup, bahwa hidup bukan rangkaian penderitaan, melainkan perjuangan membebaskan diri dari penderitaan, dan penderitaan itu adalah hanya bagian dari kehidupan. Sikap positif biasanya kreatif, tidak mudah menyerah Manusia memang tidak seterusnya selalu mendapatkan kenikmatan dalam hidupnya. Terkadang kehidupan selalu diselingi dengan adanya penderitaan dan itu akan terjadi pada setiap makhluk hidup terutama manusia. Memang penderitaan itu akan berdampak buruk bagi kehidupan, namun sebagai manusia yaang dianugrahi akal pikiran. Sebaiknya harus siap-siap menghadapi hal tesebut. Karena kita tidak tahu akan terjadi kapan penderitaan yang akan dialami kita pada suatu saat nanti. Sebagai peduli terhadap penderitaan orang lain, biasanya ada suatu pihak yang memanfaatkan hal itu sebagai bahan pembuat barita atau sebagai karya seni yang beguna untuk media informasi. Jadi, dengan cara itu akan membuat seseorang yang melihat media informasi akan merasa priharin terhadap penderitaan seseorang dan akan menciptakan saling sikap peduli satu sama lain.
Selengkapnya : http://www.kompasiana.com/muhammad.iqbal.94/manusia-dan-penderitaan_55295074f17e61445e8b456dDerita artinya menanggung atau merasakan susuatu yang tidak menyenangkan Penderitaan dapat dibagi menjadi dua kategori yakni, Derita lahir dan derita batin,jenis dari penderitaan ini ada yang berat maupun ringan, tapi jenis ini tergantung kepada individu masing masing bagaimana cara memangdangnnya karena belum tentu sesuatu yang dianggap penderitaan oleh seseorang dianggap penderitaan oleh orang lain.,Setiap individu pastilah pernah yang mengalami kebahagian dan penderitaan karena hidup ini seperti roda berputar yang kadangkala kita berada diatas dan kadang kita ada dibawah, Tuhan memberikan kebahagian dan penderitaan pasti memiliki maksud dan tujuan agar kita selalu ingat kepada-NYA . Tuhan memberikan penderitaan kepada seseorang itu karena Tuhan sayang kepada kita, sayang dalam artiaan Tuhan ingin menguji kita sebelum mengangkat kita ke derajat yang lebih tinggi, Tuhan memberikan penderitaan kepada seseorang pastilah dapat diatasi oleh orang tersebut Tuhan tidak pernah memberikan apa yang di luar kuasa umatnya ,setiap penderitaan yang diberikan Tuhan kepada kita pasti Tuhan telah menyediakan kebahagian di Akhirnya tentu saja itu bergantung pada apa yang kita lakukan untuk mencapai titik kebahagiaan itu .bagi seseorang yang kuat imannya tentu akan senantiasa mensyukuri apa yang telah Tuhan berikan baik kebahagiaan maupun penderitaan dalam surat al- insyirah : “Setelah ada kesulitan pasti ada kemudahan” di sini kita harus selalu percaya bahwa Setelah adanya penderitaan - penderitaan yang kita alami pasti ada kemudahan yang akan kita lalui karena Tuhan tidak pernah memberikan cobaan melebihi batas kemampuan umatnya. Bentuk penderitaan dapat bermacam macam yang perama dapat berupa siksaan, siksaan dapat berupa siksaan fisik maupun siksaan batin , telah banyak diberitakan di media massa saat ini mengenain penyiksaan fisik berupa perampokan , pemerkosaan adapun siksaan yang bersifat psikis seperti kebimbangan ketakutan dan kesepian hal seperti ini pastilah pernah kita hadapi dalam kehidupan kita , kebimbangan muncul ketika seseorang dihadapi dengan situasi ketika ia harus memutuskan sesuatu dan ia tidak dapat memutuskannya, kebimbangan yang terus-menerus akan menjadi penderitaan batin bagi seseorang , Kesepian dialami oleh seseorang merupakan rasa sepi dalam dirinya atau jiwanya, walaupun ia dalam lingkungan orang ramai untuk mengatasi rasa kesepian ini seseorang harus mencari seseorang untuk memecah rasa sepi dihatinya karena bagaimanapun manusia merupan makhluk sosial yang membutuhkan orang lain Penderitaan batin dalam ilmu psikologi dikenal sebagai kekalutan mental. Secara lebih sederhana kekalutan mental dapat dirumuskan sebagai gangguan kejiwaan akibat ketidak mampuan seseorang menghadapi persoalan yang harus diatasi sehingga yang bersangkutan bertingkah secara kurang wajar. Gejala – gejala permulaan bagi seseorang yang mengalami kekalutan mental adalah :Tampak pada jasmani yang sering merasakan pusing, sesak napas, demam, nyeri pada lambung. Tampak pada kejiwaannya dengan rasa cemas, ketakutan, patah hati, apatis, cemburu, mudah marah. Sebab – sebab timbulnya kekalutan mental, dapat banyak disebutkan antara lain sebagai berikut : Kepribadian yang lemah akibat kondisi jasmani atau mental yang kurang sempurna. Hal – hal tersebut sering menyebabkan yang bersangkutan merasa rendah diri yang secara berangsur – angsur akan menyudutkan kedudukannya dan menghancurkan mentalnya. Terjadinya konflik sosial budaya akibat norma berbeda antara yang bersangkutan denga apa yang ada dalam masyarakat.Cara pematangan batin yang salah dengan memberikan reaksi yang berlebihan terhadap kehidupan sosial, over acting sebagai over compensatie. Orang yang mengalami penderitaan mungkin akan memperoleh pengaruh bermacam-macam dan sikap dalam dirinya. Sikap dalam dirinya. Sikap yang timbul dapat berupa sikap positif ataupun sikap negatif. Sikap negatif misalnya penyesalan karena tidak bahagia, sikap kecewa, putus asa, ingin bunuh diri Sikap positif yaitu sikap optimis mengatasi penderitaan hidup, bahwa hidup bukan rangkaian penderitaan, melainkan perjuangan membebaskan diri dari penderitaan, dan penderitaan itu adalah hanya bagian dari kehidupan. Sikap positif biasanya kreatif, tidak mudah menyerah Manusia memang tidak seterusnya selalu mendapatkan kenikmatan dalam hidupnya. Terkadang kehidupan selalu diselingi dengan adanya penderitaan dan itu akan terjadi pada setiap makhluk hidup terutama manusia. Memang penderitaan itu akan berdampak buruk bagi kehidupan, namun sebagai manusia yaang dianugrahi akal pikiran. Sebaiknya harus siap-siap menghadapi hal tesebut. Karena kita tidak tahu akan terjadi kapan penderitaan yang akan dialami kita pada suatu saat nanti. Sebagai peduli terhadap penderitaan orang lain, biasanya ada suatu pihak yang memanfaatkan hal itu sebagai bahan pembuat barita atau sebagai karya seni yang beguna untuk media informasi. Jadi, dengan cara itu akan membuat seseorang yang melihat media informasi akan merasa priharin terhadap penderitaan seseorang dan akan menciptakan saling sikap peduli satu sama lain.
Selengkapnya : http://www.kompasiana.com/muhammad.iqbal.94/manusia-dan-penderitaan_55295074f17e61445e8b456d
Derita artinya
menanggung atau merasakan susuatu yang tidak menyenangkan Penderitaan
dapat dibagi menjadi dua kategori yakni, Derita lahir dan derita
batin,jenis dari penderitaan ini ada yang berat maupun ringan, tapi
jenis ini tergantung kepada individu masing masing bagaimana cara
memangdangnnya karena belum tentu sesuatu yang dianggap penderitaan oleh
seseorang dianggap penderitaan oleh orang lain.,Setiap individu
pastilah pernah yang mengalami kebahagian dan penderitaan karena hidup
ini seperti roda berputar yang kadangkala kita berada diatas dan kadang
kita ada dibawah, Tuhan memberikan kebahagian dan penderitaan pasti
memiliki maksud dan tujuan agar kita selalu ingat kepada-NYA .
Tuhan memberikan penderitaan kepada seseorang itu karena Tuhan sayang
kepada kita, sayang dalam artiaan Tuhan ingin menguji kita sebelum
mengangkat kita ke derajat yang lebih tinggi, Tuhan memberikan
penderitaan kepada seseorang pastilah dapat diatasi oleh orang tersebut
Tuhan tidak pernah memberikan apa yang di luar kuasa umatnya ,setiap
penderitaan yang diberikan Tuhan kepada kita pasti Tuhan telah
menyediakan kebahagian di Akhirnya tentu saja itu bergantung pada apa
yang kita lakukan untuk mencapai titik kebahagiaan itu .bagi seseorang
yang kuat imannya tentu akan senantiasa mensyukuri apa yang telah Tuhan
berikan baik kebahagiaan maupun penderitaan dalam surat al- insyirah :
“Setelah ada kesulitan pasti ada kemudahan” di sini kita harus selalu
percaya bahwa Setelah adanya penderitaan - penderitaan yang kita alami
pasti ada kemudahan yang akan kita lalui karena Tuhan tidak pernah
memberikan cobaan melebihi batas kemampuan umatnya.
Bentuk penderitaan dapat bermacam macam yang perama dapat berupa
siksaan, siksaan dapat berupa siksaan fisik maupun siksaan batin , telah
banyak diberitakan di media massa saat ini mengenain penyiksaan fisik
berupa perampokan , pemerkosaan adapun siksaan yang bersifat psikis
seperti kebimbangan ketakutan dan kesepian hal seperti ini pastilah
pernah kita hadapi dalam kehidupan kita , kebimbangan muncul ketika
seseorang dihadapi dengan situasi ketika ia harus memutuskan sesuatu dan
ia tidak dapat memutuskannya, kebimbangan yang terus-menerus akan
menjadi penderitaan batin bagi seseorang , Kesepian dialami oleh
seseorang merupakan rasa sepi dalam dirinya atau jiwanya, walaupun ia
dalam lingkungan orang ramai untuk mengatasi rasa kesepian ini seseorang
harus mencari seseorang untuk memecah rasa sepi dihatinya karena
bagaimanapun manusia merupan makhluk sosial yang membutuhkan orang lain
Penderitaan batin dalam ilmu psikologi dikenal sebagai kekalutan mental.
Secara lebih sederhana kekalutan mental dapat dirumuskan sebagai
gangguan kejiwaan akibat ketidak mampuan seseorang menghadapi persoalan
yang harus diatasi sehingga yang bersangkutan bertingkah secara kurang
wajar.
Gejala – gejala permulaan bagi seseorang yang mengalami kekalutan mental
adalah :Tampak pada jasmani yang sering merasakan pusing, sesak napas,
demam, nyeri pada lambung. Tampak pada kejiwaannya dengan rasa cemas,
ketakutan, patah hati, apatis, cemburu, mudah marah. Sebab – sebab
timbulnya kekalutan mental, dapat banyak disebutkan antara lain sebagai
berikut :
Kepribadian yang lemah akibat kondisi jasmani atau mental yang kurang
sempurna. Hal – hal tersebut sering menyebabkan yang bersangkutan merasa
rendah diri yang secara berangsur – angsur akan menyudutkan
kedudukannya dan menghancurkan mentalnya.
Terjadinya konflik sosial budaya akibat norma berbeda antara yang
bersangkutan denga apa yang ada dalam masyarakat.Cara pematangan batin
yang salah dengan memberikan reaksi yang berlebihan terhadap kehidupan
sosial, over acting sebagai over compensatie.
Orang yang mengalami penderitaan mungkin akan memperoleh pengaruh
bermacam-macam dan sikap dalam dirinya. Sikap dalam dirinya. Sikap yang
timbul dapat berupa sikap positif ataupun sikap negatif. Sikap negatif
misalnya penyesalan karena tidak bahagia, sikap kecewa, putus asa, ingin
bunuh diri
Sikap positif yaitu sikap optimis mengatasi penderitaan hidup, bahwa
hidup bukan rangkaian penderitaan, melainkan perjuangan membebaskan diri
dari penderitaan, dan penderitaan itu adalah hanya bagian dari
kehidupan. Sikap positif biasanya kreatif, tidak mudah menyerah
Manusia memang tidak seterusnya selalu mendapatkan kenikmatan dalam
hidupnya. Terkadang kehidupan selalu diselingi dengan adanya penderitaan
dan itu akan terjadi pada setiap makhluk hidup terutama manusia. Memang
penderitaan itu akan berdampak buruk bagi kehidupan, namun sebagai
manusia yaang dianugrahi akal pikiran. Sebaiknya harus siap-siap
menghadapi hal tesebut. Karena kita tidak tahu akan terjadi kapan
penderitaan yang akan dialami kita pada suatu saat nanti.
Sebagai peduli terhadap penderitaan orang lain, biasanya ada suatu pihak
yang memanfaatkan hal itu sebagai bahan pembuat barita atau sebagai
karya seni yang beguna untuk media informasi. Jadi, dengan cara itu akan
membuat seseorang yang melihat media informasi akan merasa priharin
terhadap penderitaan seseorang dan akan menciptakan saling sikap peduli
satu sama lain.
Selengkapnya : http://www.kompasiana.com/muhammad.iqbal.94/manusia-dan-penderitaan_55295074f17e61445e8b456
Selengkapnya : http://www.kompasiana.com/muhammad.iqbal.94/manusia-dan-penderitaan_55295074f17e61445e8b456
Derita artinya
menanggung atau merasakan susuatu yang tidak menyenangkan Penderitaan
dapat dibagi menjadi dua kategori yakni, Derita lahir dan derita
batin,jenis dari penderitaan ini ada yang berat maupun ringan, tapi
jenis ini tergantung kepada individu masing masing bagaimana cara
memangdangnnya karena belum tentu sesuatu yang dianggap penderitaan oleh
seseorang dianggap penderitaan oleh orang lain.,Setiap individu
pastilah pernah yang mengalami kebahagian dan penderitaan karena hidup
ini seperti roda berputar yang kadangkala kita berada diatas dan kadang
kita ada dibawah, Tuhan memberikan kebahagian dan penderitaan pasti
memiliki maksud dan tujuan agar kita selalu ingat kepada-NYA .
Tuhan memberikan penderitaan kepada seseorang itu karena Tuhan sayang
kepada kita, sayang dalam artiaan Tuhan ingin menguji kita sebelum
mengangkat kita ke derajat yang lebih tinggi, Tuhan memberikan
penderitaan kepada seseorang pastilah dapat diatasi oleh orang tersebut
Tuhan tidak pernah memberikan apa yang di luar kuasa umatnya ,setiap
penderitaan yang diberikan Tuhan kepada kita pasti Tuhan telah
menyediakan kebahagian di Akhirnya tentu saja itu bergantung pada apa
yang kita lakukan untuk mencapai titik kebahagiaan itu .bagi seseorang
yang kuat imannya tentu akan senantiasa mensyukuri apa yang telah Tuhan
berikan baik kebahagiaan maupun penderitaan dalam surat al- insyirah :
“Setelah ada kesulitan pasti ada kemudahan” di sini kita harus selalu
percaya bahwa Setelah adanya penderitaan - penderitaan yang kita alami
pasti ada kemudahan yang akan kita lalui karena Tuhan tidak pernah
memberikan cobaan melebihi batas kemampuan umatnya.
Bentuk penderitaan dapat bermacam macam yang perama dapat berupa
siksaan, siksaan dapat berupa siksaan fisik maupun siksaan batin , telah
banyak diberitakan di media massa saat ini mengenain penyiksaan fisik
berupa perampokan , pemerkosaan adapun siksaan yang bersifat psikis
seperti kebimbangan ketakutan dan kesepian hal seperti ini pastilah
pernah kita hadapi dalam kehidupan kita , kebimbangan muncul ketika
seseorang dihadapi dengan situasi ketika ia harus memutuskan sesuatu dan
ia tidak dapat memutuskannya, kebimbangan yang terus-menerus akan
menjadi penderitaan batin bagi seseorang , Kesepian dialami oleh
seseorang merupakan rasa sepi dalam dirinya atau jiwanya, walaupun ia
dalam lingkungan orang ramai untuk mengatasi rasa kesepian ini seseorang
harus mencari seseorang untuk memecah rasa sepi dihatinya karena
bagaimanapun manusia merupan makhluk sosial yang membutuhkan orang lain
Penderitaan batin dalam ilmu psikologi dikenal sebagai kekalutan mental.
Secara lebih sederhana kekalutan mental dapat dirumuskan sebagai
gangguan kejiwaan akibat ketidak mampuan seseorang menghadapi persoalan
yang harus diatasi sehingga yang bersangkutan bertingkah secara kurang
wajar.
Gejala – gejala permulaan bagi seseorang yang mengalami kekalutan mental
adalah :Tampak pada jasmani yang sering merasakan pusing, sesak napas,
demam, nyeri pada lambung. Tampak pada kejiwaannya dengan rasa cemas,
ketakutan, patah hati, apatis, cemburu, mudah marah. Sebab – sebab
timbulnya kekalutan mental, dapat banyak disebutkan antara lain sebagai
berikut :
Kepribadian yang lemah akibat kondisi jasmani atau mental yang kurang
sempurna. Hal – hal tersebut sering menyebabkan yang bersangkutan merasa
rendah diri yang secara berangsur – angsur akan menyudutkan
kedudukannya dan menghancurkan mentalnya.
Terjadinya konflik sosial budaya akibat norma berbeda antara yang
bersangkutan denga apa yang ada dalam masyarakat.Cara pematangan batin
yang salah dengan memberikan reaksi yang berlebihan terhadap kehidupan
sosial, over acting sebagai over compensatie.
Orang yang mengalami penderitaan mungkin akan memperoleh pengaruh
bermacam-macam dan sikap dalam dirinya. Sikap dalam dirinya. Sikap yang
timbul dapat berupa sikap positif ataupun sikap negatif. Sikap negatif
misalnya penyesalan karena tidak bahagia, sikap kecewa, putus asa, ingin
bunuh diri
Sikap positif yaitu sikap optimis mengatasi penderitaan hidup, bahwa
hidup bukan rangkaian penderitaan, melainkan perjuangan membebaskan diri
dari penderitaan, dan penderitaan itu adalah hanya bagian dari
kehidupan. Sikap positif biasanya kreatif, tidak mudah menyerah
Manusia memang tidak seterusnya selalu mendapatkan kenikmatan dalam
hidupnya. Terkadang kehidupan selalu diselingi dengan adanya penderitaan
dan itu akan terjadi pada setiap makhluk hidup terutama manusia. Memang
penderitaan itu akan berdampak buruk bagi kehidupan, namun sebagai
manusia yaang dianugrahi akal pikiran. Sebaiknya harus siap-siap
menghadapi hal tesebut. Karena kita tidak tahu akan terjadi kapan
penderitaan yang akan dialami kita pada suatu saat nanti.
Sebagai peduli terhadap penderitaan orang lain, biasanya ada suatu pihak
yang memanfaatkan hal itu sebagai bahan pembuat barita atau sebagai
karya seni yang beguna untuk media informasi. Jadi, dengan cara itu akan
membuat seseorang yang melihat media informasi akan merasa priharin
terhadap penderitaan seseorang dan akan menciptakan saling sikap peduli
satu sama lain.
Selengkapnya : http://www.kompasiana.com/muhammad.iqbal.94/manusia-dan-penderitaan_55295074f17e61445e8b456d
Selengkapnya : http://www.kompasiana.com/muhammad.iqbal.94/manusia-dan-penderitaan_55295074f17e61445e8b456d
Derita artinya
menanggung atau merasakan susuatu yang tidak menyenangkan Penderitaan
dapat dibagi menjadi dua kategori yakni, Derita lahir dan derita
batin,jenis dari penderitaan ini ada yang berat maupun ringan, tapi
jenis ini tergantung kepada individu masing masing bagaimana cara
memangdangnnya karena belum tentu sesuatu yang dianggap penderitaan oleh
seseorang dianggap penderitaan oleh orang lain.,Setiap individu
pastilah pernah yang mengalami kebahagian dan penderitaan karena hidup
ini seperti roda berputar yang kadangkala kita berada diatas dan kadang
kita ada dibawah, Tuhan memberikan kebahagian dan penderitaan pasti
memiliki maksud dan tujuan agar kita selalu ingat kepada-NYA .
Tuhan memberikan penderitaan kepada seseorang itu karena Tuhan sayang
kepada kita, sayang dalam artiaan Tuhan ingin menguji kita sebelum
mengangkat kita ke derajat yang lebih tinggi, Tuhan memberikan
penderitaan kepada seseorang pastilah dapat diatasi oleh orang tersebut
Tuhan tidak pernah memberikan apa yang di luar kuasa umatnya ,setiap
penderitaan yang diberikan Tuhan kepada kita pasti Tuhan telah
menyediakan kebahagian di Akhirnya tentu saja itu bergantung pada apa
yang kita lakukan untuk mencapai titik kebahagiaan itu .bagi seseorang
yang kuat imannya tentu akan senantiasa mensyukuri apa yang telah Tuhan
berikan baik kebahagiaan maupun penderitaan dalam surat al- insyirah :
“Setelah ada kesulitan pasti ada kemudahan” di sini kita harus selalu
percaya bahwa Setelah adanya penderitaan - penderitaan yang kita alami
pasti ada kemudahan yang akan kita lalui karena Tuhan tidak pernah
memberikan cobaan melebihi batas kemampuan umatnya.
Bentuk penderitaan dapat bermacam macam yang perama dapat berupa
siksaan, siksaan dapat berupa siksaan fisik maupun siksaan batin , telah
banyak diberitakan di media massa saat ini mengenain penyiksaan fisik
berupa perampokan , pemerkosaan adapun siksaan yang bersifat psikis
seperti kebimbangan ketakutan dan kesepian hal seperti ini pastilah
pernah kita hadapi dalam kehidupan kita , kebimbangan muncul ketika
seseorang dihadapi dengan situasi ketika ia harus memutuskan sesuatu dan
ia tidak dapat memutuskannya, kebimbangan yang terus-menerus akan
menjadi penderitaan batin bagi seseorang , Kesepian dialami oleh
seseorang merupakan rasa sepi dalam dirinya atau jiwanya, walaupun ia
dalam lingkungan orang ramai untuk mengatasi rasa kesepian ini seseorang
harus mencari seseorang untuk memecah rasa sepi dihatinya karena
bagaimanapun manusia merupan makhluk sosial yang membutuhkan orang lain
Penderitaan batin dalam ilmu psikologi dikenal sebagai kekalutan mental.
Secara lebih sederhana kekalutan mental dapat dirumuskan sebagai
gangguan kejiwaan akibat ketidak mampuan seseorang menghadapi persoalan
yang harus diatasi sehingga yang bersangkutan bertingkah secara kurang
wajar.
Gejala – gejala permulaan bagi seseorang yang mengalami kekalutan mental
adalah :Tampak pada jasmani yang sering merasakan pusing, sesak napas,
demam, nyeri pada lambung. Tampak pada kejiwaannya dengan rasa cemas,
ketakutan, patah hati, apatis, cemburu, mudah marah. Sebab – sebab
timbulnya kekalutan mental, dapat banyak disebutkan antara lain sebagai
berikut :
Kepribadian yang lemah akibat kondisi jasmani atau mental yang kurang
sempurna. Hal – hal tersebut sering menyebabkan yang bersangkutan merasa
rendah diri yang secara berangsur – angsur akan menyudutkan
kedudukannya dan menghancurkan mentalnya.
Terjadinya konflik sosial budaya akibat norma berbeda antara yang
bersangkutan denga apa yang ada dalam masyarakat.Cara pematangan batin
yang salah dengan memberikan reaksi yang berlebihan terhadap kehidupan
sosial, over acting sebagai over compensatie.
Orang yang mengalami penderitaan mungkin akan memperoleh pengaruh
bermacam-macam dan sikap dalam dirinya. Sikap dalam dirinya. Sikap yang
timbul dapat berupa sikap positif ataupun sikap negatif. Sikap negatif
misalnya penyesalan karena tidak bahagia, sikap kecewa, putus asa, ingin
bunuh diri
Sikap positif yaitu sikap optimis mengatasi penderitaan hidup, bahwa
hidup bukan rangkaian penderitaan, melainkan perjuangan membebaskan diri
dari penderitaan, dan penderitaan itu adalah hanya bagian dari
kehidupan. Sikap positif biasanya kreatif, tidak mudah menyerah
Manusia memang tidak seterusnya selalu mendapatkan kenikmatan dalam
hidupnya. Terkadang kehidupan selalu diselingi dengan adanya penderitaan
dan itu akan terjadi pada setiap makhluk hidup terutama manusia. Memang
penderitaan itu akan berdampak buruk bagi kehidupan, namun sebagai
manusia yaang dianugrahi akal pikiran. Sebaiknya harus siap-siap
menghadapi hal tesebut. Karena kita tidak tahu akan terjadi kapan
penderitaan yang akan dialami kita pada suatu saat nanti.
Sebagai peduli terhadap penderitaan orang lain, biasanya ada suatu pihak
yang memanfaatkan hal itu sebagai bahan pembuat barita atau sebagai
karya seni yang beguna untuk media informasi. Jadi, dengan cara itu akan
membuat seseorang yang melihat media informasi akan merasa priharin
terhadap penderitaan seseorang dan akan menciptakan saling sikap peduli
satu sama lain.
Selengkapnya : http://www.kompasiana.com/muhammad.iqbal.94/manusia-dan-penderitaan_55295074f17e61445e8b456d
Selengkapnya : http://www.kompasiana.com/muhammad.iqbal.94/manusia-dan-penderitaan_55295074f17e61445e8b456d
Derita artinya
menanggung atau merasakan susuatu yang tidak menyenangkan Penderitaan
dapat dibagi menjadi dua kategori yakni, Derita lahir dan derita
batin,jenis dari penderitaan ini ada yang berat maupun ringan, tapi
jenis ini tergantung kepada individu masing masing bagaimana cara
memangdangnnya karena belum tentu sesuatu yang dianggap penderitaan oleh
seseorang dianggap penderitaan oleh orang lain.,Setiap individu
pastilah pernah yang mengalami kebahagian dan penderitaan karena hidup
ini seperti roda berputar yang kadangkala kita berada diatas dan kadang
kita ada dibawah, Tuhan memberikan kebahagian dan penderitaan pasti
memiliki maksud dan tujuan agar kita selalu ingat kepada-NYA .
Tuhan memberikan penderitaan kepada seseorang itu karena Tuhan sayang
kepada kita, sayang dalam artiaan Tuhan ingin menguji kita sebelum
mengangkat kita ke derajat yang lebih tinggi, Tuhan memberikan
penderitaan kepada seseorang pastilah dapat diatasi oleh orang tersebut
Tuhan tidak pernah memberikan apa yang di luar kuasa umatnya ,setiap
penderitaan yang diberikan Tuhan kepada kita pasti Tuhan telah
menyediakan kebahagian di Akhirnya tentu saja itu bergantung pada apa
yang kita lakukan untuk mencapai titik kebahagiaan itu .bagi seseorang
yang kuat imannya tentu akan senantiasa mensyukuri apa yang telah Tuhan
berikan baik kebahagiaan maupun penderitaan dalam surat al- insyirah :
“Setelah ada kesulitan pasti ada kemudahan” di sini kita harus selalu
percaya bahwa Setelah adanya penderitaan - penderitaan yang kita alami
pasti ada kemudahan yang akan kita lalui karena Tuhan tidak pernah
memberikan cobaan melebihi batas kemampuan umatnya.
Bentuk penderitaan dapat bermacam macam yang perama dapat berupa
siksaan, siksaan dapat berupa siksaan fisik maupun siksaan batin , telah
banyak diberitakan di media massa saat ini mengenain penyiksaan fisik
berupa perampokan , pemerkosaan adapun siksaan yang bersifat psikis
seperti kebimbangan ketakutan dan kesepian hal seperti ini pastilah
pernah kita hadapi dalam kehidupan kita , kebimbangan muncul ketika
seseorang dihadapi dengan situasi ketika ia harus memutuskan sesuatu dan
ia tidak dapat memutuskannya, kebimbangan yang terus-menerus akan
menjadi penderitaan batin bagi seseorang , Kesepian dialami oleh
seseorang merupakan rasa sepi dalam dirinya atau jiwanya, walaupun ia
dalam lingkungan orang ramai untuk mengatasi rasa kesepian ini seseorang
harus mencari seseorang untuk memecah rasa sepi dihatinya karena
bagaimanapun manusia merupan makhluk sosial yang membutuhkan orang lain
Penderitaan batin dalam ilmu psikologi dikenal sebagai kekalutan mental.
Secara lebih sederhana kekalutan mental dapat dirumuskan sebagai
gangguan kejiwaan akibat ketidak mampuan seseorang menghadapi persoalan
yang harus diatasi sehingga yang bersangkutan bertingkah secara kurang
wajar.
Gejala – gejala permulaan bagi seseorang yang mengalami kekalutan mental
adalah :Tampak pada jasmani yang sering merasakan pusing, sesak napas,
demam, nyeri pada lambung. Tampak pada kejiwaannya dengan rasa cemas,
ketakutan, patah hati, apatis, cemburu, mudah marah. Sebab – sebab
timbulnya kekalutan mental, dapat banyak disebutkan antara lain sebagai
berikut :
Kepribadian yang lemah akibat kondisi jasmani atau mental yang kurang
sempurna. Hal – hal tersebut sering menyebabkan yang bersangkutan merasa
rendah diri yang secara berangsur – angsur akan menyudutkan
kedudukannya dan menghancurkan mentalnya.
Terjadinya konflik sosial budaya akibat norma berbeda antara yang
bersangkutan denga apa yang ada dalam masyarakat.Cara pematangan batin
yang salah dengan memberikan reaksi yang berlebihan terhadap kehidupan
sosial, over acting sebagai over compensatie.
Orang yang mengalami penderitaan mungkin akan memperoleh pengaruh
bermacam-macam dan sikap dalam dirinya. Sikap dalam dirinya. Sikap yang
timbul dapat berupa sikap positif ataupun sikap negatif. Sikap negatif
misalnya penyesalan karena tidak bahagia, sikap kecewa, putus asa, ingin
bunuh diri
Sikap positif yaitu sikap optimis mengatasi penderitaan hidup, bahwa
hidup bukan rangkaian penderitaan, melainkan perjuangan membebaskan diri
dari penderitaan, dan penderitaan itu adalah hanya bagian dari
kehidupan. Sikap positif biasanya kreatif, tidak mudah menyerah
Manusia memang tidak seterusnya selalu mendapatkan kenikmatan dalam
hidupnya. Terkadang kehidupan selalu diselingi dengan adanya penderitaan
dan itu akan terjadi pada setiap makhluk hidup terutama manusia. Memang
penderitaan itu akan berdampak buruk bagi kehidupan, namun sebagai
manusia yaang dianugrahi akal pikiran. Sebaiknya harus siap-siap
menghadapi hal tesebut. Karena kita tidak tahu akan terjadi kapan
penderitaan yang akan dialami kita pada suatu saat nanti.
Sebagai peduli terhadap penderitaan orang lain, biasanya ada suatu pihak
yang memanfaatkan hal itu sebagai bahan pembuat barita atau sebagai
karya seni yang beguna untuk media informasi. Jadi, dengan cara itu akan
membuat seseorang yang melihat media informasi akan merasa priharin
terhadap penderitaan seseorang dan akan menciptakan saling sikap peduli
satu sama lain.
Selengkapnya : http://www.kompasiana.com/muhammad.iqbal.94/manusia-dan-penderitaan_55295074f17e61445e8b456d
Selengkapnya : http://www.kompasiana.com/muhammad.iqbal.94/manusia-dan-penderitaan_55295074f17e61445e8b456d
Derita artinya
menanggung atau merasakan susuatu yang tidak menyenangkan Penderitaan
dapat dibagi menjadi dua kategori yakni, Derita lahir dan derita
batin,jenis dari penderitaan ini ada yang berat maupun ringan, tapi
jenis ini tergantung kepada individu masing masing bagaimana cara
memangdangnnya karena belum tentu sesuatu yang dianggap penderitaan oleh
seseorang dianggap penderitaan oleh orang lain.,Setiap individu
pastilah pernah yang mengalami kebahagian dan penderitaan karena hidup
ini seperti roda berputar yang kadangkala kita berada diatas dan kadang
kita ada dibawah, Tuhan memberikan kebahagian dan penderitaan pasti
memiliki maksud dan tujuan agar kita selalu ingat kepada-NYA .
Tuhan memberikan penderitaan kepada seseorang itu karena Tuhan sayang
kepada kita, sayang dalam artiaan Tuhan ingin menguji kita sebelum
mengangkat kita ke derajat yang lebih tinggi, Tuhan memberikan
penderitaan kepada seseorang pastilah dapat diatasi oleh orang tersebut
Tuhan tidak pernah memberikan apa yang di luar kuasa umatnya ,setiap
penderitaan yang diberikan Tuhan kepada kita pasti Tuhan telah
menyediakan kebahagian di Akhirnya tentu saja itu bergantung pada apa
yang kita lakukan untuk mencapai titik kebahagiaan itu .bagi seseorang
yang kuat imannya tentu akan senantiasa mensyukuri apa yang telah Tuhan
berikan baik kebahagiaan maupun penderitaan dalam surat al- insyirah :
“Setelah ada kesulitan pasti ada kemudahan” di sini kita harus selalu
percaya bahwa Setelah adanya penderitaan - penderitaan yang kita alami
pasti ada kemudahan yang akan kita lalui karena Tuhan tidak pernah
memberikan cobaan melebihi batas kemampuan umatnya.
Bentuk penderitaan dapat bermacam macam yang perama dapat berupa
siksaan, siksaan dapat berupa siksaan fisik maupun siksaan batin , telah
banyak diberitakan di media massa saat ini mengenain penyiksaan fisik
berupa perampokan , pemerkosaan adapun siksaan yang bersifat psikis
seperti kebimbangan ketakutan dan kesepian hal seperti ini pastilah
pernah kita hadapi dalam kehidupan kita , kebimbangan muncul ketika
seseorang dihadapi dengan situasi ketika ia harus memutuskan sesuatu dan
ia tidak dapat memutuskannya, kebimbangan yang terus-menerus akan
menjadi penderitaan batin bagi seseorang , Kesepian dialami oleh
seseorang merupakan rasa sepi dalam dirinya atau jiwanya, walaupun ia
dalam lingkungan orang ramai untuk mengatasi rasa kesepian ini seseorang
harus mencari seseorang untuk memecah rasa sepi dihatinya karena
bagaimanapun manusia merupan makhluk sosial yang membutuhkan orang lain
Penderitaan batin dalam ilmu psikologi dikenal sebagai kekalutan mental.
Secara lebih sederhana kekalutan mental dapat dirumuskan sebagai
gangguan kejiwaan akibat ketidak mampuan seseorang menghadapi persoalan
yang harus diatasi sehingga yang bersangkutan bertingkah secara kurang
wajar.
Gejala – gejala permulaan bagi seseorang yang mengalami kekalutan mental
adalah :Tampak pada jasmani yang sering merasakan pusing, sesak napas,
demam, nyeri pada lambung. Tampak pada kejiwaannya dengan rasa cemas,
ketakutan, patah hati, apatis, cemburu, mudah marah. Sebab – sebab
timbulnya kekalutan mental, dapat banyak disebutkan antara lain sebagai
berikut :
Kepribadian yang lemah akibat kondisi jasmani atau mental yang kurang
sempurna. Hal – hal tersebut sering menyebabkan yang bersangkutan merasa
rendah diri yang secara berangsur – angsur akan menyudutkan
kedudukannya dan menghancurkan mentalnya.
Terjadinya konflik sosial budaya akibat norma berbeda antara yang
bersangkutan denga apa yang ada dalam masyarakat.Cara pematangan batin
yang salah dengan memberikan reaksi yang berlebihan terhadap kehidupan
sosial, over acting sebagai over compensatie.
Orang yang mengalami penderitaan mungkin akan memperoleh pengaruh
bermacam-macam dan sikap dalam dirinya. Sikap dalam dirinya. Sikap yang
timbul dapat berupa sikap positif ataupun sikap negatif. Sikap negatif
misalnya penyesalan karena tidak bahagia, sikap kecewa, putus asa, ingin
bunuh diri
Sikap positif yaitu sikap optimis mengatasi penderitaan hidup, bahwa
hidup bukan rangkaian penderitaan, melainkan perjuangan membebaskan diri
dari penderitaan, dan penderitaan itu adalah hanya bagian dari
kehidupan. Sikap positif biasanya kreatif, tidak mudah menyerah
Manusia memang tidak seterusnya selalu mendapatkan kenikmatan dalam
hidupnya. Terkadang kehidupan selalu diselingi dengan adanya penderitaan
dan itu akan terjadi pada setiap makhluk hidup terutama manusia. Memang
penderitaan itu akan berdampak buruk bagi kehidupan, namun sebagai
manusia yaang dianugrahi akal pikiran. Sebaiknya harus siap-siap
menghadapi hal tesebut. Karena kita tidak tahu akan terjadi kapan
penderitaan yang akan dialami kita pada suatu saat nanti.
Sebagai peduli terhadap penderitaan orang lain, biasanya ada suatu pihak
yang memanfaatkan hal itu sebagai bahan pembuat barita atau sebagai
karya seni yang beguna untuk media informasi. Jadi, dengan cara itu akan
membuat seseorang yang melihat media informasi akan merasa priharin
terhadap penderitaan seseorang dan akan menciptakan saling sikap peduli
satu sama lain.
Selengkapnya : http://www.kompasiana.com/muhammad.iqbal.94/manusia-dan-penderitaan_55295074f17e61445e8b456d
Selengkapnya : http://www.kompasiana.com/muhammad.iqbal.94/manusia-dan-penderitaan_55295074f17e61445e8b456d
Tidak ada komentar:
Posting Komentar